Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.352 views

Materi Ajar Jihad dan Khilafah Diganti dengan Moderasi Islam?

 

Oleh: Dewi Royani, MH

Dunia pendidikan hari ini sedang menjadi sorotan publik dan menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan pemerintah melalui Kementrian Agama melakukan revisi materi atau bahan ajar sekolah, tak terkecuali pelajaran agama Islam.

Sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, konten radikal seperti perang (jihad) yang termuat di 155 buku pelajaran agama Islam telah dihapus oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Namun, untuk materi Khilafah tetap ada di buku-buku tersebut. Menag memastikan buku-buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia. Menag juga mengungkapkan, penghapusan konten radikal tersebut merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag. Moderasi beragama ini harus dibangun dari sekolah.

Program penguatan moderasi beragama adalah salah satu program prioritas pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2025. Realisasi program tersebut diantaranya adalah menghapus konten yang mengandung radikalisme di buku pelajaran agama, pelatihan guru dan dosen, penyusunan modul pengarusutamaan Islam wasathiyah, dan madrasah ramah anak.

Kalau dicermati program penguatan moderasi beragama ini, seakan menggiring opini bahwa dalam beragama islam itu harus moderat. Moderat yang dimaksud tentunya sesuai versi penguasa, yakni mengajarkan agama bukan hanya untuk membentuk individu yang sholeh secara personal, tetapi juga mampu menjadikan paham agamanya sebagai instrumen untuk menghargai umat agama lain.

Maka, berangkat dari versi ini pula timbul kekhawatirkan besar bahwa tidak dipungkiri penguatan moderasi beragama mengarah pada penanamam paham pluralisme dan sekulerisme. Padahal seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk menjadi seorang muslim yang sebenarnya, muslim yang kaffah bukan menjadi muslim moderat yang cenderung mengarah ke pluralisme dan sekularisme.

Kewajiban mengambil islam secara kaffah sesuai dengan firman Allah :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٠٨   

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqaroh :208)

Moderasi beragama pun menuntut ajaran-ajaran islam yang terpapar radikalisme harus disingkirkan seperti halnya jihad dan khilafah. Akibatnya ajaran islam dipilah-pilah. Berdasarkan fakta inilah moderasi beragama adalah upaya untuk mereduksi ajaran islam. Ini adalah penyesatan sistematis terhadap ajaran islam. Sebab dalam ajaran Islam, jihad dan khilafah adalah kewajiban yang diperintahkan oleh syara' dan merupakan bagian dari Fiqh Islam. Khilafah dan jihad bukanlah sekedar pelajaran sejarah yang tidak relevan bagi Indonesia.  Pembahasan jihad dan khilafah hanya sebagai bagian dari sejarah tanpa disertai penjelasan tentang kewajibannya adalah upaya mereduksi ajaran Islam yang mulia. 

Juga, program penguatan moderasi beragama yang merombak materi khilafah tentunya akan menghasilkan kurikulum pendidikan sekuler yang anti Islam. Kurikulum seharusnya mengarahkan peserta didik untuk memperjuangkan tegaknya Islam. Bukan malah mendorong mereka mengganti Islam dengan sistem buatan manusia yang sekuler.

Pendidikan sekuler hanya melahirkan kurikulum sekuler dengan memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga umat Islam semakin jauh dari ajaran Islam, termasuk ajaran Khilafah dan jihad. Padahal ajaran Khilafah dan jihad inilah yang menjadi kekuatan besar umat Islam sehingga bisa mewujudkan peradaban Islam yang gemilang di dunia. Karenanya kurikulum sekuler ini wajib digantikan dengan kurikulum pendidikan Islam. Pertanyaannya, bisakah kurikulum pendidikan Islam diambil dan diterapkan bila sistem yang menaunginya bukan Islam? Wallahu a’lam bish-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Latest News
Empat Struktur Penting Efektivitas Audit Internal Syariah di Lembaga Keuangan Islam

Empat Struktur Penting Efektivitas Audit Internal Syariah di Lembaga Keuangan Islam

Sabtu, 31 Oct 2020 08:57

Bersolek untuk Siapa?

Bersolek untuk Siapa?

Sabtu, 31 Oct 2020 08:43

Kopi Sehat UBM: Menjernihkan Pikiran

Kopi Sehat UBM: Menjernihkan Pikiran

Sabtu, 31 Oct 2020 08:15

Anis Matta Beri Motivasi Santri Agar Bisa Jadi Pemimpin Politik

Anis Matta Beri Motivasi Santri Agar Bisa Jadi Pemimpin Politik

Sabtu, 31 Oct 2020 08:10

Merindu Generasi Al Fatih

Merindu Generasi Al Fatih

Sabtu, 31 Oct 2020 08:04

Institut Tazkia Gelar Wisuda ke-16, Alumni Diharapkan Perkuat Ekonomi Islam

Institut Tazkia Gelar Wisuda ke-16, Alumni Diharapkan Perkuat Ekonomi Islam

Sabtu, 31 Oct 2020 07:45

Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Tuntut Pengusiran Dubes Perancis

Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Tuntut Pengusiran Dubes Perancis

Jum'at, 30 Oct 2020 22:48

HRW Sebut Armenia Gunakan Senjata Terlarang Internasional Pada Penduduk Sipil Azerbaijan

HRW Sebut Armenia Gunakan Senjata Terlarang Internasional Pada Penduduk Sipil Azerbaijan

Jum'at, 30 Oct 2020 22:15

Masyarakat Cinta Rasulullah Dukung Boikot Produk Prancis

Masyarakat Cinta Rasulullah Dukung Boikot Produk Prancis

Jum'at, 30 Oct 2020 22:10

Organisasi HAM Internasional Keberatan Atas Pencalonan Kepala Polisi UEA Sebagai Pimpinan INTERPOL

Organisasi HAM Internasional Keberatan Atas Pencalonan Kepala Polisi UEA Sebagai Pimpinan INTERPOL

Jum'at, 30 Oct 2020 21:53

Kamar Dagang Qatar: Memprovokasi Muslim Menghancurkan Hubungan Perdagangan

Kamar Dagang Qatar: Memprovokasi Muslim Menghancurkan Hubungan Perdagangan

Jum'at, 30 Oct 2020 20:45

Studi: 600 Lebih Anak Dari Pejuang Islamic State Asal Eropa Ditahan di Timur Laut Suriah

Studi: 600 Lebih Anak Dari Pejuang Islamic State Asal Eropa Ditahan di Timur Laut Suriah

Jum'at, 30 Oct 2020 20:20

Ustaz Nashirul Haq Kembali Pimpin Hidayatullah

Ustaz Nashirul Haq Kembali Pimpin Hidayatullah

Jum'at, 30 Oct 2020 17:08

Jadi Reseller Siomay Mojang, Raih Omset Rp. 10-20 juta pertama Anda

Jadi Reseller Siomay Mojang, Raih Omset Rp. 10-20 juta pertama Anda

Jum'at, 30 Oct 2020 16:20

Abu Janda Lagi

Abu Janda Lagi

Jum'at, 30 Oct 2020 16:10

Sambangi Kedubes Prancis, PKS Desak Macron Tarik Kembali Ucapannya

Sambangi Kedubes Prancis, PKS Desak Macron Tarik Kembali Ucapannya

Jum'at, 30 Oct 2020 16:07

Quranic Parenting 2: ilmu Wajib Bunda Mendidik Keluarga Otomatis Syari & Techy

Quranic Parenting 2: ilmu Wajib Bunda Mendidik Keluarga Otomatis Syari & Techy

Jum'at, 30 Oct 2020 15:42

Quranic Parenting 1: Keren, Ini ilmu Wajib Ayah dalam mendidik Anak & Keluarga secara otomatis

Quranic Parenting 1: Keren, Ini ilmu Wajib Ayah dalam mendidik Anak & Keluarga secara otomatis

Jum'at, 30 Oct 2020 15:10

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Jum'at, 30 Oct 2020 12:34

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Jum'at, 30 Oct 2020 11:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X