Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.347 views

Demi Nyawa Rakyat, Anies Hadapi Para Taipan

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pekan ini, media dipenuhi oleh berita tentang "teguran" Anies kapada sejumlah korporasi. Bukan kepada pegawai DKI, bukan juga kepada orang kecil-miskin yang hidupnya susah. Kali ini, Anies  menegur karas para pemilik perusahaan. Para konglomerat besar yang memaksa anak buah masuk kerja untuk ambil risiko terinveksi covid. Bahkan ada wanita hamil yang juga ikut ambil risiko itu.

Wanita hamil lebih besar risikonya. Jika terinveksi, maka proses melahirkan akan sangat berisiko. Saat melahirkan, seorang wanita mesti dalam keadaan fit, sehat, dan kuat. Butuh tenaga ekstra. Orang yang terinveksi covid akan lemah, kehilangan tenaga dan rentan meninggal.

Banyak perusahaan yang non-kritikal dan non-esensial tetap mewajibkan karyawannya masuk. Jelas, ini melanggar PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Perusahaan kritikel juga ada yang melanggar, karena karyawan yang masuk melebihi 50 persen.

Tidak saja memulangkan para karyawan, Anies juga memampang foto pemilik perusahaan yang melanggar dan memprosesnya secara pidana.

Selama ini, banyak konglomerat yang merasa aman ketika melanggar aturan. Dengan uang, seolah semua bisa dinegosiasikan. Sementara rakyat kecil, jika melakukan kesalahan, dijerat hukuman dan terbatas kemampuannya melakukan pembelaan.

Kali ini, situasi berbalik. Di tangan Anies, aturan tidak hanya berlaku bagi "orang kecil", tapi juga untuk "orang-orang besar" yang seringkali dapat akses untuk membeli aturan.

"Lanjut Nis..." Kata netizen. Sikap tegas Anies banjir dukungan. "Bila perlu, sikat saja", kata netizen yang lain. Rakyat senang melihat ketegasan dan keadilan yang dipertontonkan Anies di depan para taipan itu.

"Sanksi bukan untuk memuaskan hati, tapi sanksi untuk menegakkan aturan", kata Anies.

"Mau siapa kamu, sebanyak apa kekayaan dan perusahaanmu, sebesar apa kekuatan di belakangmu, melanggar tetap melanggar, dan harus ditindak. Hukum harus tegak dan berlaku untuk semua pihak. Kaya miskin, orang kecil maupun orang besar, sama". Begitu kira-kira kalau kita terjemahkan sikap Anies hari ini.

Anies memang beda. Gak perlu gebrak meja, karena itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Jika beberapa pemimpin suka marahi anak buah dan rakyatnya di depan umum, dengan suara keras dan gebrak meja, Anies justru marah kepada pemilik perusahaan besar yang jelas-jelas melanggar aturan dan membahayakan nyawa anak buahnya. "orang-orang seperti bapak ini egois dan tidak bertanggung jawab", kata Anies. Tanpa suara tinggi, hanya atur intonasi yang menunjukkan bahwa Anies sedang serius marahnya. No teriak, No maki-maki, No gebrak meja.

Sikap Anies mungkin oleh sejumlah pihak dianggap tidak populer. Bahkan secara politik, ini punya risiko. Membuat sebagian konglomerat tersinggung dan tidak mendukung.

Tak menutup kemungkinan akan ada serangan balik. Uang mudah untuk melakukan hal semacam ini. Membayar buzzer untuk hajar Anies. Peristiwa ini juga akan menjadi ruang bagi "haters" untuk bully Anies.

Selain banyak pendukung, sejumlah survei mengungkap bahwa "haters" Anies juga lumayan. Ini konsekuensi seorang pemimpin yang lahir di saat rakyat sedang terbelah. Yang satu mendukung, yang satunya lagi mengambil posisi sebagai "haters". Alasan jadi "haters" cuma satu: "Anies dipilih oleh kelompok lawan". Sesimpel itu. Sebuah sikap yang memang jauh dari  rasional.

Pokoknya, apapun yang dilakukan Anies itu pasti dianggap salah. Di mata mereka, Anies gak ada benernya sama sekali. Mestinya, pandemi mengakhiri keterbelahan itu. "Mari kta bersama-sama hadapi covid ini", kata Anies.

Keterbelahan ini akan dengan sendirinya mencair jika pilpres 2024, Anies berpasangan dengan tokoh yang didukung mereka. Khofifah, Ganjar Pranowo, atau Puan Maharani misalnya. Pasti cair!

Anies yang terus berupaya merangkul mereka, telah secara signifikan mengurangi  jumlah "haters". Ini juga data survei. "Haters" yang sering muncul saat ini umumnya bukan warga Jakarta, sebagaimana pernah disinggung oleh Refly Harun.

Nyawa rakyat Jakarta lebih penting dari semua risiko politik itu. Seorang pemimpin mesti berani ambil risiko jika itu menyangkut nasib dan terutama nyawa rakyatnya.

Dalam hal ini, Anies menunjukkan sikap kenegarawanannya. Mengabaikan semua citra diri demi untuk menegakkan aturan dan melindungi nyawa rakyatnya.

Bagi seorang pemimpin, nyawa dan nasib rakyat itu menjadi prioritas yang tidak bisa ditukar apapun. Begitu kira-kira prinsip yang jadi pegangan Anies.

Dengan support pemerintah pusat, Anies terus memastikan bahwa aturan PPKM Darurat di Jakarta bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Dengan begitu, diharapkan angka terinveksi covid bisa segera dapat ditekan, dan jumlah kematian warga ibu kota bisa diminimalisir. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 8 Juli 2021

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25


MUI

Must Read!
X