Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.821 views

New Normal Dunia Pendidikan: Nyawa Manusia bukan Ajang Coba-coba

 

Oleh: Muthi Nidaul Fitriyah

Kebijakan new normal sebagai pengganti PSBB dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, akan diberlakukan di sektor pendidikan. Kebijakan ini rencananya berlaku khusus daerah yang termasuk dalam zona hijau, itu pun dengan berbagai syarat dan panduan kesehatan. Namun, seperti biasa para pemangku kebijakan negeri +62 ada saja spekulasinya, ada yang mengatakan, bukan sekolahnya yang benar-benar di buka akan tetapi tahun ajaran baru yang tetap di buka meski saat pandemi dengan pembelajaran di rumah.

New normal di dunia pendidikan (pembukaan sekolah) cenderung lebih banyak mendapatkan penolakan oleh beberapa tokoh dan pejabat. Wakil ketua MPR RI Ahmad Basrah, salah satunya. Ia mengatakan pemerintah pusat perlu menunda new normal pada lembaga pendidikan, setelah KPI secara resmi mengumumkan bahwa 800 anak Indonesia terpapar Covid-19 akhir Mei lalu. Ia pun melihat kasus di Korea Selatan yang kembali meliburkan 838 sekolah pada 29 Mei 2020 karena kasus Covid-19 di ibukotanya kembali melonjak.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, meminta pemerintah mempertimbangkan ulang pembukaan sekolah di tahun ajaran baru. Jika perlu lakukan dulu simulasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 di kalangan siswa. Sekolah di masa pandemi taruhannya besar, apalagi penularan Covid-19 masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Jumlah lembaga pendidikannya banyak dan beragam termasuk pesantren yang jumlahnya 28.194 dengan jumlah santri 18 juta dan didampingi 1.5 juta guru. Pemerintah harus hati-hati dan tidak terburu-buru untuk membuka pesantren dan pembelajaran tatap muka. Pemerintah perlu belajar dari negeri-negeri lain, saat sekolah dibuka, ternyata masih menyisakan persoalan. (nasional.tempo.co)

Sepakat dengan para tokoh, bahwa jangan sampai penerapan new normal di dunia pendidikan menjadi suatu kebijakan yang menjerumuskan negeri ini dalam bahaya dan kerugian yang semakin besar. Alih-alih sekolah dibuka agar bersinergi untuk perekonomian negeri, khawatirnya yang akan terjadi malah gelombang penyebaran wabah semakin besar dan tak terkendali.

Keselamatan para guru dan jutaan anak sekolah jangan sampai dipertaruhkan menjadi ajang coba-coba atas penerapan new normal yang berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Apalagi melihat perkembangan kasus Corona di Indonesia, kurvanya masih naik dan belum juga melandai. Indonesia juga belum memenuhi syarat WHO untuk melakukan new normal.

Bagaimana pandangan masalah ini dalam Islam? Islam memandang, negara punya kewajiban menjaga nyawa manusia, termasuk guru dan siswanya. Rasul saw, bersabda:

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Kebijakan pemimpin akan memengaruhi banyak manusia. Oleh karena itu pemimpin seharusnya berlaku adil terhadap rakyat. Ia harus memposisikan diri di garda terdepan sebagai pelayan dan pelindung rakyat, bukan garda terdepan kepentingan para pengusaha.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari)

Hikmah lain dari adanya pandemi Covid-19 ini adalah terungkapnya berbagai kebobrokan sistem demokrasi Kapitalis termasuk sistem pendidikannya. Mulai dari kesalahan paradigma tujuan pendidikan yang berorientasi pada materi dan bisnis, pengusaha yang diuntungkan dengan koneksi internet berbayar, aplikasi-aplikasi belajar online, dan sebagainya. Di sisi lain rakyat sebagai konsumen terus 'diwajibkan' membeli dan membayar. Belum lagi masalah kecakapan, ketersediaan sarana prasarana pembelajaran, karena tidak semua sekolah memunyai siswa dan SDM pengajar yang benar-benar siap untuk menghadapi belajar online.

Hadirnya pandemi seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa Indonesia membutuhkan konsep sistem pendidikan dan sistem bernegara yang baru. Dalam hal pendidikan, perbaharui sistemnya baik aspek filosofis maupun teknis. Aspek filosofis: perubahan tujuan pendidikan yg sesuai Islam, yaitu pelayanan penguasa terhadap pendidikan sebagai bentuk kewajiban atas tanggung jawabnya mengurusi masyarakat.

Aspek teknis: Dalam kondisi pandemi, negara harus tetap menjamin para siswa/pelajar untuk mendapatkan ilmu dari sekolah.  Pembelajaran bisa dilakukan dengan online, atau berbasis project, atau kunjungan terbatas untuk siswa yang tertentu. Kemudian negara wajib membantu menyediakan akses internet, bantuan operasional untuk guru dan murid sekolah gratis berikut sarana dan persarana yang menunjang seluruh pembelajarannya.

Sesempurna itu, darimana dananya? Indonesia sebenarnya punya cadangan dana yang sangat melimpah jika semua pengelolaannya tidak diserahkan kepada asing/aseng akan tetapi pengelolaannya disesuaikan dengan sistem ekonomi Islam. Dana itu akan diambil dari dari pos-pos harta hasil pengelolaan kepemilikan umum (benda-benada yang dibutuhkan dan menguasai hidup orang banyak), yaitu barang tambang dan hutan.

“Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal air, padang rumput dan api.” (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah)

Bisa juga dana diambil dari pengelolaan kepemilikan negara, yaitu harta yang merupakan hak seluruh kaum muslimin yang dikelola oleh negara. Seperti zakat, pajak dari orang kafir dzimmi/jizyah, pajak tanah taklukan (kharaj), ghanimah, harta orang murtad serta harta yang tidak mempunyai ahil waris.

Hari ini kita saksikan bagaimana pemimpin ala Demokrasi Kapitalisme ini bekerja. New normal menunjukkan bahwa nyawa pun tidak begitu berharga dan berani mereka taruhkan hanya untuk secuil keuntungan materi. Padahal tanggung jawab pengurusan umat yang besar ini ada di pundaknya.  

Semoga kita semua bisa memahami dan memposisikan setiap permasalahan atas ujian wabah yang Allah SWT turunkan ini dengan bijak dan mengembalikan semuanya kepada tuntunan Syariah Islam. Tinggalkan Sistem Demokrasi Kapitalisme yang syarat dengan kepentingan penguasa, sudah saatnya kita kembali kepada Sistem hidup yang diturunkan Allah SWT (Islam). Wallahu a’lam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: solopos

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38


MUI

Must Read!
X