Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.060 views

Rui-Katsu/Mencari Airmata, Terapi Jiwa yang Semakin Langka

 

Oleh: Vivin Indriani  

Tayangan BBC Indonesia siang ini mengangkat topik soal Guru Menangis dari Jepang. Dalam kelas yang diselenggarakannya, dia mengajak orang-orang untuk belajar menerima emosi dan berdamai dengannya. Metode Rui-Katsu yang artinya mencari air mata adalah satu aktivitas yang jarang dilakukan masyarakat Jepang modern karena kurikulum pendidikan di Jepang banyak memberikan larangan untuk menangis.

Tujuan dari seminar ini adalah membuat orang terutama Japanese People lebih bisa mengungkapkan perasaannya secara lega lewat tangisan. Ada sekitar 50.000 orang yang telah berhasil 'menangis' dari keseluruhan siswa di kelas tersebut. Diantara mereka ada yang menyatakan bisa menemukan diri mereka sendiri dan menjadi lebih lega setelah menangis. Mereka juga lebih bersemangat setelah menangis dan merasa lebih mudah menemukan mood baru.

Dalam hati, saya gak habis pikir. Kenapa ada bangsa yang memiliki sebuah kondisi susah untuk menangis? Sementara kemajuan pengetahuan dan teknologi berada dalam genggaman. Apakah ini imbas dari jauhnya mereka dengan Tuhan? Yang saya tahu Jepang memang salah satu negara yang menjadikan agama sebatas formalitas belaka. Sehingga emosi yang dihadirkan oleh adanya Naluri Berketuhanan(Gharizah Tadayyun) melemah dengan sendirinya dan membuat ketergantungan kepada Zat yang maha kuat, lebih kuat dan lebih besar untuk kita bergantung, menjadi lemah dan menipis. Inikah juga yang menjadi salah satu sebab angka bunuh diri di sana sangat tinggi?

Lalu saya teringat satu bab di dalam kitab tentang nutrisi untuk jiwa dan sikap karangan seorang Mujtahid dan ulama besar Syeikh Taqiyyuddin An Nabhani, Min Muqowwimat Nafsiyah Islamiyyah. Pada bab VI dengan judul Menangis Karena Takut dan Ingat Pada Allah, ada beberapa dalil yang menggambarkan kehidupan Rasulullah dan para Sahabat. Dikisahkan di sana bahwa dari sekian lautan hikmah tentang keutamaan dan kegemilangan perjalanan hidup dan perjuangan mereka, kita dapati bahwa mereka adalah orang-orang yang mudah menangis.

Menangis di sini bukan menunjukkan kelemahan, bukan pula gambaran pribadi yang cengeng dan mudah menyerah pada kehidupan. Justru tangisan Rasulullah dan para Sahabat adalah tangisan kekuatan ruhiyah. Gambaran kesadaran dalam akal mereka, bahwa hidup ini sesuatu yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Dari tangisan mereka kita belajar, seberapa takutnya para sahabat ini akan pengadilan di akherat. Mereka tumbuh menjadi sosok yang kuat dalam menegakkan agama Allah. Pribadi yang tak gentar pada musuh Allah, seolah ketakutan mereka pada musuh dan kematian, amat kecil nilainya dibanding rasa takut pada kehidupan yang jauh dari keridhaan Allah SWT.

Kita dapati satu kisah yang diceritakan oleh Ibrahim, putra dari Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah seorang sahabat yang Allah berikan padanya kunci-kunci perbendaharaan harta di dunia. Dalam kisahnya, sang Ayah yakni Abdurrahman bin Auf pernah menangis tersedu-sedu saat akan menikmati hidangan makanan di atas meja untuk berbuka puasa. Sang Ayah mengenang perjuangan Mush'ab yang terbunuh di jalan dakwah dan hanya membawa kain kafan yang tak cukup menutupi seluruh badannya di akhir usianya.

Lalu ada Hamzah yang telah syahid di jalan dakwah dengan luka dan tusukan yang cukup mengerikan dalam peperangan melawan kafir Qurays. Dalam perenungannya, Abdurrahman bin Auf menangisi kondisinya yang bergelimang harta dan merasa tak cukup amal-amalnya dibanding sahabat-sahabat Nabi yang telah mendahuluinya. Ibrahim menceritakan, Sang Ayah terus menangis sampai-sampai tak menghiraukan lagi hidangan berbuka yang ada di hadapannya.

Gambaran kegemilangan dan karya besar para Sahabat tentu saja tak bisa kita ragukan lagi kecemerlangannya. Namun di balik semuanya, mereka juga pribadi yang sangat lembut hati dan jiwanya. Menangisnya mereka karena takut pada Allah dan harapan kehidupan yang selamat di akherat kelak, tak lantas melemahkan perjuangan mereka. Justru sebaliknya. Islam bisa tegak menjadi institusi dan peradaban besar yang berjaya justru dari tangan-tangan dan buah karya mereka. Inilah gambaran menyatunya konsep hidup yang tidak memisahkan antara dunia dengan akherat.  Dunia adalah ladang bagi akherat. Bekal di akherat, diambil dari perjuangan di dunia. Berhasil dan jaya di akherat kelak adalah cita-cita dan harapan yang mereka persiapkan di dunia ini dengan sungguh-sungguh.

Lalu bagaimana dengan kita?

Adakah kita hari ini telah sedemikian rupa mempersiapkannya? Atau kita sibuk seperti gambaran masyarakat Jepang yang lebih fokus mempersiapkan kesuksesan materi duniawi, sementara aspek penentu kesuksesan ukhrawi kita siapkan seadanya atau bahkan tak ada persiapan sama sekali. Jika demikian, kita perlu belajar dari Jepang dan masyarakatnya hari ini. Bahwa mengejar dunia itu sangat melelahkan. Sukses dunia tak menjamin kebahagiaan dan ketentraman hakiki. Bahkan kadang ada rasa kosong ketika semua pencapaian telah ada dalam genggaman. Bukankah dunia seperti air laut, yang makin diminum akan membuat kita makin haus?

Atau kita memilih seperti Rasulullah dan para Sahabat? Yang mengabdikan seluruh potensi yang dimiliki, untuk bekal kehidupan di akherat kelak. Sehingga dari sikap inilah, Allah anugerahkan untuk kita kesuksesan dunia, yang profitnya bisa tetap kita rasakan di akherat kelak. Sesuatu hal yang sangat mudah dituliskan dan diucapkan, namun pasti berat untuk dilaksanakan. Apalagi dalam kondisi lingkungan yang menuntut kita menghamba sepenuhnya pada tuntutan realitas duniawi.

Semoga kita bisa meniru para Sahabat, dan berhasil sepenuhnya dalam dua periode  kehidupan yang digariskan Allah untuk kita, sukses dunia, sukses akherat. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Rabu, 28 Jul 2021 21:47

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Rabu, 28 Jul 2021 21:36

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Rabu, 28 Jul 2021 21:19

Saudi Akan Larang Warganya Bepergian Ke Luar Negeri Selama 3 Tahun Jika Kunjungi Negara Terlarang

Saudi Akan Larang Warganya Bepergian Ke Luar Negeri Selama 3 Tahun Jika Kunjungi Negara Terlarang

Rabu, 28 Jul 2021 18:00

160 Akademisi Dari 21 Negara Desak Komisi Eropa Untuk Stop Danai Universitas Israel

160 Akademisi Dari 21 Negara Desak Komisi Eropa Untuk Stop Danai Universitas Israel

Rabu, 28 Jul 2021 17:17

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 09:58

Benarkah Indonesia Merdeka?

Benarkah Indonesia Merdeka?

Rabu, 28 Jul 2021 08:31

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Rabu, 28 Jul 2021 08:06

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Rabu, 28 Jul 2021 07:19


MUI

Must Read!
X