Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.792 views

Sistem Zonasi, Inikah Solusi?

Oleh:

Endah Husna*

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini wajib menggunakan sistem zonasi. Itu yang berlaku untuk jenjang sekolah TK hingga SMA. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mendikbud No.4/2018 yang diterbitkan awal Mei. Zonasi atau jarak rumah dengan sekolah menjadi pertimbangan calon siswa untuk diterima. Adapun zonasi sekolah tersebut ditetapkan pemerintah daerah. (Media Indonesia 29 Mei 2018).

PPDB tahun ini berdasarkan sistem zonasi. Kriterianya bukan lagi hasil ujian nasional (UN), kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, di Jakarta, Senin (28/5). Dia menjelaskan,  sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat minimal 90% dari total keseluruhan daya tampung peserta didik. Adapun 10% sisanya diperuntukkan bagi siswa yang berada di luar zonasi. Sebanyak 5% daya tampung sekolah dialokasikan untuk siswa berprestasi, sedangkan 5% lainya untuk siswa pindahan atau siswa terdampak bencana alam.

Dalam Permendikbud, lanjut Hamid, juga juga diatur dalam alokasi zonasi yang 90% tersebut sekolah diwajibkan menerima siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, paling sedikit 20%. Hamid meminta agar sekolah maupun Pemerintah Daerah menaati peraturan PPDB tersebut. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan mengenai sanksi bagi sekolah yang tak menaati peraturan tersebut, mulai dari teguran tertulis, penundaan atau pengurangn hak,  pembebasan tugas, hingga penghentian sementara.

Sementara dalam kesempatan lain, Kepala Badan penelitian dan pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menyatakan nilai Ujian Nasioanal (UN)  tidak lagi diutamakan dalam penerimaan siswa baru. Anak – anak harus bersekolah dalam zonasi tertentu yang ditetapkan pemerintah daerah.

Jika diamati, dengan bergantinya Menteri  Pendidikan berganti pula aturannya. Tahun 2018, aturan baru yang belum pernah diterapkan di tanah air, berharap bisa membawa wajah baru bagi pendidikan menjadi lebih baik, yakni sistem zonasi. 

Akar masalah dari sistem pendidikan di Indonesia adalah mengambil aturan Kapitalis yakni memisahkan pendidikan dari Agama. Ditambah dengan berbagai faktor, diantaranya adalah minimnya fasilitas pendidikan, ketidakjelasan arah kurikulum, kurangnya jumlah pendidik berkompetensi, rusaknya perilaku keluaran (output) pendidikan, dan lebih buruk dengan lemahnya fungsi di luar sekolah disebabkan keluarga dan masyarakat yang tidak ikut mendidik tapi malah membebani sekolah.

Mengenai pemisahan pendidikan dari Islam telah terjadi di semua lini dalam wujud dikotomi penyelenggaraan pendidikan umum dan Agama, arah kurikulum yang lebih menitikberatkan penyiapan kerja bukan pembangunan kepribadian dan semakin banyaknya muatan materi yang bertentangan dengan Islam.  Seharusnya kita sadar bahwa Sistem Pendidikan yang memisahkan Agama dengan Pendidkan yang diterapkan di negeri ini terbukti telah gagal melahirkan manusia sholih, bertaqwa yang sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Maka dibutuhkan perbaikan yang mendasar dan menyeluruh untuk menyelesaikan secara tuntas mengenai sistem pendidikan ini. Bukan hanya memperbaiki permasalahan cabangnya.

Yakni, diawali dari perubahan paradikma pendidikan sekuler (memisahkan Agama dari Pendidikan) menjadi paradigma Islam dengan memberlakukan sistem pendidikan Islam. Sementara kelemahan fungsi keluarga dan masyarakat diselesaikan dengan cara meningkatkan kemampuan mendidik keluarga, menata media dan menciptakan suasana kondusif di masyarakat sesuai dengan arahan Islam. Karena Islam Rahmatan Lil’alamin.

Dengan itu akan terwujud kembali sisitem pendidikan Islam sebagai sisitempendidikan terbaik untuk generasi umat terbaik. Sebagaimana Firman Allah SWT di dalam TQS.Ali Imran : 110, “ Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang – orang yang fasik.”*Pemerhati Anak dan Ibu

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

Selasa, 27 Oct 2020 08:39

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Selasa, 27 Oct 2020 08:07

Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09

Proyek Gagal Film “My Flag”

Proyek Gagal Film “My Flag”

Senin, 26 Oct 2020 16:38

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Senin, 26 Oct 2020 12:14

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Senin, 26 Oct 2020 09:38

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Senin, 26 Oct 2020 08:25

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Ahad, 25 Oct 2020 17:15

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Ahad, 25 Oct 2020 15:45

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Ahad, 25 Oct 2020 15:25

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X