Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.638 views

Rizieq Versus Soekarno: Siapa Lebih Hebat?

 

Oleh:

Syahganda Nainggolan

Aktivis Sabang Merauke Circle

 

SUATU waktu beberapa tahun lalu, sopir rental dan sahabat politik saya, Harun Songge, memberitahu saya di subuh hari bahwa perjalanan ke Gunung Kelimutu, Flores harus dibatalkan. Info dari pelayanan turis di Hotel, karena sudah mulai hujan gerimis dan kabut gelap. Kami menginap di Ende beberapa puluh kilometer dari gunung itu. Menginap di Ende karena saya memberi ceramah di Taman Renungan Soekarno, di kota Ende.

Saya sampaikan ke Songge bahwa jika Soekarno bisa bertapa di puncak gunung itu, puncak tugu Soekarno, maka saya, dulu aktivis student center ITB, tempat Soekarno kuliah dan menjadi aktivis, insya Allah akan sampai juga ke puncak itu.

Di bawah kaki gunung Kelimutu, yang tingginya setengah gunung Gede-Puncak, alias 1600an, guide atau pemandu atau kuncen kalau di Jawa, mengatakan hujan kabut gelap ini akan berubah terang jika "arwah" Bung Karno dan roh roh penjaga mengizinkan kita sampe ke puncak. Ada presiden Indonesia, dulu, jelasnya, mencoba naik ke puncak, gagal karena kabutnya tidak mau pergi, meski mengerahkan pawang hujan. Singkat cerita,  kami pelan-pelan mendaki ke atas, hujan dan kabut pun pelan-pelan menghilang. Dan sayapun berjam-jam merenung di puncak Tugu Soekarno itu. Sebuah tempat mistis, di kelilingi 3 danau indah, tempat Soekarno bertapa menggali Pancasila.

Pancasila

Bung Karno di Ende bukanlah sebagai anak umur millenial yang plesiran. Meskipun seorang engineer atau arsitek yang jumlahnya segelintir saat itu, yang punya kesempatan dibayar mahal, Soekarno merupakan tawanan kolonial Belanda, yang di usia mudanya radikal dan menghasut orang-orang Indonesia untuk melawan Belanda.

Pengasingan di Ende tahun 1934-38, dengan beban keluarga, Soekarno berpikir keras merumuskan sebuah ideologi bagi adanya suatu bangsa merdeka. Merenung di kota atau desa kala itu, di taman renungan dan bertapa di puncak gunung, diantara orang-orang Katolik dan Islam di sana, serta surat menyurat dengan tokoh-tokoh bangsa, termasuk A. Hasan, tokoh agama di Jawa, membuat Bung Karno mempunyai konsep holistik tentang Pancasila.

Apa itu konsep holistik? Konsep holistik pertama Pancasila harus bisa menjelaskan tentang masyarakat dan bangsa apa Indonesia itu? Kedua, bagaimana pendekatan dalam merumuskan konsep itu? Bung Karno adalah seorang insinyur maupun arsitek. Cara insinyur mendekati persoalan (approach) adalah "problem solver", berbeda dengan cara filosof dan agamawan yang mengagungkan nilai, atau ahli ilmu sosial yang mendekati persoalan dengan kesempurnaan konsepsi.

Holistik di sini jadinya melihat realitas, menemukan masalah dan memecahkannya. Realitas bangsa kita saat itu adalah bangsa dalam cengkeraman kolonial, masalahnya adalah keterpecahan; lalu bagaimana pemecahannya?

Dengan pendekatan itu maka Bung Karno sejak awal menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang integralistik. Dia melihat ada 3 komponen dasar bangsa kita, yakni masyarakat Islam, masyarakat adat dan masyarakat progresif revolusiner. Ketiga ini dibahas Bung Karno, sebelum masa  pengasingan di Ende itu, yakni dalam tulisannya "Islamisme, Nasionalisme dan Marxisme".

Mungkin berbeda dengan Supomo, yang benar-benar intelektual, dalam meyakini masyarakat integralistik, Bung Karno bisa jadi lebih pada "oedipus effect", yang dia maksud rekayasa sosial untuk menyatukan tiga komponen utama bangsa tersebut.

Pemikir pejuang seperti Natsir maupun Tan Malaka, sebagai ahli ilmu sosial dan logika, misalnya, menawarkan suatu masyarakat paripurna. Natsir menawarkan ummah, sedangkan Tan Malaka  menawarkan kaum proletar Murba.

Hanya Soekarno yang  menawarkan ketiga kelompok masyarakat, kelompok-kelompok Islam (dan agama), nasionalis dan Marxist. Tiga kelompok terus bersama mengklaim eksistensi bangsa Indonesia.

Bangsa ini ketika dihadapkan pada kolonialisme, Bung Karno mencari spirit patriotisme dari ketiga elemen itu. Dalam Islam, Bung Karno mendorong munculnya modernisme agama (bukan Islam Sontoloyo), dari Nasionalisme didorong munculnya spirit cinta tanah air, dan dari Marxisme didorong munculnya gerakan kaum tertindas.

Bagaimana Rizieq menemukan Pancasila?

Rizieq bukanlah seperti Soekarno dalam mendekati masalah tadi. Sebagai cendikiawan, Rizieq memulai penggalian Pancasila dari konsepsi, lalu mencarinya di dunia nyata, belantara kemiskinan Jakarta, kemudian kembali merumuskan di Universitas. Metode ini sering dikenal aksi-refleksi-aksi atau refleksi-aksi-refleksi.

Penjelajahan Rizieq pada Pancasila membuat Rizieq menawarkan konsepsi masyarakat Islam sebagai superior pada skala bangsa, dengan meneguhkan sila Ketuhanan sebagai sentral atau utama. Soekarno menempatkan sila ini sila terkahir. Kedua Rizieq membangun platform kebersamaan nasional pada isu kebangkitan kaum miskin.

Dari sisi kebangkitan kaum miskin, Rizieq berbeda dengan Marxisme, yang melakukan pembelahan sempurna kaum miskin versus kaum kapitalis. Kebangkitan kaum miskin dalam pandangan Rizieq, merujuk pada Islam, dapat menerima dukungan dari kaum kapitalis yang tercerahkan atau mau berbagi kepada kaum dhuafa itu.

Soekarno versus Rizieq

Orang-orang besar adalah orang-orang yang muncul dari penjara ke penjara maupun dari pengasingan (exile) ke pengasingan. Soekarno dan Habib Rizieq adalah dua sosok bangsa yang mengalami penderitaan panjang dalam hidupnya, dalam konteks penjara dan pengasingan. (Tentu bukan koruptor)

Dari sisi ini kita akan melihat Soekarno dan Habib Rizieq mewakili dua sosok tokoh bangsa yang sejajar.

Ajaran Bung Karno yang utama adalah kebangsaan. Ajaran Rizieq yang utama adalah ketuhanan. Namun, keduanya kemudian masuk pada agenda yang sama, yakni pembebasan. Tema pembebasan Bung Karno adalah melawan penindasan kaum kolonial, sedang tema pembebasan Rizieq adalah pembebasan dari cengkraman oligarki kapital. Sesungguhnya ini sama meski tidak sebangun. Lawan dalam definisi Bung Karno adalah penjajah dan penjajahan. Sedang Rizieq, lawan adalah oligarki dan rezim anteknya.

Ketika Bung Karno memilih bersekutu dengan Jepang, pada tahun 1942-45, tujuan Bung Karno adalah melawan negara kolonial Belanda. Jadi, bukan sebuah pengkhianatan Bung Karno atas cita-citanya. Rizieq ketika membangun persekutuan dengan keluarga Cendana, dia tidak melihatnya sebagai pengkhianat cita-cita pula.

Jadi, meskipun Bung Karno dan Rizieq berbeda dalam penekanan jawaban atas persoalan di awal, namun spirit berikutnya tentang pembebasan, sama dan sejalan.

Membandingkan Soekarno versus Habib Rizieq adalah penting untuk melihat secara tulus kedua sosok pahlawan bangsa kita dalam melakukan pembebasan kaumnya. Pendekatan yang dilakukan Bung Karno mengalami pelecehan ataupun penolakan dari berbagai tokoh waktu itu, seperti Syahrir, Tan Malaka, Natsir dll. Misalnya, Tan Malaka suka melecehkan Bung Karno sebagai kolaborator.

Rizieq saat ini juga banyak mendapat kecaman, karena dianggap akan menihilkan agenda kebangsaan dengan superioritas Islam. Ketika Rizieq dan Rachmawati Sukarnoputri berjumpa pertama sekali, sebelum aksi 212 pada tahun 2016, keduanya berusaha mencari jalan tengah antara Sukarnoisme dan Rizieqisme tersebut.

Jalan bangsa ini masih panjang untuk membangun berdasarkan ajaran pembebasan ala Bung Karno dan ala Rizieq. Kaum tertindas menunggu perubahan sosial secepatnya untuk adanya kebahagian bersama.

Kita harus mempercepatnya dengan mendorong adanya sintesa Soekarnoisme dan Rizieqisme dalam perjuangan bangsa. Bukan membandingkan siapa yang lebih hebat. Dan tidak perlu melihat lebih jauh lagi pada judul di atas. Karena mereka dua tokoh yang besar, dalam jamannya yang berbeda.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 22:35

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Selasa, 24 Nov 2020 22:08

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Selasa, 24 Nov 2020 21:41

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Selasa, 24 Nov 2020 21:20

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 20:45

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Selasa, 24 Nov 2020 20:25

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Selasa, 24 Nov 2020 20:20

PKS Tolak Penghapusan Premium

PKS Tolak Penghapusan Premium

Selasa, 24 Nov 2020 18:39

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X