Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.186 views

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

 

Oleh : Isty Shofiah, S.Pd

Pernah menonton drama korea (drakor) Sky Castle? Serial ini berkisah tentang para orangtua yang menginginkan kesuksesan anak lewat pendidikan. Begitu menarik kisahnya karena pendidikan anak menjadi prioritas utama yang digambarkan dalam film tersebut. Berbagai cara dilakukan sang ibu untuk mendapat nilai terbaik. Ia bahkan rela mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyewa konselor atau tutor bagi anaknya. Ya, film tersebut banyak diminati di tengah hausnya pendidikan parenting saat ini dimana peran orangtua tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari film tersebut, setidaknya ada dua hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:

Pertama. Wajibnya menuntut ilmu. Dalam film tersebut, para ibu menggunakan berbagai cara agar anaknya masuk dalam satu perguruan tinggi bergengsi. Obsesi tersebut menjadikan anak-anaknya memiliki jiwa dan karakter yang  kurang baik. Pasalnya, mereka mengalami banyak tekanan dalam belajar.

Anggapan bahwa sekolah di kampus terbaik akan menjadikan sang anak mudah mendapatkan pekerjaan bukan hanya dalam film namun secara nyata banyak dijumpai. Wajar, pernyataan seperti itu muncul akibat sistem kehidupan yang dipakai di seluruh negara. Itulah Kapitalisme, yang menjadikan segalanya berorientasi pada materi. Termasuk dalam hal pendidikan. Karena kesuksesan di alam kapitalisme diukur dari banyaknya materi yang dimiliki. Wajar jika tujuan bersekolah saat ini adalah untuk mendapatkan pekerjaan.

Berbeda dengan Islam yang mewajibkan setiap individu untuk menuntut ilmu. Kewajiban ini berlaku bagi setiap insan, laki-laki maupun perempuan. Bahkan surah yang pertama kali diterima Rasulullah Saw. adalah surah Al-Alaq yakni perintah untuk membaca. Islam memberikan penghargaan dan kemuliaan terhadap orang-orang berilmu. Sebagaimana firman-Nya berikut,

“Diangkat oleh Allah orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat” (Tqs Al-Mujadalah : 11)

“Katakanlah! adakah sama antara orang-orang yang berlimu dan orang-orang yang tidak berilmu?” (Tqs Az-Zumar: 9)

Tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam pembangunan peradaban manusia. Dengan ilmu, manusia mampu memilih dan memilah, mana yang baik dan buruk, serta halal dan haram.

Pada masa kejayaannya, Islam mampu mencetak generasi-generasi unggul yang polimatik. Yakni, tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama namun juga pengetahuan sain dan teknologi. Para ilmuwan tidak hanya menguasai satu bidang ilmu. Salah satunya adalah Al-khawarizmi, penemu angka nol. Ia tidak hanya menguasai algoritma dan astronomi. Dalam hal agama, ia pun telah hafal Qur’an sejak kecil dan menguasai ilmu fiqih.

Ada juga Ibnu Sina yang disebut dengan Bapak Kedokteran. Ibnu Al-Haitham penemu lensa kamera yang tanpanya kita tak akan mengenal fotografi dan semacamnya. Begitu juga dengan Maryam Al-Astrolabi penemu astrolube, yaitu semacam kompas yang digunakan hingga detik ini untuk mengetahui arah saat perjalanan laut. Dan masih banyak ilmuwan muslim yang ilmunya begitu berpengaruh hingga saat ini. Itulah sebagian dari generasi polimatik yang lahir pada masa kejayaan Islam. Tujuan mereka menuntut ilmu hanyalah meraih ridho-Nya. Sehingga apa yang mereka pelajari semata-mata untuk Islam dan kemajuannya.

Kedua. Ibu adalah arsitek peradaban. Pada salah satu scene yakni ketika seorang pelatih/tutor akan memilih anak siapa yang akan dilatihnya dengan cara melakukan interview terhadap ibu. Ia mengatakan bahwa ibu yang bekerja akan sulit mengantarkan anaknya pada gerbang kesuksesan. Itu karena ada anggapan bahwa ibu bekerja tidak punya cukup waktu untuk membersamai anaknya. Sebaliknya, ibu rumah tangga dianggap mampu karena dapat fulltime membersamai anaknya belajar, dan tentu akan mengenal karakteristik anak lebih mendalam dibanding ibu pekerja.

Poin ini menarik di tengah gencarnya ide feminisme yang mengubah cara pandang kebanyakan ibu saat ini untuk keluar bekerja. Film ini justru menggambarkan sebaliknya. Ibu rumah tangga dianggap profesi ideal bagi pembentukan generasi.

Mari kita lihat bagaimana Islam memandang. Dalam Islam, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ia mengasuh dan mendidiknya dengan baik. Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain. Begitu juga dengan pemahaman yang utuh terhadap anak dalam berbagai hal. Itu semua tentulah datang dari seorang Ibu. Bila fungsi Ibu terabaikan karena Ibu harus keluar bekerja, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?

Ibunda para Ulama

Teringat suksesnya ibunda Imam Syafi’i yang mengantarkankan putranya menjadi ulama besar. Beliau mewakili perjuangan para ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian dan memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i telah hafal Alqur’an. Ia mengantarkan Syafi’i kepada guru-gurunya untuk belajar.

Tidak sedikit Ulama/Tokoh-tokoh besar yang sukses karena peran seorang ibu di belakangnya. Mungkin nama para ibu ini tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun anak-anak mereka tercatat dengan tinta emas. Dan itu cukup menjadi bukti eksistensi  seorang ibu.

Berperan sebagai ibu ideal tentu menjadi cita-cita para ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang mengisi peradaban bangsa. Namun, tantangan demi tantangan juga banyak dihadapi oleh Ibu masa kini. Mulai dari faktor ekonomi yang semakin hari semakin menyekik banyak keluarga hingga permasalahan mahalnya pendidikan untuk anak. Tak heran banyak ibu rumah tangga yang akhirnya beralih profesi untuk membantu suami dengan turut bekerja.

Hal lain yang harus dimiliki oleh seorang ibu adalah wawasan untuk mendidik anak. Di sinilah pentingnya ilmu parenting bagi orangtua, khususnya ibu. Dengan ilmu, seorang ibu akan memahami potensi yang dimiliki anak sehingga bisa mengembangkannya. Ibu seperti inilah yang insya Allah akan mampu mencetak generasi unggul.  

Untuk itu, dibutuhkan peran negara dalam hal ini. Negara harus menjamin agar para ibu fokus menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Janganlah beban mencari nafkah dibebankan pada para ibu sehingga mereka terpaksa ke luar rumah untuk bekerja atau bahkan ke luar negeri sebagai pahlawan devisa.

Selain itu, negara juga wajib menjamin pendidikan Ibu agar tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Ibu yang sesungguhnya memunyai tanggung jawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Karena para ibu ialah arsitek peradaban gemilang, pencetak generasi cemerlang. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Studi: 86 Persen Remaja Kecanduan Gim Online

Studi: 86 Persen Remaja Kecanduan Gim Online

Kamis, 23 Jan 2020 22:20

Empati di Tengah Bencana

Empati di Tengah Bencana

Kamis, 23 Jan 2020 22:19

WhatsApp Bakal Punya Fitur Stiker Animasi

WhatsApp Bakal Punya Fitur Stiker Animasi

Kamis, 23 Jan 2020 22:13

Utusan Khusus AS Ancam Pemimpin Baru Pasukan Quds IRGC Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Utusan Khusus AS Ancam Pemimpin Baru Pasukan Quds IRGC Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Kamis, 23 Jan 2020 20:35

Pejabat IRGC Sarankan Iran Sandera Orang Amerika Untuk Selesaikan Masalah Sanksi

Pejabat IRGC Sarankan Iran Sandera Orang Amerika Untuk Selesaikan Masalah Sanksi

Kamis, 23 Jan 2020 20:06

Harun Masiku Novel Baru

Harun Masiku Novel Baru

Kamis, 23 Jan 2020 18:15

KPK Makin Tak Berdaya

KPK Makin Tak Berdaya

Kamis, 23 Jan 2020 15:10

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Ancam Tembak Pesawat Sipil di Libya

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Ancam Tembak Pesawat Sipil di Libya

Kamis, 23 Jan 2020 14:45

Pentafood: Urun Modal Usaha Bebas Riba, Bagi Hasil 5x Sebulan

Pentafood: Urun Modal Usaha Bebas Riba, Bagi Hasil 5x Sebulan

Kamis, 23 Jan 2020 14:38

Mahkamah Agung India Tolak Tuntutan Untuk Menunda UU Kewarganegaraan Anti-Muslim

Mahkamah Agung India Tolak Tuntutan Untuk Menunda UU Kewarganegaraan Anti-Muslim

Kamis, 23 Jan 2020 13:57

Anggota Wudhu' Bercahaya, Inilah Cara Rasulullah Kenali Umatnya

Anggota Wudhu' Bercahaya, Inilah Cara Rasulullah Kenali Umatnya

Kamis, 23 Jan 2020 13:44

Fix Hijab Perintah Allah

Fix Hijab Perintah Allah

Kamis, 23 Jan 2020 13:39

Menakar Nalar Pernyataan Wanita Muslimah Tidak Wajib Pakai Jilbab

Menakar Nalar Pernyataan Wanita Muslimah Tidak Wajib Pakai Jilbab

Kamis, 23 Jan 2020 12:57

Akhir Cerita Honorer

Akhir Cerita Honorer

Kamis, 23 Jan 2020 12:45

DSKS Laporkan Pelacuran Online ke Polisi

DSKS Laporkan Pelacuran Online ke Polisi

Kamis, 23 Jan 2020 11:09

Gagalnya Tendangan Tidak Langsung Harun Masiku

Gagalnya Tendangan Tidak Langsung Harun Masiku

Kamis, 23 Jan 2020 10:23

Frustasi Sosial Ekonomi Membuncah, Cermin Kegagalan Kapitalisme

Frustasi Sosial Ekonomi Membuncah, Cermin Kegagalan Kapitalisme

Kamis, 23 Jan 2020 10:17

Terbesar Kedua Setelah Blok Cepu, Pemerintah Diminta Super Serius Kawal Blok Rokan

Terbesar Kedua Setelah Blok Cepu, Pemerintah Diminta Super Serius Kawal Blok Rokan

Kamis, 23 Jan 2020 10:05

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Kamis, 23 Jan 2020 09:35

Hijab Tak Wajib? Ini Pendapat Sesat, Lagi Menyesatkan!

Hijab Tak Wajib? Ini Pendapat Sesat, Lagi Menyesatkan!

Kamis, 23 Jan 2020 09:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Rabu, 22/01/2020 18:14

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?