Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.589 views

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

Oleh: Rismayanti Nurjannah

Megaproyek pemindahan Ibu Kota DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur di tengah pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa menegaskan bahwasanya target pemindahan ibu kota tetap akan terlaksana pada 2045. “Asumsi saya kan kita harus bergerak terus. Kita enggak bisa terhenti langkahnya gara-gara pandemi Covid-19,” ujar Suharso dalam wawancara di kantornya, Jakarta Pusat. (bisnis.tempo.co, 03/09/2021)

Berdasarkan masterplan Bappenas, pembangunan ibu kota diperkirakan bisa memakan waktu 15 sampai 20 tahun. Sejauh ini proyek pembangunan tersebut telah sampai pada tahap land development dan persiapan penataan kota, seperti penanaman bibit pohon hingga mempersiapkan aksesibilitas jalan menuju titik IKN. Rencana pemindahan IKN ke Kaltim sudah memasuki babak baru setelah pemerintah menyerahkan surat presiden dan draf Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (29/9/2021). (nasional.kompas.com, 30/09/2021)

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri pun pernah mengkritik rencana pembangunan ibu kota di tengah pandemi corona. Dia meminta proyek-proyek yang tak mendesak ditunda agar pemerintah dapat fokus pada penanganan corona. "Indonesia tidak akan mati kalau tidak ada ibu kota baru," kata Faisal. (katadata.co.id, 14/08/2021)

Gelombang komentar dari publik pun terus bergulir seiring dengan terus berjalannya rencana pemindahan ibu kota di tengah kondisi yang serba pailit. Bahkan, ekonomi Indonesia yang sempat masuk jurang resesi. Rakyat berharap, pemerintah tak fokus mengurusi IKN yang mana berdasarkan riset INDEF, pemindahan IKN tidak memberikan dorongan terhadap pertumbuhan PDB riil nasional. Pemindahan ibu kota hanya berkontribusi di empat titik. Yakni Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Papua Barat.

Catatan Kritis untuk IKN

Walaupun pemerintah berkilah dari sisi pendanaan tak menguras APBN. Namun tetap saja ada beberapa poin yang menjadi catatan yang patut dikritisi. Pertama, terkait prioritas negara dalam menangani pandemi. Alokasi dana dari APBN sebesar 19,2% yang diperuntukkan untuk proyek IKN sebenarnya bisa dimaksimalkan untuk penanganan pandemi, pemenuhan kebutuhan masyarakat juga membantu memulihkan perekonomian negara.

Kedua, dari sisi pendanaan. Pendanaan IKN didominasi investor swasta baik dalam negeri maupun luar negeri. Pembangunan objek vital seperti IKN, seharusnya berbasis kemampuan negara sehingga bisa mandiri dari sisi pemanfaatannya untuk kemaslahatan rakyat. Bukan mengandalkan swasta yang paradigmanya berbasis keuntungan.

Selain itu, rencana pemerintah dengan mengandalkan investasi asing berpotensi mengancam keamanan negara. Pasalnya, jika aset negara didanai oleh investor asing, maka yang kemudian dikhawatirkan pemerintah akan dipaksa baik secara langsung atau pun tak langsung untuk  membuka rencana tata ruang dan desain kepada investor asing yang masuk. Tentu ini bukan sekadar soal pembangunan tata ruang ibu kota semata. Tapi jauh lebih dari itu, tata ruang yang dibangun juga harus mempertimbangkan ancaman dari pertahanan negara yang berpotensi melemah akibat investasi asing tersebut.

Hal ini tentu patut diwaspadai. Pasalnya, proyek IKN yang lebih banyak terkait dengan pembangunan gedung pemerintahan yang memiliki potensi return kecil dan lambat, sementara kebutuhan dana dan risiko cukup besar, tentu risiko munculnya isu ancaman kedaulatan akibat keterlibatan investor asing seperti Cina dan UEA tidak dapat ditampik. Sebab, proyek ini tidak sekadar berbicara investasi, tetapi juga mempertaruhkan kedaulatan nasional yang berkaitan dengan keamanan negara.

Demi Asing dan Prestise: SWF Disahkan, IKN Digadaikan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahaladia mengatakan Lembaga Pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) akan mengelola dana investasi, yang salah satu peruntukannya untuk membangun ibu kota baru di Kaltim. Dana ini bisa bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. (antaranews.com, 08/10/21)

Artinya, sejumlah investor yang akan terlibat dalam proyek IKN ini difasilitasi melalui SWF yang nantinya sumber investasinya akan tercatat sebagai PMA (Penanaman Modal Asing) jika bersumber dari investor asing dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) jika bersumber dari pemodal dalam negeri. Proyek investasi yang disasar pun beragam. Mulai dari infrastruktur, pengembangan ibu kota baru dan sektor energi.

Dari sini kita melihat korelasi antara UU Omnibus Law Ciptaker, pembentukan SWF dan pembangunan ibu kota baru sebagai tiga fakta yang tak bisa dipisahkan. “Kengototan” pemerintah mengesahkan UU Omnibus Law Ciptaker walaupun penolakan rakyat yang membuahkan unjuk rasa hingga berjilid-jilid meskipun di masa pandemi, membuat pemerintah bergeming. UU Omnibus Law tetap disahkan.

Langkah selanjutnya, sebagai amanat dari UU tersebut, yakni dibentuknya SWF yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) yang akan memfasilitasi dana asing masuk ke dalam negeri. Dana yang masuk dalam SWF kemudian akan digunakan untuk kepentingan negara, salah satunya pembangunan ibu kota baru. Itulah kenapa dalam lawatan Jokowi ke UEA awal tahun 2020 lalu, pembentukan SWF menjadi salah satu yang disepakati dan UEA menjadi salah satu sumber pendanaan SWF Indonesia. Bahkan disebut-sebut akan berinvestasi senilai US$10 miliar atau setara dengan Rp144 triliun.

Perpindahan Ibu Kota, Aspek Politis Faktor Utama

Secara historis, perpindahan ibu kota merupakan hal yang lumrah. Walaupun demikian, pemindahan ibu kota tetap memerlukan perencanaan yang luar biasa dan benar-benar matang. Bukan semata ingin meninggalkan “warisan” pemerintahan. Berbagai aspek perlu diperhatikan, baik dari sisi kota yang akan dibangun, kota yang akan ditinggalkan serta efektivitas pembangunannya yang tidak akan mengganggu aktivitas rakyat.

Dalam masa peradaban Islam, perpindahan ibu kota negara biasa terjadi. Tercatat sedikitnya, empat kali perpindahan ibu kota. Namun, yang jadi faktor perpindahan tersebut disebabkan faktor politik. Juga seluruh kebijakan yang dicanangkan berfokus pada kemaslahatan umat. Sumber pendanaan resmi dari kekuatan dalam negeri, sehingga tidak mengancam kedaulatan negara.

Sumber pendanaan difokuskan guna menjamin keselamatan jiwa sesuai pandangan syariat. Bukan dari investasi atau utang yang lagi-lagi rakyat yang harus menanggung tanggungannya secara tidak langsung. Dalam Islam, sudah diatur bagaimana negara Khilafah mendapatkan sumber pemasukan untuk membangun stabilitas dalam negeri. Salah satunya berasal dari pos kepemilikan umum. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah saw., “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air dan api” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Selain pos kepemilikan umum, ada sumber lain yaitu fa’i (harta rampasan perang), kharaj, dsb.

Adapun dari sisi pembangunan tata kota, yang dikedepankan bukan sekadar tata kota yang smart city semata, melainkan tata kota yang memperhatikan aspek pertahanan terhadap ancaman dan serangan. Sebagaimana pada masa kekhilafahan Khalifah al-Mansur yang membangun empat benteng yang mengelilingi Baghdad. Masing-masing benteng tersebut diberi nama Kufah, Basrah, Khurasan dan Damaskus.

Nama ini sesuai dengan arah gerbang untuk perjalanan menuju kota-kota tersebut. Setiap gerbang memiliki pintu rangkap yang terbuat dari besi tebal, yang memerlukan beberapa laki-laki dewasa untuk membukanya. Tak heran Baghdad dengan cepat bisa menutupi kemegahan Ctesiphon, ibu kota kekaisaran Persia masa itu. Kondisi ini tentu akan sulit direalisasikan jika tata kelola negara masih berkiblat pada sistem Kapitalisme – Sekularisme. Butuh perubahan paradigma baru secara holistik yang bersumber dari Alquran dan As-Sunnah. Wallahu a’lam bi ash-shawwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Jum'at, 03 Dec 2021 21:15

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26


MUI

Must Read!
X