Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.178 views

PPKM Darurat dan Ironi Impor TKA China

 

Oleh: Siti Saodah, S. Kom

PPKM (Pemberlakuan Pembebasan Kegiatan Masyarakat) darurat saat ini sedang diberlakukan seluruh Jawa dan Bali tujuannya untuk menekan penyebaran covid-19 di masyarakat. Karyawan kantoran ada yang melakukan WFH 50 persen bahkan ada yang 100 persen melakukan WFH selama PPKM darurat diberlakukan. Masyarakat diminta untuk mengurangi rutinitas keluar rumah kecuali keperluan darurat atau yang berkaitan kebutuhan sehari-hari. Masyarakat yang melanggar aturan pemerintah akan diberikan denda atau sanksi pidana.

PPKM darurat diberlakukan hanya untuk warga negeri ini saja, faktanya beberapa TKA asing masuk ke Indonesia selama PPKM darurat.  Dilansir dari antaranews.com, menurut Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I, ia membenarkan kedatangan TKA Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanudin Makasar. Menurutnya TKA Tiongkok yang berjumlah 20 orang merupakan pekerja kontrak untuk membangun smelter. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu Andi Dermawan Bintang mengecek para TKA Tiongkok kemudian didapati bahwa mereka belum mengantongi izin untuk mempekerjakan mereka dari pemerintah pusat yaitu Kementerian terkait.

Masuknya TKA di masa PPKM darurat saat ini membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kebijakan pemerintah. Mereka para TKA jelas-jelas dapat membawa varian baru covid-19. Pemerintah seharusnya komitmen dengan kebijakan yang dibuat bukan malah mencederai hati rakyat. Belum juga tuntas kasus penanganan covid-19, varian baru covid pun masuk ke negeri ini. Ditengarai mayoritas varian baru ini dibawa oleh mobilitas orang dari luar negeri.

Pemerintah telah lalai dengan memberikan izin masuk TKA untuk bekerja dalam kondisi yang tidak menentu seperti saat ini. Kebijakan pemerintah yang dibuat memerintahkan para karyawan dan masyarakat untuk membatasi mobilitas namun memberikan peluang kepada TKA untuk melenggang.

Kasus lonjakan varian baru covid tak bisa dianggap enteng, pasalnya ini berkaitan dengan mobilitas orang ke luar negeri dan dalam negeri. Pembatasan akses masuk dan ke luar negeri harusnya mampu menekan angka covid dan memberikan rasa aman, namun sayang penguasa tak membuat keputusan pembatasan akses tersebut.

Ironi, pemerintah dengan kebijakan PPKM saat ini membuat publik kembali bertanya. Benarkah kebijakan yang dibuat murni dari pemerintah atau ada campur tangan asing? Faktanya TKA malah diberikan kebebasan masuk ke dalam negeri. Wajar saja jika rakyat curiga bahwa campur tangan asing begitu kental dalam politik kebijakan penguasa. Proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah pun merupakan investasi asing.

Pemerintah berdalih bahwa TKA tersebut merupakan bagian dari proyek investasi asing. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah tak dapat lepas dari pengaruh asing. Pemerintah jelas lebih mementingkan TKA ketimbang negaranya yang saat ini sedang berjuang mengatasi wabah.  

Lalu, bagaimana Islam menyikapi hal ini?

Syariah islam memiliki aturan dalam masalah investasi asing. Dalam bidang ekonomi, kepemilikan dibagi menjadi tiga yaitu kepemilikan umum, kepemilikan negara dan kepemilikan individu.

Kepemilikan umum yang meliputi padang, rumput, air dan api seperti pertambangan, minyak bumi, batubara, hutan dan lainnya, tidak boleh dimiliki oleh individu, negara bahkan asing. Negara wajib mengelola kepemilikan umum kemudian hasilnya digunakan untuk kepentingan umat secara adil. Kepemilikan umum tersebut tidak boleh sampai berpindah tangan ke pihak mana pun.

Jika ada pihak asing atau swasta yang ingin mengelola kepemilikan umum maka hal itu dilarang. Jika ada, maka dilihat dulu bagaimana status kewarganegaraannya. Semua hal tadi dapat terlaksana jika ada negara yang mampu menerapkan sistem ekonomi islam. Namun sayang sistem ekonomi islam tidak dapat diterapkan dalam negara kapitalis saat ini. Waalahualam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25


MUI

Must Read!
X