Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.511 views

Dilema Para Emak di Tengah Pandemi yang Tak Kunjung Reda

 

Oleh:

Aktif Suhartini, S.Pd.I || Ibu Rumah Tangga/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

TAHUN ajaran baru bagi anak-anak sekolah sudah dimulai, tentu saja suasananya sangat jauh berbeda dengan yang dibayangkan.  Pasalnya, di tahun ajaran 2020-2021 ini,  pandemi Covid-19 tak kunjung reda, malah penyebarannya makin meningkat dan jumlah orang yang terinveksi  oleh si mungil yang tak terlihat secara kasatmata ini semakin bertambah. Sehingga pembelajaran yang aman di tengah pandemi ini dengan media online.

Dulu, sebelum Covid-19 ini muncul, terbayang sudah bagaimana senangnya para emak punya anak yang akan bersekolah, bisa mengantar anak sampai pintu gerbang sekolah,  sambil melambaikan tangan dan berkata, “Selamat belajar Cayank...yang pintar ya Nak…Jadi anak Saleh. Semoga  ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan berguna untuk umat...Aamiin.” Itulah kata-kata yang akan  saya ucapkan sambil memanjatkan do'a untuk anak tercinta.

Sudah terbayang dan terlihat sudah dalam pelupuk mata bahwa anak balitaku  nanti akan mulai mengecap kehidupan baru yaitu belajar melalui lembaga resmi pendidikan di luar rumah. Yaitu lembaga PAUD.

Namun, pupus sudah bayangan itu. Apa boleh buat, ketika tahun ajaran baru tiba, ternyata penyebaran pandemi Covid-19  bukannya berakhir, malah semakin terlihat peningkatan orang yang terinfeksi. Bahkan, yang tadinya daerah zona merah menjadi zona hitam, yang tadinya zona hijau menjadi zona merah. Sangat mengerikan tentunya.

Maka, setelah para orang tua berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak lembaga sekolah, dinformasikan bahwa untuk tahun ajaran 2020 -2021, sistem pendidikan memakai kurikulum pandemi yaitu BDR (Belajar Dari Rumah). InsyaAllah, pada Januari mendatang, jika pandemi ini sudah berakhir, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal. Aamiin.

Sungguh sangat dilema. Di satu sisi, para orang tua ingin agar anak-anaknya tetap belajar walaupun  jumlah penderita Covid-19 mengalami peningkatan. Di sisi lain, para orang tua, terutama emak-emak, sangat kesulitan bahkan ada yang sampai stres karena harus ikut berperan aktif sebagai guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di rumah.

Yang menjadi masalah, tidak semua orang tua memiliki latar belakang pendidikan serta berkemampuan  mengajar. Anak-anak  juga biasanya lebih senang bermanja-manja dan bermain santai di rumah. Ketika  guru memberikan tugas  online, kadang mereka malas mengerjakannya. Nah, di sanalah peran para emak muncul untuk menyemangati anak-anaknya. Pastinya para emak ditanyain oleh gurunya. “Bunda...sudah selesai belum tugas Ananda hari ini...?"

Bagi para emak yang punya anak yang masih PAUD seperti saya, atau pun punya anak SD (Terutama kelas 1 dan 2), tidak bisa berharap mereka duduk manis di depan gawai atau laptop ketika mengikuti arahan guru dalam kegiatan belajar mengajar, karena fitrahnya mereka adalah bergerak terus sebagai tanda anak aktif yang sehat.

Masalah pun tak sampai di situ saja, pemberlakuan Work from Home (WfH) dari kantor suami bekerja, sebagai salah satu usaha mengurangi percepatan laju Covid-19, otomatis menambah stres. Karena pemberlakuan WfH akan mengurangi pendapatannya.

Bayangkan saja Mak…? Bagaimana tidak stres, gaji suami berkurang karena WfH, sementara pengeluaran biaya bertambah per harinya. Sekarang, ada bapak dan anak-anak di rumah, tentu saja dapur harus ngebul terus. Tentunya porsi memasak dan membuat camilan keluarga juga akan bertambah. Belum lagi, rumah berantakan tak ada rapinya. Namanya ada anak di rumah seharian, baju kotor,  piring kotor, rumah kotor terus tiada henti. MasyaAllah....Pusingggg.

Ditambah lagi, pengeluaran semakin bertambah dengan sistem belajar online dan WfH karena pembelian pulsa dan kuota menjadi suatu kewajiban. Pos biaya tetap juga bertambah. Sebagai bendahara keluarga, tentunya para emak juga bingung  seperti saya mengatur keuangan keluarga. Bukannya pos pendapatan yang bertambah agar ada surplus, ini malah pos pengeluaran yang membumbung tinggi…Duh Gusti.

Inilah salah satu curhatan atau obrolan para emak yang dilema ketika pandemi ini tak kunjung reda. Ini merupakan sebuah cara untuk meluapkan perasaan kesal,  marah, emosi dan bingung  bagaimana mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

Sebenarnya, dilema yang dirasakan para emak di masa pandemi ini, tidak akan terjadi, jika sedari awal pemerintah mau menerapkan hukum Allah, terkait mewabahnya pandemi, yakni karantina wilayah (Lockdown). Namun, pemerintah enggan menerapkan kebijakan ini. Pemerintah lebih mementingkan segelintir oligarki yang takut usahanya bangkrut. Walhasil, rakyatlah yang menjadi korban.

Padahal, karantina wilayah ini sangat efektif untuk menghambat penyebaran Covid-19 ini. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, ”Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Andaikan pemerintah mau melakukan karantina wilayah, maka kesulitan para emak pun akan teratasi dan tentunya emak-emak  sangat senang, karena aktivitas akan berjalan normal kembali. Anak-anak bisa bersekolah seperti biasanya. Sang ayah pencari nafkah normal berkerja seperti biasa, sehingga tidak ada pengurangan pendapatan atau sampai adanya PHK.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X