Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.383 views

Fitnah Cadar

 

Oleh:

Jeje Zaenudin,  An Nahla Institute Bekasi

 

BELAKANGAN ini isu cadar (penutup wajah perempuan) kembali mencuat seiring isu adanya rencana Menteri Agama RI untuk melarang penggunaan niqab/cadar bagi ASN dan bagi orang yang masuk kantor kemenag maupun kantor pemerintahan. Walaupun isu itu telah dibantah berulang kali oleh Menag, Fahrur Razi, tapi pembicaraan publik terutama di media sosial terus meluas bahkan cenderung dibesar-besarkan. Saya sendiri ikut tertarik untuk nimbrung mengomentari isu tersebut. Bagaimanakah kita seharusnya memosisikan isu cadar ini? 

Pertama. Secara hukum fikih, sependek yang saya ketahui, tidak ada seorang ulama pun yang menghukumkan bahwa bercadar dalam pengertian menutup seluruh wajah wanita secara total maupun menyisakan kedua matanya, sebagai perbuatan syariat yang wajib. Perdebatan para pakar berkisar seputar sunnah, mustahab (terpuji), mubah, atau bahkan hanya tradisi sebagian masyarakat. Jadi seandainya seorang muslimah tidak memakainya tidak boleh dinilai sebagai meninggalkan syariat yang menyebabkan ia tercela apalagi berdosa. 

Kedua.  Secara sosiologis, penggunaan cadar di lingkungan masyarakat tertentu telah menimbulkan kekakuan bahkan kegaduhan karena terlalu jauhnya jarak perbedaan antar budaya pengguna dengan tradisi masyarakat setempat. Sehingga menimbulkan kecurigaan-kecurigaan berlebihan bahkan kekhawatiran terjadinya clash budaya.    

Ketiga. Secara psikologis cadar sedikit banyaknya menghambat keterbukaan komunikasi. Terutama ketika dialog langsung yang membutuhkan tatap muka dan eskpresi wajah serta mulut dibutuhkan dalam interaksi dan komunikasi. Seperti dalam pergaulan sosial yang membutuhkan saling mengenali wajah diantara mereka, atau seperti seorang guru wanita ketika mengajar di dalam kelas di hadapan anak-anak didiknya. 

Keempat. Dalam pelaksanaannya pemakaian cadar pada sebagian kelompok juga terkesan dipaksakan bukan lagi sebagai sebuah kesadaran lebih berhati-hati dalam menjaga aurat demi menghindari terjadinya fitnah syahwat pandangan karena paras wanita yang dapat menggoda, tetapi telah berubah menjadi semacam identitas kelompok ciri kefanatikan atas suatu mazhab. 

Sebagai faktanya bahwa banyak anak-anak dan gadis kecil yang belum baligh, bahkan terkadang masih balita yang dipaksakan harus mengenakan cadar dengan alasan pembiasaan. Pada sisi lain seorang guru muslimah juga mengenakan cadar saat berinteraksi dengan sesama wanita ataupun dengan anak-anak sekolah yang masih di bawah umur dewasa. Padahal terang benderang bahwa cadar dianjurkan menurut yang berfaham sebagai keutamaan, hanyalah sebagai kehati-hatian dari pandangan laki-laki dewasa yang bukan mahramnya. Maka pemakaian dihadapan sesama wanita dan dihadapan mahram atau dihadapan anak-anak didik yang belum baligh menjadi sesuatu pengamalan yang tanpa makna secara syariat melainkan sesuatu yang dilakukan secara berlebihan atau ghuluw yang tidak disukai oleh agama Islam. 

Kelima. Secara politik dan keamanan telah terbukti bahwa pada masa-masa belakangan mayoritas kaum teroris dan ekstrimis menggunakan cadar bagi kaum perempuan sebagai “syiar” kelompok mereka. Sehingga berdampak fitnah bagi kaum wanita yang baik-baik dicurigai sebagai bagian atau paling tidak ada irisan ideologis dengan kaum ektrimis-teroris. Karena kejadian bom bunuh diri yang dilakukan kaum teroris dimana para kaum wanitanya mengenakan cadar bahkan terkadang teroris itu sendiri yang menyamar sebagai wanita yang bercadar, maka di beberpa negara dikeluarkan larangan bercadar.  

Prancis adalah negara Eropa pertama yang mengeluarkan larangan keras penggunaan cadar di tempat publik yaitu pada April 2011 dengan alasan keamanan. Larangan diikuti dengan ancaman denda 150 Euro atau setara 2.4 juta Rupiah  hingga 30.000 Euro atau setara 480 juta Rupiah bagi yang memaksa orang lain harus bercadar. Nagara Chad yang mayoritas Muslim, umpamanya, pada bulan Juni tahun 2015 telah mengeluarkan larangan keras kaum wanita menggunakan cadar selang dua hari setelah terjadinya bom bunuh diri yang diduga keras dilakukan oleh kelompok ekstrimis Boko Haram yang menelan korban 20 orang tewas mengenaskan. 

Denmark mulai bulan Agustus 2018 juga mengeluarkan larangan keras penggunaan cadar di negaranya dengan alasan yang sama, yaitu demi keamanan. Denda dibebankan kepada mereka yang memaksa memakai cadar sebesar 1000 kroner hingga 10.000 kroner atau setara 2 juta Rupiah hingga 20 juta Rupiah. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah Al Jazair yang melarang penggunaan cadar mulai 18 Oktober 2018 dengan alasan meningkatnya kerawanan gangguan keamanan oleh kaum teroris. 

Total sebelas negara yang sudah mengeluarkan larangan bercadar bagi kaum wanita dengan alasan politik dan keamanan.  Selain yang disebutkan diatas ada Spanyol, Belanda, Belgia, Italy, Kamerun, Negaria, Congo, dan Switzerland.   

 

Sikap yang Bijak

Ada kisah yang diriwayatkan Imam Bukhary, bahwa Muadz bin Jabal adalah seorang sahabat Nabi yang sering melakukan solat Isya dua kali dalam satu malam. Satu kali Muadz shalat Isya berjamaah bersama di Mesjid Nabawy sebagai makmumnya Nabi. Satu kali lagi ia shalat Isya di Mesjid kampungnya menjadi imam bagi penduduk kampungnya. Sampai suatu malam Muadz datang terlambat dari Mesjid Nabawy karena Nabi Saw mengakhirkan shalat Isyanya dan membaca bacaan surat yang panjang.

Kemudian Muadz bin Jabal mulai mengimami kaumnya shalat Isya lalu membaca surat Al Baqarah. Salah seorang dari jamaahnya mundur lalu shalat Isya sendirian di belakang shaf. Setelah selesai shalat para makmum memberi tahu Muadz. Maka Muadz marah dan mengatakan bahwa orang yang memisahkan diri dari berjamaah adalah munafiq. Pagi harinya orang tersebut mengadu kepada Nabi bahwa ia dituduh munafiq karena memisahkan shalat dari Muadz disebabkan ia tidak kuat mengikuti shalat bersama Muadz yang sangat panjang bacaannya dan sudah larut malam.

Rasulullah murka sekali dan menyuruh memanggil Muadz. Saat Muadz tiba, Rasulullah menegurnya dengan keras dan nada yang masih murka. Sehingga Muadz mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat Nabi semurka itu sejak ia memeluk Islam. Nabi berkata, “Apakah kamu pembuat fitnah, wahai Muadz?!” (a fattânun anta ya mu’adz?) beliau mengulang-ulang perkataan itu tiga kali. Sementara Mua’adz hanya tertunduk menyesal. Kemudian Nabi melanjutkan, “Jika kamu mengimamami manusia, hendaklah kamu ringankan bacaanmu karena diantara makmum itu ada orang sakit, orang lemah atau yang sedang ada keperluan. Bacalah oleh kamu surat Asy Syamsu atau Sabbihis…!”.

Pelajaran penting dari riwayat sahih di atas, bahwa melaksanakan yang sunnah sekalipun jika menimbulkan suatu keberatan apalagi menyulitkan orang lain dapat berakibat jadi fitnah pada agama. Siapa yang dapat menampik bahwa mengakhirkan shalat Isya dan memanjangkan bacaanya adalah Sunnah Nabi yang mulia, bahkan sebaik-baik shalat adalah yang paling lama berdiri bacaannya dan khusyuknya sebagaimana Nabi sabdakan dan amalkan, tetapi menjadi berubah kedudukannya ketika memanjangkan bacaan shalat Isya tersebut diamalkan pada situasi dan kondisi para jamaahnya yang tidak tepat.

Memanjangkan bacaan shalat yang sunnah itu bisa mengundang fitnah yang berupa keengganan dan kebencian pada shalat berjamaah (Ibnu Hajar, Fathul Bâry, II : 191). Fitnah yang dimaksud disini adalah “dapat memalingkan manusia dari agama dan membawanya kepada pemahaman sesat”.  (Imam Al Baghawi, Syarhu Sunnah III : 72)  Yaitu menyebabkan manusia jadi merasa berat dan susah untuk beribadah lalu jadi salah faham bahkan jadi membenci perkara yang sunnah dalam agama Islam. 

Dalam banyak kasus, Nabi Saw menangguhkan bahkan membatalkan suatu amalan yang sunnah dan utama karena melihat adanya kesulitan yang bisa muncul ditengah umat. Sebagaimana beliau bersabda, “Sekiranya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, aku akan suruh mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. Demikian juga sabdanya, “Kalaulah bukan karena kaumku baru memeluk Islam, aku ingin merubah bangunan Ka’bah itu!”. 

Kembali ke isu pelarangan cadar, jika kita mencermati fenomena belakangan ini, cadar telah menjadi salah satu isu yang menjadi fitnah. Bagi sekelompok ekstrimis dan teroris, cadar telah dieksploitasi dari sekedar amalan mustahab menjadi sebagai syiar utama dan identitas mazhab mereka bahkan menjadi modus penyamaran dalam melakukan bom bunuh diri yang dikecam oleh syariat Islam. Sebaliknya bagi kaum leberalis dan islamphobia, isu cadar menjadi senjata untuk menyerang gerakan Islam. Bahwa semakin Islam diamalkan semakin sempit ruang gerak dan hak-hak kaum wanita dan semakin terbuka perilaku diskriminatif yang berdasar gender. 

Menyikapi situasi fitnah seperti ini sepatutnya kita juga bersikap bijak sebijak Nabi Saw. Kita tentu menolak dan menentang pelarangan pemakaian cadar secara sepihak dan sewenang-wenang, karena meskipun menurut mayoritas ulama itu tidak wajib dan bukan sunnah muakkadah, tetapi pelarangan secara sewenang-wenang bertentangan dengan hak dan kemerdekaan individu dalam mengamalkan keyakinannya yang dijamin oleh konstitusi Negara. 

Namun kita juga dapat memahami jika dalam kondisi, situasi, ruang dan tempat tertentu ada pelarangan pemakaian cadar dengan alasan yang jelas dan objektif  jika terkait dengan adanya potensi ketidak amanan dan peluang kejahatan seperti adanya kejadian penyamaran oleh sekelompok waria yang tak bermoral berpura-pura sebagai wanita yang bercadar. Bukankah Nabi Saw sendiri dalam kondisi tertentu melarang pemakaian cadar, pada saat menunaikan Umarah dan Hajji, umpamnya, kaum wanita dilarang mengenakan cadar. Sekarang kita bisa memahami hikmah larangan tersebut. Dalam kondisi kerumunan massa yang begitu besar dimana peluang tersesat dan salah mengikuti rombongan sangat bisa terjadi, maka menampakkan wajah memudahkan berkomunikasi dan mengenali antara yang satu dengan yang lainnya. Lagi pula kekhawatiran terjadinya fitnah syahwat yang mendorong perbuatan mesum dalam keramaian seperti itu dapat tertekan dengan sendirinya.

Jadi alangkah bijaknya jika pemerintah sebagai pelayan umat yang bertanggugjawab menjamin dan menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kerukunan warganya mengomunikasikan rencana pengaturan pemakaian cadar itu, jika memang ada, dengan tokoh-tokoh umat sebagaimana juga seharusnya sebelum mengambil setiap kebijakan yang berimplikasi kegaduhan. Demikian juga kelompk-kelompok kaum muslimin tidaklah elok jika sebuah isu yang baru wacana yang terkait sesuatu yang bukan bagian prisipil dari ajaran Islam direspon dengan kekhawatiran yang berlebihan. Sehingga menyikapi sebuah kebijakan yang masih terbilang wajar dan bisa didialogkan dengan tuduhan sebagai produk islamophobia. Kita patut rendah hati sebagaimana Nabi yang rela menangguhkan dan tidak memaksakan kehendak beliau tetang suatu amalan yang afdhal karena mempertimbangkan umatnya yang belum siap. 

Regulasi tentang cadar, sejauh sebagai upaya pembatasan penggunaannya terkait situasi dan kondisi tertentu demi antisipasi keamanan dan menghindari penyusupan dan penyamaran kejahatan terorisme yang lebih besar bahayanya dari sekedar melepas cadar, secara fikih bukan hanya masih sangat memungkinkan melainkan perlu diberlakukan.  Tetapi jika didorong misi dan motivasi menjadikan isu ini sebagai komoditas politik stigmatisasi kelompok islam tertentu, tentu bukan hanya pelanggaran HAM tetapi penistaan pada nilai-nilai kebebasan kehidupan beragama yang harus ditolak. Wallahu A’lam bishawab.*

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Menakar Nalar Pernyataan Wanita Muslimah Tidak Wajib Pakai Jilbab

Menakar Nalar Pernyataan Wanita Muslimah Tidak Wajib Pakai Jilbab

Kamis, 23 Jan 2020 12:57

Akhir Cerita Honorer

Akhir Cerita Honorer

Kamis, 23 Jan 2020 12:45

Empati di Tengah Bencana

Empati di Tengah Bencana

Kamis, 23 Jan 2020 12:19

DSKS Laporkan Pelacuran Online ke Polisi

DSKS Laporkan Pelacuran Online ke Polisi

Kamis, 23 Jan 2020 11:09

Gagalnya Tendangan Tidak Langsung Harun Masiku

Gagalnya Tendangan Tidak Langsung Harun Masiku

Kamis, 23 Jan 2020 10:23

Frustasi Sosial Ekonomi Membuncah, Cermin Kegagalan Kapitalisme

Frustasi Sosial Ekonomi Membuncah, Cermin Kegagalan Kapitalisme

Kamis, 23 Jan 2020 10:17

Terbesar Kedua Setelah Blok Cepu, Pemerintah Diminta Super Serius Kawal Blok Rokan

Terbesar Kedua Setelah Blok Cepu, Pemerintah Diminta Super Serius Kawal Blok Rokan

Kamis, 23 Jan 2020 10:05

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Kamis, 23 Jan 2020 09:35

Hijab Tak Wajib? Ini Pendapat Sesat, Lagi Menyesatkan!

Hijab Tak Wajib? Ini Pendapat Sesat, Lagi Menyesatkan!

Kamis, 23 Jan 2020 09:00

Kerajaan di Negeri Republik

Kerajaan di Negeri Republik

Kamis, 23 Jan 2020 08:21

Fenomena APBK ke BPAK

Fenomena APBK ke BPAK

Kamis, 23 Jan 2020 05:20

DakwahTerus Eksis, Ketua Umum  Persistri Apresiasi para Pimpinan dan Tasykilnya

DakwahTerus Eksis, Ketua Umum Persistri Apresiasi para Pimpinan dan Tasykilnya

Kamis, 23 Jan 2020 04:41

Sambut Kongres Umat Islam Indonesia VII,  FAI UMJ Gelar FGD

Sambut Kongres Umat Islam Indonesia VII, FAI UMJ Gelar FGD

Kamis, 23 Jan 2020 00:54

Politik Dinasti

Politik Dinasti

Rabu, 22 Jan 2020 23:58

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Rabu, 22 Jan 2020 23:20

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Rabu, 22 Jan 2020 23:01

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

Rabu, 22 Jan 2020 22:42

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Rabu, 22 Jan 2020 22:40

PDIP Versus Jokowi?

PDIP Versus Jokowi?

Rabu, 22 Jan 2020 22:16

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Rabu, 22 Jan 2020 22:13


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 21/01/2020 12:01

Sukses Belum Identik Bahagia