Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.830 views

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

 

Oleh: Umi Diwanti

 

Banyak rumah tangga goyah tersebab urusan nafkah. Penyebabnya bisa banyak faktor. Kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri, lapangan kerja yang lebih ramah perempuan daripada laki-laki, ditambah tak adanya aturan yang mengikat para suami untuk sungguh-sungguh mencari nafkah. Semua faktor itu bisa jadi penyebab banyak rumah tangga yang tidak ideal.

Istri terpaksa turut menanggung beban nafkah keluarga. Bahkan tak jarang para suami malah turut menikmati tanpa menunjukkan usaha keras menjemput rezeki. Akhirnya para istri capek badan, capek hati. Dalam kondisi ini, demi mempertahankan rumah tangga apakah istri hanya boleh bersabar?

Ada kalanya, jalan terbaik bagi istri adalah sabar. Tapi ingat, sabar itu atas ujian bukan atas kezaliman/kelalaian. Sabar dilakukan untuk perubahan agar kelalaian itu bisa ditinggalkan oleh pasangan kita. Dalam hal ini, bukan sabar nrimo aja sikap suami. Tapi istri harus menasihati dalam rangka menormalisasi tugas suami.

Di sisi lain kita pun tidak memungkiri bahwasanya ada pahala besar bagi istri yang ikhlas bersedekah membantu kewajiban suami. Dengan catatan, istri tak boleh lalai terhadap kewajibannya gara-gara membantu kewajiban suami. Dan yang lebih tidak diinginkan adalah jika bantuan istri justru memandulkan upaya suami dalam usaha mencari nafkah ini. Ya, kadang adrenalin suami untuk menjemput rezeki tidak terbangkitkan karena kehebatan seorang istri.

“Ah dari pada ribet dan lambat, udahlah mending dikerjain sendiri saja. Cepat dan langsung beres.”

“Daripada susah-susah nyuruh suami cari kerja tambahan, belum tentu dia ngerti dan mau. Mending saya aja yang kerja.”

Benar, memilih mengambil alih peran suami dengan niat sedekah dan biar gak ribet memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, mengupayakan suami mampu memaksimalkan potensinya sebagai pencari nafkah adalah lebih utama dan pertama yang harus dilakukan.

Jika suami tidak ada uzur syar’i, semisal lemah fisik dan mentalnya, maka pelalaian nafkah oleh mereka adalah dosa. Saat kita membiarkannya, kita pun turut berdosa. Dalam hal ini, bisa jadi kita tidak menyadari bahwa kadang-kadang keberadaan kita sebagai perempuan yang  serba bisa lah yang secara tidak langsung mengubur potensi suami.

Saat susu buat anak habis, istri kreatif nyambi jual online. Saat sewa kontrakan ditagih pemiliknya, istri abra-kadabra langsung dapat pinjaman seketika. Saat uang SPP anak nunggak, istri gesit lobi sana-sini dan raport anak pun bisa diambil. Semua selesai oleh istri. Potensi suami jadi tidak tergali.

Saya berani bilang begini karena pernah mengalami. Meski kasus tak serupa. Saya (lebih tepatnya kami) pernah punya toko pakaian muslim. Saya merasa mampu menangani semuanya sendiri. Saya pikir, ini bukan bidang suami. Pasti beliau gak bisa ngurus yang beginian. Beliau pun tak tahu menahu urusan toko.

Seiring waktu, saya merasa kewalahan. Emosi saya ke anak-anak bermasalah. Mau tutup sayang, mau lanjut saya takut banyak melalaikan kewajiban lain. Mau diserahkan ke suami, saya ketar ketir.

“Bisa ngadat ni usaha, secara gak ada peka-pekanya suami urusan beginian. Apalagi kalau melihat kesibukan beliau, yang ada aja hampir kurang waktu. Gimana bisa mengelola toko ini.” Pikir saya waktu itu.

Tapi kondisi membuat saya harus melepas urusan toko. Pelan-pelan saya membujuk hati agar yakin sepenuhnya bahwa rezeki itu sudah diatur. Kalau memang ngadat ya berarti memang sampai di situ saja rezeki lewat toko. Saya luruskan niat, lillah. Tak disangka ternyata semua tetap baik-baik saja di tangan suami. Meski tak langsung sempurna seperti sebelumnya.

Setelah itu, saya masih tetap bantu-bantu. Khususnya saat memilihkan model pakaian yang dibeli. Bedanya, saya menjadi lebih enjoy daripada sebelumnya. Seiring waktu dan kepercayaan yang saya berikan, suami pun semakin mahir mengelola toko.

Demikian lah dalam urusan mencari nafkah. Bukan tidak boleh istri membantu suami. Tapi sesekali biarkan masalah itu mereka yang hadapi. Toh secara hukum syara itu memang kewajiban mereka.

Biarkan mereka yang memikirkan kekurangan uang susu, sewa rumah, SPP yang nunggak, dll. Niscaya kondisi kepepet akan memunculkan potensi kelelakian mereka. Bukankah kita telah lama mengenal istilah "The power of kepepet"?

Jikapun sebagai istri kita mau bantu, berikanlah saran bukan langsung kita yang lakukan. Memotivasi dan merangsang suami untuk peka melihat peluang usaha adalah lebih utama, dibandung menggantikan langsung tugasnya.

Tapi di sini mutlak seorang istri harus nyetok sabar berlipat. Kadang motivasi gak langsung bikin mereka bereaksi. Kadang peluang yang kita sampaikan tak langsung mereka terima. Siap-siap aja kalau mereka jawab, “Ah ini bukan bidang saya, saya gak bisa kerja beginian.”

Atau setelah mereka melakukan ternyata hasilnya jauh dari yang kita harapkan. Mungkin kehidupan kita akan terjun payung dulu dalam beberapa waktu. Bersabarlah. Sambil terus apresiasi setiap usaha yang dilakukan suami.

Bukankah semua ahli pun berawal dari ketidaksempurnaan. Sebagai istri kita jangan keburu berputus asa. Teruslah memotivasi, mendampingi, dan mengapresiasi. Yakinlah suatu saat nanti, para suami akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Meski akhirnya kita pun secara sukarela tetap ingin membantu, tentu dengan perasaan berbeda. Antara sebagai pelaku utama dan hanya membantu sebisanya. Tulang rusuk tak boleh berubah menjadi tulang punggung. Insyaallah rumahtangga kita akan sehat dan penuh berkat.

Jadi sekali lagi, gunakan sabar kita pada tempatnya. Sabar mengembalikan peran suami lebih utama ketimbang sabar menghadapi kelalaian suami. Entah mereka sengaja atau tidak. Bukankan salah satu tugas utama istri adalah menjaga suami dari kelalaiannya?

Jika tak berhasil juga, maka barulah jurus terakhir kita keluarkan. Bersabar dan ikhlas menjalani apa adanya, sembari terus menadah tangan memohon pada-Nya, menanti keajaiban dari yang Maha Penentu Segalanya. Semoga Allah berikan para istri kekuatan dan kesabaran berlipat ganda. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X