Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.263 views

Sistem Zonasi, Inikah Solusi?

Oleh:

Endah Husna*

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini wajib menggunakan sistem zonasi. Itu yang berlaku untuk jenjang sekolah TK hingga SMA. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mendikbud No.4/2018 yang diterbitkan awal Mei. Zonasi atau jarak rumah dengan sekolah menjadi pertimbangan calon siswa untuk diterima. Adapun zonasi sekolah tersebut ditetapkan pemerintah daerah. (Media Indonesia 29 Mei 2018).

PPDB tahun ini berdasarkan sistem zonasi. Kriterianya bukan lagi hasil ujian nasional (UN), kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, di Jakarta, Senin (28/5). Dia menjelaskan,  sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat minimal 90% dari total keseluruhan daya tampung peserta didik. Adapun 10% sisanya diperuntukkan bagi siswa yang berada di luar zonasi. Sebanyak 5% daya tampung sekolah dialokasikan untuk siswa berprestasi, sedangkan 5% lainya untuk siswa pindahan atau siswa terdampak bencana alam.

Dalam Permendikbud, lanjut Hamid, juga juga diatur dalam alokasi zonasi yang 90% tersebut sekolah diwajibkan menerima siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, paling sedikit 20%. Hamid meminta agar sekolah maupun Pemerintah Daerah menaati peraturan PPDB tersebut. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan mengenai sanksi bagi sekolah yang tak menaati peraturan tersebut, mulai dari teguran tertulis, penundaan atau pengurangn hak,  pembebasan tugas, hingga penghentian sementara.

Sementara dalam kesempatan lain, Kepala Badan penelitian dan pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menyatakan nilai Ujian Nasioanal (UN)  tidak lagi diutamakan dalam penerimaan siswa baru. Anak – anak harus bersekolah dalam zonasi tertentu yang ditetapkan pemerintah daerah.

Jika diamati, dengan bergantinya Menteri  Pendidikan berganti pula aturannya. Tahun 2018, aturan baru yang belum pernah diterapkan di tanah air, berharap bisa membawa wajah baru bagi pendidikan menjadi lebih baik, yakni sistem zonasi. 

Akar masalah dari sistem pendidikan di Indonesia adalah mengambil aturan Kapitalis yakni memisahkan pendidikan dari Agama. Ditambah dengan berbagai faktor, diantaranya adalah minimnya fasilitas pendidikan, ketidakjelasan arah kurikulum, kurangnya jumlah pendidik berkompetensi, rusaknya perilaku keluaran (output) pendidikan, dan lebih buruk dengan lemahnya fungsi di luar sekolah disebabkan keluarga dan masyarakat yang tidak ikut mendidik tapi malah membebani sekolah.

Mengenai pemisahan pendidikan dari Islam telah terjadi di semua lini dalam wujud dikotomi penyelenggaraan pendidikan umum dan Agama, arah kurikulum yang lebih menitikberatkan penyiapan kerja bukan pembangunan kepribadian dan semakin banyaknya muatan materi yang bertentangan dengan Islam.  Seharusnya kita sadar bahwa Sistem Pendidikan yang memisahkan Agama dengan Pendidkan yang diterapkan di negeri ini terbukti telah gagal melahirkan manusia sholih, bertaqwa yang sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Maka dibutuhkan perbaikan yang mendasar dan menyeluruh untuk menyelesaikan secara tuntas mengenai sistem pendidikan ini. Bukan hanya memperbaiki permasalahan cabangnya.

Yakni, diawali dari perubahan paradikma pendidikan sekuler (memisahkan Agama dari Pendidikan) menjadi paradigma Islam dengan memberlakukan sistem pendidikan Islam. Sementara kelemahan fungsi keluarga dan masyarakat diselesaikan dengan cara meningkatkan kemampuan mendidik keluarga, menata media dan menciptakan suasana kondusif di masyarakat sesuai dengan arahan Islam. Karena Islam Rahmatan Lil’alamin.

Dengan itu akan terwujud kembali sisitem pendidikan Islam sebagai sisitempendidikan terbaik untuk generasi umat terbaik. Sebagaimana Firman Allah SWT di dalam TQS.Ali Imran : 110, “ Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang – orang yang fasik.”*Pemerhati Anak dan Ibu

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Sambut Kongres Umat Islam Indonesia VII,  FAI UMJ Gelar FGD

Sambut Kongres Umat Islam Indonesia VII, FAI UMJ Gelar FGD

Kamis, 23 Jan 2020 00:54

Politik Dinasti

Politik Dinasti

Rabu, 22 Jan 2020 23:58

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Rabu, 22 Jan 2020 23:20

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Rabu, 22 Jan 2020 23:01

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

Rabu, 22 Jan 2020 22:42

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Rabu, 22 Jan 2020 22:40

PDIP Versus Jokowi?

PDIP Versus Jokowi?

Rabu, 22 Jan 2020 22:16

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Rabu, 22 Jan 2020 22:13

Menyambut Bisyarah: Akankah Kota Roma Takluk?

Menyambut Bisyarah: Akankah Kota Roma Takluk?

Rabu, 22 Jan 2020 21:59

LPG 3 Kg dan Islam

LPG 3 Kg dan Islam

Rabu, 22 Jan 2020 21:36

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia,  MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia, MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Rabu, 22 Jan 2020 20:33

Ethok-Ethok Nggeledah

Ethok-Ethok Nggeledah

Rabu, 22 Jan 2020 20:15

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

Rabu, 22 Jan 2020 19:02

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Rabu, 22 Jan 2020 18:16

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Rabu, 22 Jan 2020 18:14

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Rabu, 22 Jan 2020 17:59

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Rabu, 22 Jan 2020 17:35

Menag Kok Begini

Menag Kok Begini

Rabu, 22 Jan 2020 17:12

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Rabu, 22 Jan 2020 15:30

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

Rabu, 22 Jan 2020 15:18


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X