Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.132 views

Karena Nilai Sekuler, Rusak Adab Sebelanga

 

Oleh:

Chusnatul Jannah, Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban
 

 

HIDUP dalam lingkaran setan bernama sekularisme telah menggerus kepribadian dan karakter manusia. Manusia tak lagi ingat dengan Pencipta. Adab tak lagi diindahkan. Apatah lagi alquran yang hanya dipajang. Tak dijadikan pedoman kehidupan. Lupa diri dan membusung dada. Seolah hidup hanya untuk mengumpulkan materi dan menikmati dunia saja. Mereka tak menyadari kehidupan ini memiliki ujungnya. Yakni kematian. Setelah mati hanya berkawan amal.

Sekularisme telah mereduksi adab. Generasi muda kian jauh dari nila-nilai Islam. Umpatan kasar seringkali terlontar dari anak kepada orangtua atau sebaliknya. Mereka lakukan pembelaan diri, menganggap si anak yang tak tahu diri. Anak pun tak mau kalah, pembelaan dilakukan atas dirinya dengan alasan orangtua tak memberi perhatian dan keteladanan. Anak dan orangtua menjadi korban sistem sekular.

Pun sama dengan para pemimpin kita. Tiket tol naik secara mengejutkan.  Senyap tanpa pemberitahuan. Di saat petani sedang panen, impo malah menjadi solusi andalan. Saat musim mudik datang, tiket pesawat malah makin tak terjamah. Sang menteri bilang tak punya solusi. Pasrah dan akhirnya menyerah. Begitukah adabnya? Rakyat dipaksa menerima kebijakan zalim itu.

Tatkala rakyat dibikin pusing dengan maraknya LGBT dan menjamurnya perzinahan, sang pemimpin malah mengapresiasi tontonan film yang mengajarkan pacaran. Aktivitas pacaran justru difasilitasi bahkan diapresiasi. LGBT pun diberi angin segar atas nama hak asasi. Pemberantasan predator seksual yang banyak memakan korban seakan hanya ilusi.

Korupsi pun memiliki peran melahirkan pemimpin yang tak bermoral. Uang rakyat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Negara terbebani akibat oknum pejabat yang korupsi. Adab sebagai pemimpin entah kemana.

Belum lagi utang menumpuk dengan dalih pembangunan. Negeri ini pun dijajakan dengan kerjasama regional atas nama investasi negara-negara besar. Adab pemimpin hilang sebagai pengurus dan pelayan rakyat. Berbalik arah menjadi pengurus dan pelayan kapital.

Semua pangkal kerusakan dan kezaliman ini bermula ketika kita mulai meninggalkan aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Virus sekular menyebar di semua lini kehidupan. Hingga melahirkan pemimpin yang jauh dari nilai Islam.

Pemimpin sejati haruslah bertolak pada sifat kepemimpinan yang ada pada teladan kita, Rasulullah Muhammad saw. Diantara empat sifat Rasulullah yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah cerdas (fathonah), jujur (shiddiq), menyampaikan apa adanya (tabligh), dan amanah.

Cerdas artinya membuat keputusan dan kebijakan yang memihak rakyat. Jujur berarti antara perbuatan dan perkataan tidak bertolak belakang. Tidak plin plan dan menipu rakyat. Tabligh memiliki maksud bahwa Rasul ialah seorang yang informatif dan pandai berkomunikasi. Dan terakhir, amanah yang artinya bertanggungjawab atas tugas yang dibebankan. Menjalankan sesuai mandat yang diberikan.

Rasulullah mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan tiga perkara. Pertama, apabila rakyat meminta atau membutuhkan belas kasih, maka sang pemimpin wajib berbagi kasih kepada mereka. Kedua, apabila menghukumi mereka maka berbuatlah adil. Ketiga, laksanakan apa yang telah kamu katakan (tidak menyalahi janji) (Imam al Ghazali, al Tibr al Masbuk fii Nasihat al Muluk, hal. 4). Artinya, mental pemimpin yang beradab itu harus alim (berilmu). Seperti kisah Nabi Yusuf dalam firman Allah: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga (amanah), lagi berpengetahuan (alim)." (QS: Yusuf Ayat: 55)

Manusia yang beradab adalah orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah SWT. Setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. Inilah sejatinya adab hamba kepada Rabb-Nya. Bukan malah menyalahi hukum-Nya. Atau malah berpaling dari peringatan-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha [20] : 124). Jika masih diterapkan sistem sekuler, mustahil bisa menghasilkan pemimpin sejati yang beradab dan amanah. 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Sabtu, 18 Jan 2020 19:43

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Sabtu, 18 Jan 2020 19:11

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Sabtu, 18 Jan 2020 18:57

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Sabtu, 18 Jan 2020 18:53

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Sabtu, 18 Jan 2020 18:49

Liberalisasi Pariwisata

Liberalisasi Pariwisata

Sabtu, 18 Jan 2020 18:35

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Sabtu, 18 Jan 2020 18:32

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Sabtu, 18 Jan 2020 18:23

Manfaat Menghindari Riba

Manfaat Menghindari Riba

Sabtu, 18 Jan 2020 18:19

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Sabtu, 18 Jan 2020 18:10

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Sabtu, 18 Jan 2020 18:08

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 18:00

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 18/01/2020 18:35

Liberalisasi Pariwisata