Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.379 views

Menjadi Ibu Sempurna

 

Oleh:

Keni Rahayu || Ibu Muda dan Influencer Dakwah Millenial

 

IBU. Tiga huruf, dalam maknanya. Cita-cita tertinggi seorang perempuan dalam hidup, bahkan setelah berubah status meninggalkan masa lajang. Status "ibu" adalah fitrah yang diidamkan para pasangan menikah. 

Judul tulisan ini memang naif. Bagaimana mungkin ada ibu sempurna. Tapi, siapa yang hidup bukan untuk menuju ke sana? Minimal pasti ia berusaha. 

Menjadi ibu adalah belajar untuk tidak memikirkan diri sendiri. Setelah menyandang status istri, maka selain suami, sang anak adalah buah pikirnya setiap hari. Tak heran jika pekatnya dini hari membangunkan tidur lelapnya, menyiapkan segala hidangan untuk dikudap saat sarapan para penghuni rumah nanti.

Itu baru soal fisik. Belum lagi tugasnya menjadi pendidik. "Al umm madrosatul ula", gitu kata idola kaum muslimin sedunia. Sembari berlelah fisik membantu suaminya urusan "dalam negeri" seperti memasak, dan menata rumah, akal seorang ibu dituntut siap untuk melahirkan sosok penerus masa depan peradaban dunia. Aqidah adalah ilmu dasar yang harus dimiliki, bahkan dalam bentuk praktis yang siap dididikkan ke buah hati. Maka, jadi ibu harus pintar & cerdas. Bukan perkara rangking ya, tapi perkara: mau kujadikan apa anakku dengan treatment bagaimana.

Sayangnya, menjadi ibu sempurna hari ini bak jauh panggang dari api. Ibu dibebani tuntutan hidup tinggi padahal itu urusan para penguasa negeri. Bukan pilihan, tapi mau tidak mau para ibu dipaksa memenuhi kebutuhan ekonomi. Tak salah. Rasa cintanya yang tinggi pada keluarga menuntutnya pergi meninggalkan rumah sampai petang sejak pagi demi bantu suami mengumpulkan sesuap nasi.

Mahalnya biaya pendidikan hari ini adalah niscaya. Belum lagi kuota dan gadget jadi perangkat utama belajar di masa pandemi ini. Di sisi lain, boro-boro ngitung kadar gizi. Bisa makan nasi-lauk-sayur lengkap tiga kali sehari adalah rezeki besar Ilahi. Para ibu mana paham hitung-hitungan itu, tak pernah diajari di sekolah dulu meski ternyata hari ini penting juga. Lebih parah lagi kalau momen kepepet mengharuskan ibu menarik gas motornya menyambangi para pedagang nasi.

Kebutuhan lain tak kalah penat: sabun, sembako, sandang, papan, listrik, air, arisan dan masih panjang daftar  ke bawah. Semua memanggil melambai-lambai tak sebanding dengan bilangan dalam rekening. Ibu, beban pikirmu luar biasa ya.

Belum lagi pergaulan hari ini bikin jiwa ketar-ketir, bu. Standar bahagia yang ditawarkan dunia sungguh jauh dari mulia. Ke luar rumah bahaya, dalam rumah pun sama. Interaksi bablas hari ini bisa sampai ke buah hati meski melalui layar segi empat kecil bermata pisau itu. Satu sisi untuk belajar daring, di sisi lain toktok dan semacamnya bergentayangan mengiming-iming. Sungguh bu, harus berapa jam sehari ya kita dampingi sang buah hati? 

Maka darimu ibu, kami sandarkan masa depan kami di pundakmu. Siapa lagi yang dengan rela mengajarkan A Ba Ta Tsa dengan suka rela jika bukan engkau? Siapa lagi yang memasakkan makanan bergizi agar sel-sel di otak anak terpatri serasi? Ditambah lagi, doa siapa yang paling mujarab menembus ke langit, sembari menengadah indah dan berpeluh air mata cinta, kalau bukan engkau?

Kami paham. Menjadi ibu sempurna adalah cita-cita mulia. Sayangnya, perlu sinergitas negara untuk bisa memenuhinya. Pendidikan, pergaulan, kebutuhan seperti pangan dan semacamnya perlu sistem mulia semulia Islam. Maka, jangan pernah mencukupkan diri dengan ilmu berijazah 3 atau 4 jenjang yang sudah dienyam sebelumnya. Sungguh, ilmu itu kurang bu. Tak akan cukup untuk mendidik anakmu  di zaman yang terus berkembang. 

Duduklah bermajlis minimal sepekan sekali, sebab ribuan keberkahan tak kan tertandingi. Di sana para malaikat menengadah meminta dosa kita diampuni, beriring doa hewan dan tumbuhan darat-laut mengamini. Karena ibu, kau selalu menjadi sosok sempurna dengan keberhasilanmu menjadi "ibu" bagaimanapun rupa. Teruslah memantaskan diri dengan istiqomah mengkaji syariat-Nya. Wallahu a'lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Selasa, 22 Jun 2021 10:30

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Selasa, 22 Jun 2021 10:00

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Selasa, 22 Jun 2021 09:16

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Selasa, 22 Jun 2021 08:54

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59


MUI

Must Read!
X