Sabtu, 12 Jumadil Awwal 1448 H / 24 Oktober 2026 20:34 wib
91 views
Mengupas Worldview Seseorang di Balik Kata-Kata
BANDUNG (voa-islam.com) - “Perkataan dan perbuatan mencerminkan worldview seseorang. ”Kalimat tersebut diucapkan oleh Dr. Akmal Sjafril dalam kelas Sekolah Pemikiran Islam (SPI) yang berlangsung di Masjid Istiqamah Bandung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Berbeda dengan kelas biasanya, pertemuan ini menggunakan skema diskusi literasi atau yang Kepala Sekolah SPI itu sebut dengan close reading. Para murid SPI diajak membahas sebuah wawancara dengan Julia Indiati Suryakusuma yang mengangkat topik “Saya Tidak Percaya Agama, tapi Percaya Tuhan.”
Diskusi berlangsung dengan membaca wawancara secara bertahap. Akmal membacakan setiap paragraf, kemudian memberikan kesempatan kepada para murid SPI untuk menyampaikan tanggapan maupun pertanyaan. Para murid SPI menanggapi isi bacaan dan mendiskusikan gagasan yang disampaikan oleh Julia dalam wawancaranya, kemudian Akmal akan memberikan timbal balik dari opini murid serta mengarahkan pembahasan agar lebih dapat dipahami dan mengkaji gagasan dalam bacaaan secara lebih kritis.
“Pemikiran berdasarkan tauhid pasti harmonis. Sedangkan yang tidak sesuai tauhid akan memunculkan kontradiksi,” ungkap Akmal setelah memberikan petunjuk bagi para murid supaya mencari inkonsistensi dari teks wawancara yang tengah dibedah itu.
Melalui pembahasan ini, para murid SPI diajak untuk melihat keselarasan dalam pemikiran seseorang. Akmal juga menjelaskan close reading ini sebagai upaya untuk meneliti worldview orang lain dengan membaca apa yang ada di balik pemikirannya.
Ghania Fazila, salah satu murid SPI, mengaku bahwa diskusi tersebut menyenangkan sekaligus menantang, “Kalo aku seru plus panas kepala sih hehe, mungkin panas kepalanya lebih ke nggak terbiasa respon offensive atau kadang saat aku menemukan hal kayak gitu aku udah berpikir itu hal yang salah, tapi masih bingung tanggapannya gimana dan argumen pendukung nya apa,” ungkapnya.
Kesan serupa juga disampaikan oleh Hanhan Tio Alfani, murid SPI lainnya. “Rame, seru banget. Aku jadi paham banget ternyata opini bukan hanya menjadi sarana mengetahui pemikiran seseorang, tapi mencari dari mana dan bagaimana pemikiran itu bisa terbentuk. Itu juga bisa jadi senjata untuk melawan atau menyanggah opini lawan,” tuturnya.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan murid SPI memiliki bekal untuk melakukan kajian literasi dari berbagai media untuk mengetahui kesesuaian suatu isu atau seorang tokoh dengan Worldview of Islam. (Rayvanka Azrivany/Ab)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!