Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.552 views

Pemerintah Mulai Jujur Tidak Punya Duit?

 

Oleh: 

Hersubeno Arief, wartawan senior

 

PEMERINTAH akhirnya mulai sedikit lebih jujur. Tidak punya anggaran yang cukup untuk menangani virus corona. Alias tak punya duit!

Karena itu pemerintah mengetuk keikhlasan hati masyarakat dan dunia usaha untuk membantu. Akan dibuka rekening sebagai dompet. Wadah untuk menampung sumbangan itu. Dengan catatan kalau masih ada yang mau. Kalau masih ada yang percaya.

Pengakuan malu-malu itu disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Sekretaris Pengarah Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sri Mulyani.  “Pemerintah akan membuka account khusus di BNPB bagi masyarakat, dunia usaha yang ingin menyumbangkan,” ujar Sri dalam keterangan tertulis Rabu (25/3).

Sri berkilah, dari segi anggaran, pemerintah sebetulnya siap untuk mendukung proses percepatan penanganan corona. Namun opsi ini dibuka, untuk membantu meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah.

Coba perhatikan kosa kata yang digunakan oleh menteri keuangan yang beberapa kali mendapat gelar “terbaik” itu.

Pertama “sebetulnya siap mendukung.” Bukan siap melakukan atau menangani. Dengan kata “mendukung” seolah itu bukan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya.

Kedua “untuk membantu meringankan APBN.” Artinya mengakui APBN kita sudah kedodoran.

Pengakuan ini setidaknya mulai membuka tabir atas fakta-fakta yang coba ditutup-tutupi pemerintah.

Mengapa pemerintah sangat terlambat dalam mengantisipasi dan mengambil kebijakan penyebaran virus corona? Mengapa Presiden Jokowi bersikukuh tidak mau melakukan lockdown?

Kantong kosong, tapi punya ambisi gede, membuat pemerintah telmi. Telat mikir. Jadilah semua keputusan dikaitkan dengan masalah ekonomi. Padahal ini masalah kemanusiaan. Melindungi dan menyelamatkan ribuan jiwa anak bangsa.

Masalahnya jadi runyam karena kemudian dikait-kaitkan dengan masalah politik. Ada hantu yang sangat menakutkan pemerintah akan jatuh atau dijatuhkan bila sampai melakukan lockdown.

Semoga masih ada yang mau dan percaya

Dalam kondisi yang normal, ketika pemerintah tidak mengalami krisis kepercayaan, permohonan bantuan itu harusnya disambut dengan tangan terbuka.

Harusnya masyarakat berbondong-bondong membantu pemerintah ditengah kesulitan seperti saat ini. Toh ini masalah bangsa dan negara. Bukan hanya urusan pemerintah semata. Tanggung jawab bersama!

Ada 100 orang terkaya di Indonesia yang hartanya berjibun. Tidak habis dimakan 7-10 bahkan mungkin 100 keturunan. Harta 4 orang terkaya saja setara dengan 100 juta warga miskin.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dirjen Pajak, ada 565.360 rekening dengan saldo minimal Rp 1 miliar. Sementara yang memiliki saldo minimal Rp 5 miliar sebanyak 100.353 rekening.

Total jumlah rekening sebanyak 295, 02 juta dengan jumlah simpanan perbankan mencapai Rp 5.984,42 triliun. Saldo tabungan 100 ribu orang itu secara prosentase mencapai 47,52% dari total simpanan di perbankan.

Jadi bila dihitung-hitung, 100 ribu orang itu memiliki dana likuid lebih besar dibandingkan APBN tahun 2020 sebesar Rp 2.540 trilyun. Itu baru bicara dana mereka yang tersimpan di dalam negeri. Belum lagi bila ditambah dengan dana mereka di perbankan luar negeri.

Mudah-mudahan belum pada lupa. Dulu kan ada seorang capres bernama Prabowo Subianto menyebut dana WNI yang diparkir di luar negeri sebanyak Rp 11.000 trilyun. Diperkirakan jumlah sesungguhnya jauh lebih besar.

Angka yang disebut Prabowo sangat masuk akal. Pada tahun 2014 Lembaga konsultan McKinsey & Company memproyeksikan, dana orang kaya Indonesia yang diparkir di luar negeri mencapai sekitar US$ 250 miliar pada 2016. US$ 200 miliar diantaranya diparkir di Singapura.

Dengan kurs lebih dari Rp 16 ribu saat ini, tinggal dikalikan saja berapa jumlahnya. Lebih dari Rp 4. 000 trilyun. Jauh lebih besar dari APBN.

Itulah menjelaskan mengapa banyak orang kaya Indonesia saat ini kabur berbondong-bondong, ngumpet di Singapura.

Mereka bisa dengan aman menikmati tabungan di negeri jiran itu, sementara banyak rakyat miskin yang bingung hari ini mau makan apa.

Perilaku mereka jelas beda dengan pengusaha lokal Nurhayati Subakat. Pemilik perusahaan kosmetik Wardah itu, tanpa dihimbau langsung menyumbang Rp 40 miliar membantu sejumlah rumah sakit dan tenaga medis.

Sandiaga Uno melalui program OK OCE menjanjikan akan membantu keluarga yang pencari nafkahnya positif infeksi. Mereka tidak perlu takut kelaparan.

Bagaimana dengan taipan dan konglomerat lain? Hanya pengusaha Tommy Winata yang sudah menyumbang tiga rumah sakit lapangan. Yayasan Budha Tzu Chi bersama Kadin sedang patungan. Targetnya mengumpulkan dana sebanyak Rp 500 miliar.

Sejumlah selebgram juga menggalang dana untuk membantu korban virus Corona. Beberapa lembaga amal seperti Baznas, termasuk Front Pembela Islam (FPI) yang sering dituduh radikal, tanpa ba…bi bu….langsung turun tangan.

FPI melakukan penyemprotan disinfektan. Di Tangerang, Banten FPI malah membantu menyempot dua gereja.

Secara diam-diam, tidak dipublikasikan media massa, banyak warga yang mengambil inisiatif membantu tetangga kiri kanan yang kesusahan.

Cuma kalau berharap mereka berbondong-bondong membantu menyumbang pemerintah, rasanya kok agak sulit ya. Semoga kesimpulan ini salah.

Pemerintah sudah kehilangan kredibilitas. Public distrust sudah meluas.

Bagaimana mau membantu dan percaya pemerintah kesusahan? 

Dalam situasi semacam ini saja Jubir Menko Maritim Luhut Panjaitan menyampaikan, proyek pembangunan ibukota baru jalan terus. Kantor Bappenas melalui akun resminya malah pamer optimalisasi digital di calon ibukota baru.

Wajar kalau netizen ngamuk-ngamuk, maki-maki. Langsung menyemprot habis pemerintah. Berarti pemerintah sebenarnya masih punya duit dong? Cuma penanganan virus corona bukan prioritas utama?

Ibukota baru jauh lebih penting dibanding ribuan nyawa yang terancam virus dan mati kelaparan.

Ngotot mau bangun ibukota baru, giliran ada bencana kok minta-minta sumbangan. SITU SEHAATTTT? End.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Iran Bertambah Menjadi 4.232 Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Iran Bertambah Menjadi 4.232 Orang

Jum'at, 10 Apr 2020 22:15

Seorang Warga Palestina di Gaza Ditangkap Karena Berupaya Lakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Seorang Warga Palestina di Gaza Ditangkap Karena Berupaya Lakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Jum'at, 10 Apr 2020 22:00

Muhammadiyah dan BNPB Sepakat Gotong Royong Kunci Hadapi Corona

Muhammadiyah dan BNPB Sepakat Gotong Royong Kunci Hadapi Corona

Jum'at, 10 Apr 2020 21:59

Kanada Ancam Lakukan pembalasan Atas Pembatalan Pengiriman Pasokan Medis oleh AS

Kanada Ancam Lakukan pembalasan Atas Pembatalan Pengiriman Pasokan Medis oleh AS

Jum'at, 10 Apr 2020 21:35

Israel Konfirmasi Kasus Virus Corona Lampaui 10.000

Israel Konfirmasi Kasus Virus Corona Lampaui 10.000

Jum'at, 10 Apr 2020 21:05

Turki Akan Lacak Pasien Virus Corona dengan Aplikasi Telepon Pintar

Turki Akan Lacak Pasien Virus Corona dengan Aplikasi Telepon Pintar

Jum'at, 10 Apr 2020 20:35

Penerima Paket Sembako Dapat Surat 'Cinta' dari Gubernur Anies

Penerima Paket Sembako Dapat Surat 'Cinta' dari Gubernur Anies

Jum'at, 10 Apr 2020 19:59

Update 10 April 2020 Infografis Covid-19: 3512 Positif, 282 Sembuh, 306 Meninggal

Update 10 April 2020 Infografis Covid-19: 3512 Positif, 282 Sembuh, 306 Meninggal

Jum'at, 10 Apr 2020 16:43

Syubhat Anjuran Merokok di Tengah Wabah Covid-19

Syubhat Anjuran Merokok di Tengah Wabah Covid-19

Jum'at, 10 Apr 2020 16:27

Islamic State Lancarkan Serangan Mendadak di Kota Sukhna Suriah, 18 Tentara Assad Tewas

Islamic State Lancarkan Serangan Mendadak di Kota Sukhna Suriah, 18 Tentara Assad Tewas

Jum'at, 10 Apr 2020 15:05

Perempuan: Antara Covid'19 dan Deklarasi Beijing+25

Perempuan: Antara Covid'19 dan Deklarasi Beijing+25

Jum'at, 10 Apr 2020 11:32

Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit, Musni Umar: Fakta Tak Sesuai Mimpi dan Harapan

Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit, Musni Umar: Fakta Tak Sesuai Mimpi dan Harapan

Jum'at, 10 Apr 2020 09:35

Ombudsman: Pembiaran Terhadap Kelangkaan Masker dan APD Termasuk Maladministrasi

Ombudsman: Pembiaran Terhadap Kelangkaan Masker dan APD Termasuk Maladministrasi

Jum'at, 10 Apr 2020 08:56

Rapat dengan Gubernur BI, Anis Ingatkan Kebijakan Moneter Bukan Segalanya

Rapat dengan Gubernur BI, Anis Ingatkan Kebijakan Moneter Bukan Segalanya

Jum'at, 10 Apr 2020 07:52

Antara Imun, Iman, dan Islam

Antara Imun, Iman, dan Islam

Jum'at, 10 Apr 2020 06:31

Isu Corona Muncul, Isu Anak Hilang

Isu Corona Muncul, Isu Anak Hilang

Jum'at, 10 Apr 2020 01:11

PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

Kamis, 09 Apr 2020 23:39

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Kamis, 09 Apr 2020 22:50

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Kamis, 09 Apr 2020 22:24

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Kamis, 09 Apr 2020 22:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X