Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.778 views

Misi Politik GAR Alumni ITB yang Gagal

 

Oleh:

M. Rizal Fadillah || Pemerhati Politik dan Kebangsaan

 

NAFSU Gerakan Anti Radikal (GAR) Alumni Intitut Teknologi Bandung (ITB) untuk merusak nama baik Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA. nyaris gagal. Alih alih Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memproses laporan GAR alumni ITB, malahan kini GAR yang mengalami gegar sosial. Giliran GAR menerima pukulan publik bertubi-tubi.

Ketua KASN Agus Pramusinto menyatakan bahwa KASN tidak berkomentar apa-apa, dan menegaskan laporan GAR ITB tidak memiliki bukti atas pelaporannya. Karenanya KASN langsung saja melanjutkan laporan tersebut ke pihak Satgas Penanganan Radikalisme dan Kementrian Agama. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas menanggapi dengan dingin.

Yaqut yang biasa ribut soal radikalisme, ektrimisme dan intoleransi ternyata menyarankan agar tidak gegabah dalam menilai radikal dalam kasus pelaporan Prof Din Syamsuddin. Sikap Menag Yqut ini sejalan dengan pandangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebelumnya PBNU dan PP Muhammadiyah sekapakat menolak anggapan Prof Din Syamsuddin dituduh radikal.

Sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) keagamaan terbesar di Indonesia itu menyatakan tuduhan GAR bahwa Prof. Din Syamsuddin radikal, sangat tidak berdasar dan tidak mempunyai bukti konkrit. Selain PBNU dan PP Muhammadiyah, banyak tokoh nasional yang tampil mengecam GAR alumni ITB, dan membela Prof. Din Syamsuddin yang masih menjadi dosan tetap di UIN Syarif Hidayatullah itu.

Para tokoh  itu, mulai dari Prof. Azyumardi Azra, Hidayat Nur Wahid, Marsudi Syuhud hingga Mahfud MD. Publik menilai GAR alumni ITB kini sebagai model buzzer penguasa. Keluar dari citra akademisi, dan menjadi sebuah kelompok politik kepentingan sesaat. Berujung bukan saja mendesak pembubaran, tetapi juga langkah penindakan hukum. Perbuatan GAR alumni ITB dapat dikualifikasikan kriminal.

Reaksi sesama alumni ITB muncul juga bermunculan. Kali ini kelompok organisasi Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila dan Anti Komunis (KAPPAK) membuat pernyataan menohok. Meski mengaku terlambat, akan tetapi tajam dalam mengkritisi. KAPPAK mendesak Rektorat dan Senat ITB agar menindak tegas GAR alumni ITB karena ikut campur dalam urusan internal ITB.

Demikian juga dengan dosen yang terlibat agar ditertibkan karena dinilai  telah merusak kredibilitas ITB. KAPPAK yang berangkat dari penegakan nilai Pancasila dan Anti Komunis mengingatkan agar seluruh alumni ITB harus menjunjung tinggi kebebasan berfikir, berkarya, dan berkiprah pada platform ilmiah dalam kawalan nilai-nilai Pancasila.

KAPPAK juga meminta agar Ikatan Alumni (IA ITB) segera mengambil sikap terhadap kelompok “anti radikal” tersebut. Mungkin KAPPAK melihat ada nilai-nilai “anti Pancasila” dalam gerakan ini. GAR mencoba untuk berlindung dibalik isu-isu radikalisme. Namun patut diduga ada maksud-maksud lain, misalnya untuk menciptakan kekacauan dan perpecahan di lingkungan ITB.

Reaksi luas atas sikap GAR alumni ITB yang tendensius dan berbau buzzer politik ini, menyebabkan banyak pertanyaan atas keberadaan GAR ITB tersebut. Banyak pihak mulai menguliti kelompok ini. Mulai dari aspek SARA, konteks etnis dan agama dibongkar. Apalagi keberadaan “orang pemerintahan” sebagai inisiator dan provokator, hingga privasi sang juru bicara pun mulai diselidiki dan dikomentari.

Pencatutan terhadap nama-nama para pendukung GAR alumni ITB mulai dipersoalkan. Disamping gegar sosial GAR mengalami gegar moral. Akibatnya, rencana busuk GAR terbaca juga oleh publik. Hanya karena selama ini Prof. Din Syamsuddin selalu kritis dalam mengoreksi berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Memang pilihan terbaik untuk stabilitas dan kredibilitas ITB sebagai perguruan tinggi perjuangan yang  terkenal banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang hebat, adalah segera untuk menindak GAR ITB. Bubarkan GAR adalah pilihan yang paling sederhana. Kebijakan lebih dari itupun adalah hal yang wajar. GAR telah merusak citra ITB, moral akademis serta menghancurkan nilai dan karakter mulia bangsa.

Ketika bangsa ini mewaspadai ancaman perusakkan nilai-nilai Pancasila dan bahaya komunisme, model gerakan politik GAR alumni ITB seperti ini harus dengan cepat diantisipasi dan dieliminasi. Sikap yang berlambat-lambat dapat menimbulkan bencana untuk banga dan ITB. GAR ITB telah gagal melakukan kudeta moral dan intelektual.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Jum'at, 03 Feb 2023 13:45

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Jum'at, 03 Feb 2023 10:02

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42


MUI

Must Read!
X