Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.358 views

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

JAKARTA (voa-islam.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA mengingatkan pentingnya membangun narasi yang menguatkan kohesi bangsa agar dapat mengatasi berbagai tantangan-tantangannya.

Baik karena dampak Covid-19, persaingan global, maupun masalah separatisme yang bisa memecah kesatuan bangsa. Apalagi di bulan September, yang mengingatkan bangsa akan adanya dua kali pengkhianatan PKI terhadap pemerintahan yang sah dan kudeta pemberontakan untuk menggantikan ideologi Pancasila dengan Komunisme.

Karenanya HNW, sapaan akrabnya, sependapat dengan sikap Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar siapapun seperti Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menghentikan dan tidak melakukan framing radikalisme terhadap lembaga pendidikan.

Karena framing tanpa definisi yang benar dan tanpa bukti seperti itu malah bisa menimbulkan saling curiga dan memecah belah generasi muda bangsa, yang ujungnya bisa melemahkan persatuan nasional.

“Saya setuju dengan Sekjen MUI KH Amirsyah Tambunan, bahwa penyebutan radikalisme tanpa bukti telah menyusup di lembaga-lembaga pendidikan harus dihentikan. Framing radikalisme dan penyebarannya di lembaga pendidikan seperti madrasah dan pesantren harusnya ditolak. Karena selain tak ada bukti juga tak sesuai dengan fakta. Apalagi di tengah, kebijakan pemerintah yang mengapresiasi dunia pendidikan pesantren dengan menerbitkan Perpres No. 82 Tahun 2021 yang mengatur tentang dana abadi untuk pesantren,” papar HNW.

“Semangatnya karenanya bagaimana menguatkan lembaga pendidikan termasuk madrasah, agar bisa menghadirkan prinsip beragama yang rahmatan lil alamin, menguatkan komitmen dan intelektualitas cinta agama, bangsa dan NKRI dengan menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga terwujudlah tujuan pendidikan nasional sebagaimana dinyatakan dalam UUD NRI 1945 Pasal 31 ayat (3) dan (5),” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Ahad (18/09) yang lalu.

HNW mengatakan bahwa framing tanpa bukti adanya radikalisme di lembaga pendidikan dan madrasah terasa ganjil, apalagi di saat terjadinya secara berulang sejumlah aksi radikalisme yang nyata terjadi di wilayah Indonesia.

“Ada ancaman radikalisme yang nyata membahayakan NKRI, seperti radikalisme separatis Papua yang menuntut Papua Merdeka dan terakhir membunuh 4 prajurit TNI, 1 tenaga kesehatan, menganiaya dan menista para Nakes, hingga membakar Puskesmas, sekolah, pasar dan lainnya. Atau sikap kapal-kapal perang Tiongkok di Natuna yang lalu lalang di perairan Indonesia yang membuat para nelayan Indonesia ketakutan. Atau sikap intoleran kalangan radikalis islamophobia yang menista Al-Qur’an maupun Nabi Muhammad SAW,” jelasnya seperti dikutip dari gontornews.com.

Apalagi, di bulan September seperti ini, ketika ingatan publik tersegarkan akan sejarah bangsa Indonesia yang juga mencatat radikalisme dua kali pemberontakan PKI pada September 1948 dan 1965.

“Seharusnya pemerintah fokus mengantisipasi dan mengatasi masalah-masalah di atas, agar sejarah radikalisme PKI yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa, tidak berulang lagi. Bukan justru membelah bangsa dan umat Islam dengan isu jualan radikalisme di madarasah atau pesantren, yakni dua lembaga pendidikan yang sejak sebelum Indonesia merdeka sudah sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk dalam menjaga keutuhan dan eksistensi NKRI dan Pancasila dengan bersama TNI dan lainnya mengalahkan pemberontakan PKI, dan menyelamatkan Pancasila sebagai ideologi Negara,” tandasnya.

HNW menilai bahwa penting bagi pemerintah untuk memperkokoh sendi dan pilar persatuan nasional seperti dengan merangkul umat Islam untuk mengulangi kembali peran mereka dalam menjaga dan menyelamatkan Pancasila dan NKRI.

“Jadi, bukan malah menebarkan tuduhan yang meresahkan, yang bisa memecah belah bangsa dan umat Islam, yang bisa melemahkan kohesi bangsa majemuk dan maritim ini, dan yang akan berdampak pada dirugikannya kepentingan nasional, dan itu bisa jadi pintu besar untuk bangkit dan menyebarnya berbagai ideologi radikalisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 seperti neokapitalisme, neoliberalisme, termasuk neokomunisme maupun radikalisme gerakan separatisme, yang semuanya membahayakan dan bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Anis Byarwati: Ekonomi Syariah Dapat Tingkatkan Ekonomi Nasional

Anis Byarwati: Ekonomi Syariah Dapat Tingkatkan Ekonomi Nasional

Sabtu, 23 Oct 2021 21:45

PCR Jadi Syarat Wajib Penerbangan, Legislator: Jangan Membebani Masyarakat

PCR Jadi Syarat Wajib Penerbangan, Legislator: Jangan Membebani Masyarakat

Sabtu, 23 Oct 2021 21:32

DKI Jakarta Juara Umum STQN XXVI

DKI Jakarta Juara Umum STQN XXVI

Sabtu, 23 Oct 2021 21:11

Pakistan Bantah Laporan AS Gunakan Wilayah Udaranya Untuk Lakukan Serangan Militer Di Afghanistan

Pakistan Bantah Laporan AS Gunakan Wilayah Udaranya Untuk Lakukan Serangan Militer Di Afghanistan

Sabtu, 23 Oct 2021 21:05

Bantu Pengelolaan Masjid, Yayasan Amaliah Astra Kembangkan Aplikasi Keuangan Masjid Online Gratis

Bantu Pengelolaan Masjid, Yayasan Amaliah Astra Kembangkan Aplikasi Keuangan Masjid Online Gratis

Sabtu, 23 Oct 2021 20:54

Pelajari Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, MUI Sumatera Utara Kunjungi DSI

Pelajari Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, MUI Sumatera Utara Kunjungi DSI

Sabtu, 23 Oct 2021 20:50

Militer AS Klaim Bunuh Pemimpin Senior Al-Qaidah Abdul Hamid Al-Matar Di Barat Laut Suriah

Militer AS Klaim Bunuh Pemimpin Senior Al-Qaidah Abdul Hamid Al-Matar Di Barat Laut Suriah

Sabtu, 23 Oct 2021 20:45

Jalan Ataturk Jalan Moderasi Islam

Jalan Ataturk Jalan Moderasi Islam

Sabtu, 23 Oct 2021 20:29

Hamas Terlibat Dalam Negosiasi Untuk Bebaskan Tahanan Palestina Dan Arab Dari Penjara Israel

Hamas Terlibat Dalam Negosiasi Untuk Bebaskan Tahanan Palestina Dan Arab Dari Penjara Israel

Sabtu, 23 Oct 2021 20:05

Pandora Papers, UU HPP, dan Tax Amnesty II: Pajak Disayang atau Dikemplang?

Pandora Papers, UU HPP, dan Tax Amnesty II: Pajak Disayang atau Dikemplang?

Sabtu, 23 Oct 2021 15:47

Rumah Yatim Fajar Hidayah Dieksekusi Paksa, Pengurus Akan Lapor ke DPR dan KPAI

Rumah Yatim Fajar Hidayah Dieksekusi Paksa, Pengurus Akan Lapor ke DPR dan KPAI

Sabtu, 23 Oct 2021 13:37

Emosi Sebabkan Sakit & Kebocoran Energi Matriks Ilahiah (Quantum)

Emosi Sebabkan Sakit & Kebocoran Energi Matriks Ilahiah (Quantum)

Sabtu, 23 Oct 2021 12:58

Produk Halal Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global

Produk Halal Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global

Sabtu, 23 Oct 2021 08:42

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34


MUI

Must Read!
X

Kamis, 21/10/2021 14:14

Mulianya Nabi Hinanya Kita