Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.014 views

Aroma Liberalisasi di Balik Gelar Negara Paling Santai

 

Oleh:

Ernadaa Rasyidah, member Akademi Menulis Kreatif

 

INDONESIA adalah negeri dengan sejuta potensi yang dimiliki, sumber daya alam yang melimpah dan panorama alam yang indah, menjadi target negara-negara imprealis untuk ikut merasakannya. Berbagai macam destinasi wisata bisa ditemukan di negeri dengan sebutan zamrud khatistiwa ini. Mulai dari pantai, laut, pegunungan, hutan, danau, pulau dan sungai bisa ditemukan di sini. 

Selain kaya akan SDA, negeri ini juga memiliki potensi SDM yang tidak bisa dipandang sebelah mata, negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yang sangat potensial menjadi benih kebangkitan Islam di masa yang akan datang.

Hal ini disadari betul oleh negara kapitalis barat dan sekutunya, yang menempatkan Ideologi Islam sebagai rival sejatinya. 

Berbagai cara dan propaganda diupayakan untuk menghalangi kebangkitan tersebut. Salah satunya melalui pemberian gelar negara paling santai di dunia, seperti yang disampaikan oleh agen perjalanan asal Inggris, Lastminute.com menyebut Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The World, atau Negara Paling Santai di Seluruh Dunia.

Kata santai di sini dalam artian positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan. Laporan terbaru ini berdasarkan penelitian terhadap berbagai faktor di suatu negara. Misalnya banyaknya cuti tahunan, polusi suara dan cahaya (lingkungan), hak asasi manusia, budaya, dan banyaknya tempat spa atau retreat. lastminute.com kemudian menyimpulkan penelitian tersebut menjadi 15 destinasi teratas. Hasilnya Indonesia berada di urutan teratas, dengan faktor lingkungan yang unggul dari semua negara, kemudian budaya di peringkat enam, banyaknya cuti di peringkat 13, dan hak asasi manusia di peringkat 14 (travel.kompas.com, 25/01/2019). 

Bukan tanpa sebab, gelar tersebut sarat dengan makna terselubung yang perlu diwaspadai. Pasalnnya upaya liberalisasi dan sekularisasi sangat kental berkedok kunjungan wisata yang terus meningkat. Data BPS menunjukkan, terdapat kenaikan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, dari tahun ke tahun. "Secara kumulatif (Januari–Oktober 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,24 juta kunjungan atau naik 11,92 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 11,83 juta kunjungan. (bps.go.id). 

Sekilas, kunjungan wisata menjadi penyumbang devisa negara yang dinilai sangat menguntungkan. Namun di sisi lain, dampak negatif jangka panjang pasti akan dirasakan. Arus liberalisasi dan sekularisme cepat atau lambat akan mempengruhi kondis SDA dan SDM di negeri ini. 

Dengan meningkatnya kunjungan wisata akan memudahkan para pemilik modal untuk melakukan neo-imprealisme dinegeri ini, karena penjajahan adalah tabiat alami ideologi kapitalisme. Sekukarisme yang menjadi asas kapitalisme akan dengan mudah membaur kedalam budaya masyarakat, budaya barat yang rusak akan menjadi tren yang digandrungi generasi. Menjauhkan agama menjadi hal yang wajib. Perbuatan manusia bebas dari nilai-nilai spiritual, gaya hidup hedon, free sex, narkoba, miras, bisnis esek-esek dan berbagai bentuk penyimpangan terus dipublikasikan. Alhasil akan menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya. Mengikis fitrah beragama untuk tunduk dalam ketaatan pada Allah Sang Pengatur. 

Dengan melihat potensi kerugian jangka panjang yang dihasilkan, gelar negara tersantai bukanlah gelar yang patut diapresiasi, namun harus diwaspadai karena akan menjadi ruang bebas untuk pendangkalan akidah generasi dan terbawa arus gaya hidup liberalisme. 

Karenanya menjadikan objek pariwisata sebagai ladang baru mendulang devisa dan mendongkrak ekonomi bukanlah pilihan tepat. Sudah seharusnya negeri dengan mayoritas muslim ini menggunakan aturan Islam dalam mengolah segala bentuk aset pariwisata, agar tetap terjaga kelestariannya dan tidak menimbulkan kerugian baik materi dan non materi. 

Didukung oleh penerapan ekonomi syariah, yang mengambil alih kepemilikan umum berupa kekayaan alam sebagai sumber pemasukan utama. Bukan justru diberikan kepada pihak asing. Dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang berdaulat sehingga tidak mudah bergantung pada negara lain, shingga bisa mandiri dan disegani. 

Oleh karena itu, dakwah ditengah masyarakat menjadi sangat penting agar tumbuh kesadaran ideologis. Umat harus waspada atas setiap sanjung puji para penjajah yang membuat kita terlena, seraya terus membongkar makar-makar penguasa yang tidak berpihak kepada umat. Membuka semua kedok persekongkolan penguasa dengan para kapitalis agar umat memiliki sebuah kesdaran politik untuk kembali memperjuangkan kemenangan ideologi Islam.

Wallahu'alam bi ash shawwab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jum'at, 23 Oct 2020 10:38

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Kamis, 22 Oct 2020 21:00

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Kamis, 22 Oct 2020 20:15

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X