Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.233 views

Rencana Pindah Ibukota di Tengah Wabah, Realistiskah?

 

Oleh: Yuliana

Di tengah kesulitan dunia termasuk Indonesia menghadapi serangan virus Covid-19 (Corona), hampir seluruh pemimpin dunia kewalahan dan berpikir keras menghadapi penyebaran virus Covid-19 yang telah menelan ribuan nyawa tersebut tidak terkecuali China yang merupakan negara pertama penyebar virus Covid-19. Akan tetapi lain halnya dengan negara yang baru berkembang Indonesia, pemimpin dan para jajarannya malah sibuk memikirkan proyek pemindahan ibukota yang tidak tahu untuk siapa.  Anehnya, pemerintah malah membuka rekening khusus untuk menampung donasi dari pelaku usaha guna membantu penanganan wabah virus corona.  

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemindahan Ibukota tetap berjalan. Bahkan kementerian terkait sudah melakukan komunikasi dengan beberapa investor untuk pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur.  

Pemerintah semakin memperlihatkan watak aslinya sebagai "pengusaha" di dalam sistem kapitalisme. Pemerintah tidak bertindak sebagai pengayom yang seharusnya fokus mereka mengurusi urusan rakyat dan menangani penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas dan memakan banyak korban.  Entah apa yang ada di balik proyek pemindahan ibu kota ini, yang jelas dalam sistem kapitalisme sudah menjadi hal yang lumrah ketika keuntungan pemilik modal lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat.

Indonesia menganut sistem demokrasi di mana semuanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Nyatanya memang semuanya "dari rakyat". Selama ini rakyat pasrah saja dibebani berbagai kenaikan harga pokok akibat pencabutan berbagai subsidi. Pajak pun naik dalam beberapa sektor yang artinya rakyat dipaksa untuk mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak sebanding dengan pemasukan.

"Oleh rakyat",  pernyataan ini juga tidak salah karena saat ini justru rakyatlah yang secara mandiri menangani penyebaran virus Covid-19 sampai turun ke jalan membantu mereka yang terdampak sangat parah secara ekonomi dan kesehatan. Akan tetapi semboyan "untuk rakyat" nyatanya tidak berlaku, yang ada adalah "untuk konglomerat". Bagaimana tidak, opsi pemindahan ibukota tetap akan dilanjutkan di tengah kesulitan rakyat Indonesia menghadapi virus Covid-19 dan keterpurukan perekonomian.

Dalam menghadapi kesulitan ini, seharusnya pemerintah hadir untuk rakyat. Lakukan yang seharusnya dilakukan, bukan hanya beretorika saling mengeluarkan statement seolah menjadi solusi padahal hanya ilusi. Ini semua tidak menyelesaikan masalah dan hanya menunjukkan bahwa pemerintah "gagap" dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 ini. Hal ini terlihat dari berubah-ubahnya kebijakan pemerintah yang bersikukuh tidak mau menerapkan "lockdown" yang diatur dalam undang-undang karantina no. 6 tahun 2018.

Dalam undang-undang tersebut disebutkan dalam Pasal 8 UU 6/2018 bahwa setiap orang juga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina. Hal ini tentunya dinilai oleh pemerintah sebagai beban bagi APBN. Untuk itu pemerintah lebih memilih kebijakan "darurat sipil" yang kemudian diralat menjadi "Pembatasan Sosial Berskala Besar" atau PSBB. Artinya pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menanggung biaya hidup rakyatnya selama karantina. 

Lalu ketika rakyat susah seperti sekarang harus mengadu kepada siapa? Berbagai kampanye disosialisasikan untuk "di rumah saja" tapi kondisi rakyat susah tidak dipedulikan dan kebutuhan pokok rakyat diabaikan.

Pemimpin Islam Menyikapi Wabah

Hal ini berbanding terbalik dengan masa kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah saw dan para khalifah, dimana pemimpin memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Mereka tidak akan tidur sebelum rakyatnya kenyang. Rasululloh saw hadir di tengah rakyat pada saat terjadi wabah Tha'un, Rasululloh saw langsung mengambil kebijakan karantina seperti yang dikenal sekarang sebagai "lockdown".

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda : "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Ketika kebijakan karantina tersebut dilakukan oleh Rasululloh saw, Rasul pun menanggung semua kebutuhan rakyatnya selama masa karantina. Rakyat diberi ketenangan dan kenyamanan selama masa karantina. Baitul mal dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga tercipta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat dalam menghadapi penyebaran wabah tersebut. Dalam Islam satu nyawa manusia itu sangat berharga sehingga sebagai pemimpin dalam Islam harus semaksimal mungkin bisa menjaga keselamatan setiap jiwa manusia.

Dari dua kepemimpinan di atas, jelas terlihat pemimpin mana yang berpihak dan mengayomi rakyatnya. Sungguh tak masuk akal, rakyat sekarat diserang wabah pemimpin ngotot pindah ibukota. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22


MUI

Must Read!
X