Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.241 views

Hasil Ijtima' Ulama 3, Perseteruan Umat vs Jokowi Semakin Tajam

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati

Berawal dari kasus Ahok menista agama. Tujuh juta umat mengepung Monas. Menuntut Ahok dipidanakan. Pressure umat yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) dalam gerbong GNPF sukses memenjarakan Ahok lewat sidang pengadilan pasca Pilgub DKI usai.

Dimana posisi Jokowi saat pilgub? Kabarnya, Jokowi sempat meminta Ahok tak mencalonkan diri di Pilgub DKI. Alasannya? Berat melawan Anies Baswedan. Sebab, umat sudah anti Ahok. Jika Anies menang, bahaya buat Jokowi nyapres. Anies jadi bayang-bayang pencapresan Jokowi di 2019. Bersama SBY, Jokowi kabarnya juga sepakat calonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY dijamin tak akan nyapres di 2019. Ahok menolak, dan tetap memilih maju jadi cagub DKI. Informasi ini masih perlu diklarifikasi kebenarannya.

Tak ada pilihan lain bagi Jokowi kecuali mendukung Ahok. Tim, akses kekuasaan dan semua logistik dipersiapkan. Bagi Jokowi, Anies bisa jadi batu sandungan. Harus dikalahkan.

Ujung dari Pilgub DKI, AHY tersingkir, dan Ahok akhirnya kalah. Pasca Pilgub DKI, apakah perseteruan antara Jokowi dengan umat berhenti? Tidak!  Berbagai fenomena persekusi dan isu kriminalisasi membuat perseteruan antara Jokowi dengan umat berlanjut, bahkan makin tajam. Perseteruan ini kemudian mendapatkan arenanya di pilpres 2019. Ini arena yang konstitusional. Ijtima' Ulama ke-1 dan ke-2 menyepakati Prabowo maju. Anies tetap urus Jakarta. Anies "tahu adab" dan tak mungkin mau bersaing dengan Prabowo. Kendati sejumlah partai dan ormas mendesaknya.

Kubu Jokowi sempat meremehkan kekuatan Prabowo. Dalam proses perjalanan, kerja ulama dan umat membuahkan hasil. Kampanya Prabowo-Sandi menunjukkan tanda-tanda fenomenal. Elektabilitasnya terus naik mengejar Jokowi.

Perseteruan antara Jokowi vs umat diprediksi akan berakhir pasca pilpres. Pembelahan dua kubu anak bangsa yang terus memproduksi kegaduhan diperkirakan akan berhenti setelah pilpres. Ternyata, prediksinya meleset. Apa faktornya? Masifnya kecurangan. Baik kecurangan sebelum, saat dan setelah pilpres. Fenomena kecurangan inilah yang telah memperpanjang dan makin mempertajam perseteruan itu.

Fenomena persekusi dan kriminalisasi pasca Pilgub DKI bermetamorfosis menjadi fenomena kecurangan di pilpres. Ulama dan umat meyakini betul terjadinya kecurangan secara masif, terstruktur dan sistematis. Inilah yang mendorong para ulama itu mengadakan Ijtima' Ulama ke-3. Ada lima poin hasil ijtima' Ulama ke-3 yang dihadiri 1000-an utusan dari berbagai wilayah di Indonesia tanggal 1 Mei kemarin. Diantara lima poin itu, poin nomor tiga nampaknya yang dianggap paling penting dan substansial. Isi poin ketiga itu adalah:

"Mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan pembatalan/diskualifikasi paslon capres cawapres 01".

Poin ini merupakan sikap tegas hasil Ijtima' Ulama ke-3 bahwa ulama-umat tidak menerima Jokowi jadi presiden. Lalu, apa yang mungkin terjadi setelah hasil Ijtima' Ulama ke-3 mendiskualifikasi Jokowi?

Ulama hanya punya umat. Mereka bisa berkumpul dalam jumlah massa yang sangat besar untuk pressure KPU agar mendiskualifikasi Jokowi. Basis massa inilah yang menjadi kekuatan yang dimiliki para ulama selama ini. Fenomenanya akan mirip seperti aksi 212. Aman dan damai.

Kali ini, yang dihadapi adalah Jokowi, bukan Ahok. Berhadapan langsung dengan Jokowi, seorang presiden yang tetap ingin jadi presiden lagi. Tidak hanya Jokowi, ulama dan umat ini juga akan berhadapan dengan kepentingan orang-orang di sekitar Jokowi. Mereka adalah orang-orang yang dikenal sebagai ahli strategi perang, dan katanya "agak tegaan".

Harapan ulama dan umat agar KPU mendiskualifikasi Jokowi, dijamin tak akan mudah prosesnya. Sebuah perjuangan yang boleh jadi akan butuh biaya sosial. Sepertinya ini akan menjadi "ultimate game" bagi kedua belah pihak. Sulit untuk saling mengalah. Sebab, di pertarungan ini nasib kedua belah pihak ditentukan. Apakah nasib Prabowo dan Habib Rizieq dengan semua gerbong ulama dan umat yang akan berakhir? Atau Jokowi dan nasib para jenderal senior di sekelilingnya yang akan kelar?

Dimana tokoh-tokoh partai? Mereka tetap aman, siapapun yang jadi presidennya. Baik koalisi partai di kubu Prabowo maupun Jokowi. Bagi mereka, Indonesia gak akan kiamat jika calon presiden mereka kalah. Ini berlaku untuk semua partai. Siapapun yang akan jadi presiden, mereka bisa balik badan, bangun koalisi baru, lalu dapat jatah menteri. Beres!

Berbeda dengan nasib Jokowi beserta orang-orang di sekelilingnya, dan nasib Prabowo-Habib Rizieq dengan semua ulama yang ada di gerbongnya. Tak seperti para tokoh partai.

Situasi politik ini agak menghawatirkan karena kondisi kedua belah pihak yang terancam nasib masa depannya. Karena itu, bergantung Ibu Megawati, kata M.H. Ainun Najib. Kok Ibu Mega? Karena Mega dianggap satu-satunya orang paling potensial yang bisa melerai perseteruan ini.

Apapun yang terjadi, nasib bangsa dan negara ini harus diselamatkan. Para elit politik diharap menurunkan ego masing-masing. Lebih mengutamakan kepentingan bangsa dari ambisi pribadi dan golongan. Jika tidak, perseteruan Jokowi vs ulama-umat akan semakin tajam, dan khawatir tak bisa dikendalikan. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 2/5/2019

%MCEPASTEBIN%

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X