Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
31.598 views

Strategi Katolik Van Lith: Meminggirkan Melayu, Membiarkan Mistik Jawa

SOLO (voa-islam.com) – Bertumbuh kembangnya misi Katolik di Jawa tidak dapat dipisahkan dari kiprah Fransiscus Georgis Josephus van Lith atau dikenal dengan Frans van Lith. Ia adalah seorang imam Yesuit asal Oirschot, Belanda yang meletakkan dasar Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Ia pula mengkristenkan Jawa dan menumbuhkan misionaris dari kalangan pribumi. Ia datangi keluarga bangsawa di sekitar Kraton Yogyakarta dan Pakualam.

Dengan didapatkannya bibit unggul dari kalangan priyayi, telah melahirkan kelompok elit baru yang menjadi panutan di lingkungannya masing-masing. Usaha Van Lith tidak sia-sia. Terbukti pada tahun 1940, Mgr. Soegijopranoto ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia.

Van Lith lah, misionaris yang membabtis orang-orang Jawa pertama di Sendangsono, mendirikan sekolah guru di Muntilan, memperjuangkan status pendidikan orang pribumi pada masa pendudukan colonial Belanda. Pada 14 Desember 1904, Van Lith membaptis 171 orang desa dari daerah Kalibawang di Sendangsono, Kulon Progo. Peristiwa ini dipandang sebagai lahirnya Gereja diantara orang Jawa, dimana 171 orang menjadi pribumi pertama yang memeluk Katolik. Lokasi pembatisan ini yang sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.

Ketokohan Van Lith ini dikenang secara khusus oleh kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta pada tanggal 10 Oktober 1989. Dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan puluhan ribu umat Katolik di stadion Kridosono Yogyakarta, Paus Paulus Yohanes II menyampaikan, bahwa kedatangannya adalah untuk mengenang mereka yang telah meletakkan dasar bagi umat Katolik di Pulau Jawa, yaitu Romo Van Lith dan dua orang muridnya, Mgr. Soegijapranata dan IJ Kasimo.

Tahun 1904, Van Lith menkonsentrasikan kegiatannya pada pengembangan sekolah. Sejalan dengan kebijakan politik etis Belanda, peran guru menjadi sangat sentral dalam masyarakat. Apalagi Van LIth mulai merasakan keberhasilan misi dalam menkonversikan keagamaan pada murid di Kolese Xaverius.

Pembukaan sekolah-sekolah desa sejak tahun 1907 merupakan permulaan riil dari pendidikan massal mengikuti cara Barat di seluruh wilayah Hindia Belanda, tebukti mendatangkan peluang kerja yang besar bagi jebolan sekolah Muntilan. Anak-anak lelaki yang masuk sekolah ini semuanya muslim. Mereka semua tamat sebagai orang Katolik. Tahun 1940, Mgr. Soegijapranata ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia.

Inkulturasi Ala Van Lith

Meskipun pendidikan menjadi strategu utama Van Lith dalam melakukan penetrasi misi Katolik ke kalangan pribumi, akan tetapi Van Lith juga tidak melupakan strategi kebudayaan yang diharapkan dapat mengembangkan Katolik di Jawa. Itulah sebabnya Van Lith mengadopsi unsure-unsur budaya Jawa yang sudah dilepaskan unsur keislamannya.

“Strategi Yesuit atau misi Katolik pada paruh abad ke-20, hal yang dianggap penting adalah penyesuaian dengan budaya Jawa. Semua konfrontasi langsung dengan agama Islam mesti dihindari.” Demikian Kareel Steenbrink dalam tulisannya.

Bagi Van Lith, orang Jawa yang masuk Katolik justru disarankan untuk menjauhkan diri dari kebudayaan Eropa, karena masuk Katolik bukan berarti menerima peradaban Barat. Sebaliknya, orang Katolik justru harus melanjutkan hidupnya dalam kebudayaan Jawa.

Beberapa langkah pragmatis Van Lith dalam mengintervensi budaya Jawa diantaranya adalah dengan menghadiri selamatan orang Islam, terus melaksanakan khitan, yang pada umumnya bukan merupakan hal yang sulit bagi orang-orang Katolik, asal mereka tidak diwajibkan mengikuti doa Islam yang dipakai di acara itu.

Van Lith menyadari bahwa proses Islamisasi yang belum selesai di Pulau Jawa memberikan peluang yang besar untuk misi penginjilan secara luas. Oleh karena itu, Van Lith melakukan sekularisasi budaya Jawa, yaitu memilahkan unsur-unsur pembentuk budaya Jawa dan menyingkirkan variable Islamnya, Penolakan terhadap pengajaran bahasa Melayu juga dimaksudkan untuk mencegah masuknya pengaruh Islam, sebab bahasa Melayu identik dengan pengembangan dakwah Islam.

Uniknya, Van Lith pernah mengusulkan supaya orang Katoliok dikawinkan oleh penghulu, karena penghulu tidak dianggapnya sebagai pegawai atau pejabat agama, tetapi sebagai sipil saja: selama penghulu mengawinkan tanpa formula Islam, maka mestinya orang Katolik tetap kawin dihadapan penghulu.

Eksperimen budaya yang dilakukan Van Lith memang tidak selamanya berhasil. Upaya untuk menikahkan pasangan Katolik dihadapan penghulu tidak pernah direalisasikan. Meski demikian, pemisahan antara budaya Jawa dengan Islam terus berjalan intensif. Generasi Katolik Pribumi didikan Van Lith terbukti mampu melahirkan banyak tulisan mengenai budaya Jawa. Sebut saja tulisan tentang tarian-tarian orang Jawa, Masjid di Jawa, gamelan, rumah pangeran Jawa dan Gereja Katolik bergaya Jawa. Artikel-artikel tersebut dimuat dalam majalah St. Claverbond yang terbit 10 kali setiap tahun.

Ada satu karya tulis dari pastur Jesuit yang dianggap mampu menangkap inti dari kebudayaan Jawa, yaitu disertasi dari Petrus Joshepus Zoetmulder yang terbut di tahun 1935 (telaah Serat Centhini dan karya sastra suluk Jawa).

Mengenai Zoetmulder ini, Prof. Mukti Ali sampai harus member catatatn khusus. Pastor Zoetmulder dengan serius mempelajari agama-agama di Jawa termasuk Islam, khususnya Islam Jawa. Ia juga membahas aspek-aspek mistik Islam dan mistis Islam Jawa.

Mengikuti Van Lith, pastor Zoetmulder berupaya meminggirkan peran Islam dalam membentuk theology Jawa, dan menjadikan pandangan Atman dari tradisi Hindu sebagai actor utama pembentuk theology Jawa.

Misionaris Lain

Selain Van Lith – untuk wilayah Yogyakarta, ada nama lain yang menjadi pioneer misi Katolik di Pulau Jawa. Tokoh misionaris itu adalah Pastor Henri Van Driessche, seorang berkebangsaan Belanda yang berkomunikasi secara lancar dalam bahasa Jawa. Dengan bahasa Jawa halus, ia telah menempatkan orang Jawa pada posisi yang dihormati. Bahkan Pastor Henry berusaha untuk melebur/menyatu dengan kultur Jawa demi menjalankan misinya. Melantunkan tembang Jawa dengan kearifan lokal, salah satunya.

Pastor Henry Van Driessche memulai pengajaran agama Katolik untuk masyarakat Yogyakarta di rumah R.P. Himawidjaja (orang tua salah satu siswa kolese Muntilan). Meskipun jumlah siswa saat itu masih sedikit, jerih payah pastor Henry membuahkan hasil. Pada 5 Agustus  1915, ia mulai melakukan pembatisan, yang kemudian disusul dengan pembatisan baru terhadap 13 orang dewasa pada Juli 1916.

Lebih lanjut, seiring dengan semakin banyaknya jemaat, Pastor Henry mulai memikirkan perlunya suatu tempat ibadah khusus bagi orang-orang Jawa, sebab gereka yang ada, yaitu Santo Fransiskus Xaverius terlalu kecil untuk menampung umat Eropa dan Jawa secara bersama-sama. Untuk itu Henry mengatur sebuah ruangan yang cukup besar sebagai tempat ibadat yang kemudian cikal bakal Gereja katolik Santo Yusup Secodiningratan. [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Selasa, 22 Jun 2021 10:30

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Selasa, 22 Jun 2021 10:00

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Selasa, 22 Jun 2021 09:16

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Selasa, 22 Jun 2021 08:54

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59


MUI

Must Read!
X