Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.752 views

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

 

Oleh: 

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

PUTUS harapan tak boleh. Pesimis wajar. Begitu mungkin advis terbaik dalam melihat destinasi kasus pembunuhan sadis 6 warga negara Indonesia yang berstatus sebagai anggota FPI. Mereka ditembak mati oleh aparat negara dalam insiden penguntitan rombongan Habib Rizieq Syihab (HRS) di jalan tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020.

Masih adakah harapan penegakan keadilan? Per hari ini, harapan masih ada. Sebab, pembunuhan itu tetap menjadi salah satu topik pembicaraan luas di kalangan media dan warga internet (netizen). Sorotan ke pemerintah sebagai penyelenggara penegakan keadilan, masih sangat kuat.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), saat ini sedang hangat diperdebatkan. Ketua Komnas, Ahmad Taufan Damanik, sudah menyampaikan langsung temuan, kesimpulan, dan rekomendasi kepada Presiden Jokowi, Kamis (14/1/2021). Meskipun rekomendasi itu disambut publik waras dengan perasaan kecewa. Kecewa karena ada kesan Komnas tak berani apa adanya.

Presiden memerintahkan agar rekomendasi Komnas HAM ditindaklanjuti. Secara normatif, pernyataan Jokowi ini cukup untuk membangkitkan semangat optimistik bahwa pembunuhan ini akan diadili sebersih mungkin.

Cuma, harap diingat, pengalaman masa lalu menunjukkan penyelesaian kejahatan HAM selalu kandas. Khususnya kasus-kasus yang menyeret nama-nama besar yang bisa melakukan apa saja. Kalau pun tidak kandas, sangat lumrah penyelesaiannya didasarkan pada inspirasi, bukan esensi.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, adalah salah satu contoh penyelesaian yang dipenuhi banyak inspirasi. Esensi kasus Novel tak muncul sama sekali. Tertutup oleh inspirasi..

Publik berharap, proses lanjutan perkara pembunuhan yang masuk kategori “pelanggaran HAM” (bukan pelanggaran HAM berat) ini bisa bebas dari inspirasi pihak mana pun. Biarkanlah esensi peristiwa yang menjadi pedoman. Jangan ada naskah yang telah disiapkan oleh pihak tertentu yang akhirnya diikuti oleh pelaksana rekomendasi.

Novel Baswedan berpendapat penyelesaian kasus penyiksaan terhadap dirinya penuh dengan inspirasi. Yaitu, inspirasi yang melindungi pihak yang memberikan perintah penyiraman air keras ke wajah Novel.

Begitu juga pendapat para ahli dan publik tentang penyelesaian kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib. Diduga kuat, seorang berpangkat jenderal terlibat pembunuhan Munir pada 7 September 2004 ketika dia dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia. Majelis hakim yang mengadili kasus ini menghukum pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto, sebagai pelaku pembunuhan. Dia bebas murni pada 29 Agustus 2018. Tidak penuh menjalani hukuman 14 penjara tahun.

Hingga sekarang belum bisa diungkap aktor yang memberikan perintah kepada Pollycarpus. Pemberi perintah itu “wajib ada” karena sulit mencarikan alasan pilot Garuda itu menghabisi Munir. Sekarang, kasus Munir semakin gelap. Polly meninggal dunia belum lama ini karena Covid.

Kisah-kisah penyelesaian yang penuh inspirasi seperti inilah yang mungkin akan membayangi penyelesaian kasu pembunuhan 6 pemuda FPI. Komnas HAM menyimpulkan 4 di antara 6 orang itu dibunuh sewaktu mereka berada di tangan aparat negara. Aparat negara harus bertanggung jawab.

Tetapi, para aparat bawahan itu hampir pasti hanya mengikuti perintah atasan mereka. Mata rantai komando ini harus diuraikan dengan transparan. Jangan lagi ada “orang besar” yang disembunyikan.

Perintah Presiden Jokowi agar rekomendasi Komnas HAM ditintaklanjuti, memang cukup membesarkan hati. Tetapi, rekomendasi dan implementasi adalah dua hal yang selalu bertolak belakang seperti selama ini. Proses hukumnya seringkali mengundang “distrust” (ketidakpercayaan) publik.

Belum lagi dimulai proses tindak lanjut yang diusulkan Komnas HAM, publik sudah lebih dulu skeptis. Sejumlah netizen mengatakan, “Percayalah, kasus pembunuhan sadis 6 pemuda itu bakal lenyap juga.”

Tapi, marilah tetap berharap dan mengawal kasus ini. Semoga tidak menguap pelan-pelan di makan waktu.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 13:26

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Kamis, 25 Feb 2021 11:15

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Kamis, 25 Feb 2021 08:54

Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29


MUI

Must Read!
X