Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.392 views

Ibu Berhak Bahagia

 

Sebagaimana stres bisa terjadi pada siapa saja. Maka bahagia juga berhak dirasakan oleh siapa saja termasuk ibu.

Oleh:

Tri Asti || Ibu Rumah Tangga, Member Revowriter Jogja

 

MIRIS mendengar kabar hari ini. Anak-anak terbunuh di tangan ibunya sendiri. Lantaran anak tidak paham pembelajaran online juga karena himpitan ekonomi. Seperti pembunuhan yang terjadi di Dusun II Desa Banua Sibohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara.

MT tega membunuh tiga orang anak kandungnya, YL (5 tahun), SL (4 tahun), dan DL (2 tahun) diduga stres karena kondisi ekonomi. Peristiwa terjadi pada Rabu 9 Desember 2020. (viva.co.id, 30/12/2020).

Sulit betul menjadi seorang ibu di jaman sekarang. Kebutuhan hidup semakin mahal, pemasukan ajeg malah berkurang masa pandemi Covid-19 saat ini. Sudah lelah mengurus rumah ditambah menjadi guru privat ananda di rumah. Bagaimana tidak stres menjadi seorang ibu?

Sebenarnya, stres adalah sesuatu yang lumrah menimpa siapa saja. Namun faktanya, ibu juga rentan terjangkiti. Sebuah survei oleh aplikasi Teman Bumil dan platform riset pasar Populix yang melibatkan 1.230 partisipan menunjukkan bahwa 56 persen ibu rumah tangga mengaku stres dan mengalami gejala kecemasan, sulit tidur, serta mudah marah. (cnnindonesia.com, 24/11/2020)

Sebagaimana stres bisa terjadi pada siapa saja. Maka bahagia juga berhak dirasakan oleh siapa saja termasuk ibu. Ibu bisa meraih bahagianya meski masa pandemi, meski uang belanja tak pasti.

Supaya ibu bahagia, ada tiga resep (ilmu)nya. Resepnya tak perlu ditebus dengan harga yang mahal ya Bu, karena sudah disediakan oleh Sang Maha Pencipta yaitu Alloh SWT. Berikut resep-resepnya:

1. Pahami hakikat kehidupan

Hidup di dunia adalah sementara. Tujuan hidup pun sudah jelas untuk beribadah. Masa pandemi juga tidak abadi. Maka membunuh atau bunuh diri bukanlah solusi untuk mengakhiri kesulitan hidup. Karena akhiratlah tempat kembali yang abadi.

Ketika memilih membunuh atau bunuh diri, berarti dirinya memilih tempat kembali yang buruk. Seperti ungkapan badai pasti berlalu. Boleh jadi hari ini kekurangan esok hari belum tentu. Boleh jadi hari ini sempit esok hari pastilah lapang.

Sepahit apapun keadaannya, ibu bisa memahami bahwa itu adalah ujian. Dinamika kehidupan. Kadang di bawah kadang di atas. Niatkan untuk ibadah, insya Alloh menjadi mudah. Berhemat dalam pengeluaran, sigap membantu keuangan rumah tangga, bersemangat mempelajari hal-hal baru tentu bisa menjadi langkah praktisnya. Jalan keluarnya.

2. Pahami konsep rezeki

Rezeki adalah apa-apa yang sudah (sedang) kita nikmati, bukan sesuatu yang masih menjadi keinginan atau harapan. Maka bersabarlah dalam kondisi sempit, menahan diri untuk tidak marah dengan keadaan juga anak-anak. Ketika suami tak mampu mencukupi, maka tak langsung menyalahkan. Betul kewajiban suamilah mencari nafkah. Namun terkait hasil nominal yang didapat berapa, tak lantas marah jika tak sesuai harapan. Ketika suami sudah berupaya maksimal mencari nafkah dengan bekerja tapi hasilnya tak seberapa tetap Sang Pemberi Rezeki yang berhak memberi, mencukupi.

3. Bersinergi dengan suami

Sampaikan apa saja yang ibu rasa sulit untuk dijalani, berbagilah beban dengan suami. Minta bantuan suami mengurus pekerjaan rumah atau mendampingi ananda belajar di rumah jika memang dirasa sudah lelah, tak usah sungkan. Sampaikan bahwa ada kalanya ibu butuh rehat sejenak dari aktivitas sehari-hari. Dengan maksud bukan untuk lalai dari kewajiban mengurus rumah dan anak-anak, namun demi kesehatan fisik juga jiwa ibu. Me time istilahnya.

Bu, ketika ibu bahagia rumah tangga ibarat surga. Yang ada hanya rasa suka. Ada duka namun tak seberapa terasa. Tak akan sering lagi nada tinggi keluar dari lisan ibu, amarah pun mereda. Anak-anak terawat dengan baik, terdidik dengan benar. Tak kan terbersit dalam hati dan pikiran ibu untuk mengakhiri kehidupannya yang bahagia. Aura kebahagiaan seorang ibu pastinya akan terasa oleh semua anggota keluarga. Berbahagialah Bu.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 13:26

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Kamis, 25 Feb 2021 11:15

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Kamis, 25 Feb 2021 08:54

Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29


MUI

Must Read!
X