Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.711 views

Menjadi Ibu Sempurna

 

Oleh:

Keni Rahayu || Ibu Muda dan Influencer Dakwah Millenial

 

IBU. Tiga huruf, dalam maknanya. Cita-cita tertinggi seorang perempuan dalam hidup, bahkan setelah berubah status meninggalkan masa lajang. Status "ibu" adalah fitrah yang diidamkan para pasangan menikah. 

Judul tulisan ini memang naif. Bagaimana mungkin ada ibu sempurna. Tapi, siapa yang hidup bukan untuk menuju ke sana? Minimal pasti ia berusaha. 

Menjadi ibu adalah belajar untuk tidak memikirkan diri sendiri. Setelah menyandang status istri, maka selain suami, sang anak adalah buah pikirnya setiap hari. Tak heran jika pekatnya dini hari membangunkan tidur lelapnya, menyiapkan segala hidangan untuk dikudap saat sarapan para penghuni rumah nanti.

Itu baru soal fisik. Belum lagi tugasnya menjadi pendidik. "Al umm madrosatul ula", gitu kata idola kaum muslimin sedunia. Sembari berlelah fisik membantu suaminya urusan "dalam negeri" seperti memasak, dan menata rumah, akal seorang ibu dituntut siap untuk melahirkan sosok penerus masa depan peradaban dunia. Aqidah adalah ilmu dasar yang harus dimiliki, bahkan dalam bentuk praktis yang siap dididikkan ke buah hati. Maka, jadi ibu harus pintar & cerdas. Bukan perkara rangking ya, tapi perkara: mau kujadikan apa anakku dengan treatment bagaimana.

Sayangnya, menjadi ibu sempurna hari ini bak jauh panggang dari api. Ibu dibebani tuntutan hidup tinggi padahal itu urusan para penguasa negeri. Bukan pilihan, tapi mau tidak mau para ibu dipaksa memenuhi kebutuhan ekonomi. Tak salah. Rasa cintanya yang tinggi pada keluarga menuntutnya pergi meninggalkan rumah sampai petang sejak pagi demi bantu suami mengumpulkan sesuap nasi.

Mahalnya biaya pendidikan hari ini adalah niscaya. Belum lagi kuota dan gadget jadi perangkat utama belajar di masa pandemi ini. Di sisi lain, boro-boro ngitung kadar gizi. Bisa makan nasi-lauk-sayur lengkap tiga kali sehari adalah rezeki besar Ilahi. Para ibu mana paham hitung-hitungan itu, tak pernah diajari di sekolah dulu meski ternyata hari ini penting juga. Lebih parah lagi kalau momen kepepet mengharuskan ibu menarik gas motornya menyambangi para pedagang nasi.

Kebutuhan lain tak kalah penat: sabun, sembako, sandang, papan, listrik, air, arisan dan masih panjang daftar  ke bawah. Semua memanggil melambai-lambai tak sebanding dengan bilangan dalam rekening. Ibu, beban pikirmu luar biasa ya.

Belum lagi pergaulan hari ini bikin jiwa ketar-ketir, bu. Standar bahagia yang ditawarkan dunia sungguh jauh dari mulia. Ke luar rumah bahaya, dalam rumah pun sama. Interaksi bablas hari ini bisa sampai ke buah hati meski melalui layar segi empat kecil bermata pisau itu. Satu sisi untuk belajar daring, di sisi lain toktok dan semacamnya bergentayangan mengiming-iming. Sungguh bu, harus berapa jam sehari ya kita dampingi sang buah hati? 

Maka darimu ibu, kami sandarkan masa depan kami di pundakmu. Siapa lagi yang dengan rela mengajarkan A Ba Ta Tsa dengan suka rela jika bukan engkau? Siapa lagi yang memasakkan makanan bergizi agar sel-sel di otak anak terpatri serasi? Ditambah lagi, doa siapa yang paling mujarab menembus ke langit, sembari menengadah indah dan berpeluh air mata cinta, kalau bukan engkau?

Kami paham. Menjadi ibu sempurna adalah cita-cita mulia. Sayangnya, perlu sinergitas negara untuk bisa memenuhinya. Pendidikan, pergaulan, kebutuhan seperti pangan dan semacamnya perlu sistem mulia semulia Islam. Maka, jangan pernah mencukupkan diri dengan ilmu berijazah 3 atau 4 jenjang yang sudah dienyam sebelumnya. Sungguh, ilmu itu kurang bu. Tak akan cukup untuk mendidik anakmu  di zaman yang terus berkembang. 

Duduklah bermajlis minimal sepekan sekali, sebab ribuan keberkahan tak kan tertandingi. Di sana para malaikat menengadah meminta dosa kita diampuni, beriring doa hewan dan tumbuhan darat-laut mengamini. Karena ibu, kau selalu menjadi sosok sempurna dengan keberhasilanmu menjadi "ibu" bagaimanapun rupa. Teruslah memantaskan diri dengan istiqomah mengkaji syariat-Nya. Wallahu a'lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X