Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.399 views

Marital Rape, Nusyuz Istri dalam Balutan Liberalisme?

 

Oleh: Rochma Ambarwati

Belakangan ini, mencuat isu mengenai marital rape. Apa sebenarnya marital rape ini? Lantas, apa hubungannya dengan hukum syariat Islam.

Apa Itu Marital Rape?

Marital rape merupakan istilah yang digaungkan kalangan sekuleris dan gender untuk menyerang hukum-hukum Islam mengenai hak dan kewajiban suami istri serta untuk melemahkan lembaga perkawinan Islam.

Mencuatnya hal ini karena data yang ditemukan oleh Komnas Perempuan yang membeberkan sejumlah kasus mengenai pemerkosaan dalam rumah tangga, yaitu yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. "Berdasarkan Catatan Tahunan 2021, jumlah laporan terkait pemerkosaan terhadap istri adalah 100 kasus untuk 2020. Tahun 2019, data kasus mencapai 192 kasus yang dilaporkan," ucap komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini saat dihubungi, Senin (16/6/2021). (https://news.detik.com, 15 Juni 2021)

Sejatinya, perihal marital rape ini sudah diatur dalam Undang-Undang dan rancangannya yang menuai sejumlah kontroversi dari masyarakat. RUU KUHP yang mengancam suami 12 tahun penjara. Aturan tentang hal ini sudah ada dan diatur dalam UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

"Marital Rape (Perkosaan dalam Perkawinan) ditambahkan dalam rumusan Pasal 479 supaya konsisten dengan Pasal 53 UU 23/2004 tentang PKDRT, yaitu tindak pidana kekerasan seksual berupa pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap istri atau suami bersifat delik aduan," kata guru besar hukum pidana dari UGM, Prof Marcus Priyo Gunarto. (https://news.detik.com, 16 Juni 2021).

Pandangan Islam

Salah satu hak dan kewajiban suami dan istri adalah berkaitan dengan nafkah batin, yaitu hubungan seksual. Islam telah menggariskan bahwa hubungan seksual yang diperbolehkan adalah dalam hubungan suami istri. Bahkan, sudah menjadi tugas istri untuk melayani suaminya. Dan hal ini pun juga menjadi jalan bagi seorang wanita untuk mendapatkan ridhoNya Allah.

Bahkan, syariat ini telah memandang hubungan badan antara suami dan istri sebagai satu bentuk sedekah. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist Rasul yang berbunyi, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).

Selain itu, penunaian hak suami oleh istri ini bisa dimaknai sebagai usaha seorang laki-laki untuk mendapatkan apa yang halal dari istrinya yang menjadi bagian yang telah dihalalkan oleh syara’. Terlebih saat ini, memang sangat sulit bagi seorang pria untuk menundukan pandangan saat berada di masyarakat umum. Mengingat banyak sekali wanita yang gemar mengumbar auratnya di luar. Sebagaimana perintah Rasul kepada kaum pria, "Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu." (HR. Tirmidzi)

Inilah bentuk penjagaan Islam kepada kaum pria. Sehingga dirinya bisa terjaga yaitu dengan menunaikan hajatnya dengan istrinya. Lantas, bagaimana mungkin saat ini muncul istilah marital rape?

Balutan Liberalisme Untuk Nusyus Istri

Dalam surat An Nisa ayat 34, disebutkan, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Dalam ayat ini terdapat kata Nusyuz dimana kata ini dengan mudah dimaknai sebagai pembangkangan seorang istri terhadap suaminya. Hanya saja tidak semua jenis pembangkangan disebut nusyūz, sehingga perlu diketahui batasannya.

Perbuatan istri yang dapat digolongkan sebagai perbuatan nusyūz adalah keluar rumah tanpa izin, menolak tinggal bersama suami, menolak saat diajak berhubungan badan dan tidak menolak diajak setubuh tetapi menolak semua jenis istimtā‘ lainnya. Istimtā’ adalah bersenang-senang. Seorang suami yang melakukan istimtā’ kepada istri misalnya melakukan cumbuan, pelukan, ciuman, dan semisalnya. Jika seorang istri selalu taat saat diajak berhubungan badan, tetapi menolak dicium, menolak dicumbu, menolak dipeluk dan semua jenis istimtā’ lainnya, maka perbuatan seperti itu juga tergolong nusyūz.

Inilah bentuk nusyuz yang telah digariskan oleh syara’. Lantas bagaimana mungkin ketika Islam menggariskan istri untuk melayani suaminya bahkan mengkaterigokan nusyuz saat menolak untuk melayani suaminya di ranjang menjadikan hal ini sebagai satu tindakan yang melawan hukum bahkan diberikan ancaman penjara.

Bentuk Liberalisme Syariat Keluarga

Sejatinya, kalangan gender dan feminis sudah sejak lama berusaha untuk melemahkan syariat ini. Salah satunya adalah dengan memberikan image buruk pada syariat islam mengenai hak dan kewajiban yang dijalankan suami istri dalam rumah tangga. Saat ini, salah satunya adalah dengan mencuatkan isu mengenai marital rape ini.

Islam sungguh telah memberikan posisi yang tinggi bagi wanita, terlebih bagi seorang istri yang sudah berkhidmat kepada suaminya. Bahkan, Allah telah menjanjikan surga bagi istri, “Apabila seorang istri melaksanakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” (H.R.Ahmad) Inilah bukti Islam sangat menghargai posisi dan peran wanita di dalam rumah tangganya.

Dengan memahami tugas dan peran masing-masing di dalam rumah tangga, tentu akan menjauhkan segala bentuk kekerasan yang ada. kekerasan ini sangat dimungkinkan terjadi ketika rumah tangga ini tidak berlandaskan pada Islam. Suami dan istri tidak memiliki pemahaman yang menyeluruh dan benar mengenai tugas dan perannya dalam rumah tangga. Suami dan istri tidak menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Sehingga muncullah perselisihan yang dapat menghantarkan pada kekerasan dalam rumah tangga.

Untuk itu, sangatlah perlu bagi setiap individu Muslim untuk mendapatkan pemahaman ini dengan menyeluruh dan tepat. Negara pun memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan pendidikan pra-nikah kepada rakyatnya. Salah satunya adalah untuk menghindari adanya kekerasan dalam rumah tangga. Dengan menjadikan Islam sebagai landasan dalam rumah tangga, ketentraman tentu akan sangat memungkinkan bisa tercapai. Wallahu ‘alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25


MUI

Must Read!
X