Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.062 views

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

 

Oleh: Ratih Raraswati *)

Pemerintah Indonesia membuat peraturan terkait usia minimal calon pengantin dengan harapan terwujud perkawinan yang baik tanpa berakhir dengan perceraian. Undang-Undang Nomor 16/2019 tentang Perkawinan membatasi minimal calon pengantin putri berusia 19 tahun. Hal ini dipandang usia tersebut telah memiliki kematangan dalam jiwa dan raga untuk menjalankan pernikahan.

Batas minimal usia bagi calon pengantin putri telah ditetapkan, namun pernikahan dini semakin banyak terjadi di Indonesia bahkan  saat pandemi melanda negeri ini. Jawa Barat merupakan penyumbang angka perkawinan usia muda tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2020.

Menurut Dosen Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susilowati Suparto mengatakan, peningkatan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19 salah satunya ditengarai akibat masalah ekonomi.

Selain faktor ekonomi, kehamilan remaja sebelum pernikahan juga banyak  terjadi. Hal ini dapat dilihat dari ratusan calon pengantin yang mengajukan permohonan dispensasi nikah sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitera Pengadilan Agama Jepara Taskiyaturobihah:

”Dari 240 pemohon dispensasi nikah, dalam catatan kami ada yang hamil terlebih dahulu dengan jumlah berkisar 50-an persen. Sedangkan selebihnya karena faktor usia yang belum sesuai aturan, namun sudah berkeinginan menikah,” dilansir dari Antara di Jepara pada Minggu (26/7).

Kehamilan sejumlah remaja perempuan yang nyata-nyata belum melangsungkan pernikahan, bahkan banyak di antaranya masih berstatus pelajar sekolah menengah. Berita tersebut banyak kita temukan liputannya, di antaranya ada di liputan6.com ataupun di idntimes.com.

Kehamilan remaja putri di luar nikah tentu menjadi masalah yang harus segera dicari penyebabnya dan diselesaikan secara cepat dan tepat. Mengapa perzinaan yang diharamkan Allah SWT terus mengalami peningkatan? Dan apa solusi yang tepat untuk menuntaskan permasalahan ini? Berikut penelusuran yang perlu dipahami sebagai penyebabnya:

Pertama: Usia di bawah 19 tahun dianggap sebagai anak-anak yang belum memiliki kematangan dalam melangsungkan pernikahan. Namun pada faktanya, mereka dapat melakukan hubungan badan selayaknya suami-istri tanpa paksaan bahkan bisa  terjadi berulang dan tak jarang berujung pada kehamilan. Hal ini menunjukkan bahwa secara fisik dan biologis, remaja yang belum genap 19 tahun telah dewasa dan matang melakukan hubungan seks. Sehingga penetapan batas minimal usia pernikahan 19 tahun menjadi tidak relevan untuk diterapkan.

Kedua: kebebasan yang melahirkan pornografi dan pornoaksi dalam film, sinetron, tayangan iklan, atau adegan langsung dalam kehidupan nyata menjadi pendorong munculnya naluri seks bagi orang-orang yang sudah mengalamai kedewasaan biologis. Liberalisasi yang dipegang oleh para pencari kapital ini menghalalkan berbagai cara tanpa memperhitungkan dampak negatifnya. Rangsangan tersebut dapat menimbulkan perilaku pemerkosaan atau perzinaan bagi orang yang tidak mampu meredam gejolak seks.

Ironisnya, pemerintah kebijakan yang diambil pemerintah bukannya menghentikan penyebaran pornografi dan pornoaksi, namun justru cenderung memeliharanya karena dianggap bisa menambah pendapatan negara.

Adanya lembaga sensor pun lebih pada basa-basi tanpa arti. Tayangan merusak akhlak dan moral remaja tetap saja berseliweran dan bisa diakses siapa pun. Negara sekadar menyeru orang tua dan keluarga bertindak selektif memilihkan tayangan anak-anak mereka dan menganjurkan untuk mendampinginya. Seharunya, negara mampu menghapus dan melarang tayangan tersebut.

Ketiga: dominasi kapitalisme negara gagal menjamin kesejahteraan keluarga. Solusinya, semua anggota keluarga terpaksa banting tulang ikut bekerja untuk menambah penghasilan. Ibu yang seharusnya berperan mendidik putra-putrinya didorong untuk membantu perekonomian keluarga dengan dalih pemberdayaan perempuan.

Dalam kondisi sibuk bekerja itulah, kurangnya bahkan tidak ada lagi waktu mendampingi anak-anak dan memberikan pendidikan yang terbaik.

Keempat: kurang tegasnya sanksi bagi pelaku pemerkosaan maupun pelaku zina. Negara tidak memberikan hukuman yang berat bagi para pelaku zina. Bahkan justru memfasilitasi dengan menganjurkan pemakaian pengaman semisal kondom dan sebagainya. Atau memberikan dispensasi nikah pada usia di bawah 19 tahun (sesuai UU Perkawinan) karena kehamilan sebelum pernikahan.

Dari pemaparan di atas, maka yang menjadi masalah bukanlah melejitnya jumlah pernikahan di usia dini (di bawah 19 tahun). Namun yang jadi masalah adalah penyebab pernikahan dini karena kehamilan sebelum pernikahan. Hal inilah yang harus segera diselesaikan dengan solusi yang tepat dan cepat. Berikut solusi yang dapat diterapkan:

Pertama: meninjau ulang undang-undang perkawinan tentang pembatasan minimal usia 19 tahun bagi calon pengantin. Dalam Islam, syarat pernikahan adalah akil baligh. Sedangkan  batasan akil baligh itu tidak diukur oleh usia, tapi oleh sampainya si anak pada batas-batas kedewasaan, yaitu haid bagi anak perempuan dan ihtilam (mimpi basah) bagi laki-laki.

Allah memerintahkan menikah dan akan memampukan seseorang yang telah siap untuk menikah. Ada banyak kebaikan dalam pernikahan yang didasakan pada niat karena Allah, sebagaimana Firman Allah SWT sebagai berikut:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”(QS. an-Nur: 32).

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum: 21)

Kedua: Negara wajib memastikan tidak adanya konten-konten media yang merusak akidah dan merusak akhlak masyarakat. Seperti kemusyrikan, sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme), juga pornografi dan pornoaksi. Negara membuat hukuman yang tegas tentang larangan konten pornografi dan pornoaksi serta mampu bertindak cepat memberi hukuman pada siapa pun yang melanggar.

Ketiga: Negara wajib menjamin kesejahteraan rakyatnya. Di antaranya memastikan kepala keluarga memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya.

Dalam kondisi ini, para ibu tidak akan dituntut ikut bekerja membantu mencari nafkah. Mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan peran utama sebagai ibu pendidik anak-anaknya. Juga akan hadir mendampingi dan menjaga mereka dari setiap bahaya.

Keempat: Negara menerapkan sanksi tegas sesuai ketentuan syariat terhadap pelaku maksiat.

Pelanggaran berupa zina akan dikenakan sanksi rajam bagi pelaku yang sudah pernah menikah, dicambuk dan diasingkan untuk pelaku yang belum pernah menikah.

Kesimpulannya, bukan pernikahan dini yang menjadi masalah dan perlu solusi. Namun penyebab pernikahan dini karena kehamilan sebelum nikah (seks bebas) yang harus ditangani. Dengan menerapkan syariat Islam oleh negara, in shaa Allah semua dapat solusi. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

*)  Penulis lepas, Muslimah peduli generasi

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Senin, 21 Sep 2020 16:37

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 14:45

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X