Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.510 views

Sikap Berbeda Atas Penyerbuan Lapas Cebongan Dengan Korban Densus 88

Jakarta (voa-islam.com) Semua media besar di Jakarta menjadikan peristiwa penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, sebagai berita utama (headline).

Media-media di Jakarta mengangkat tinggi-tinggi peristiwa penyerbuan itu. Bahkan, harian Kompas mengambil judul "Indonesia Dalam Keadaan Bahaya", tulisnya.

"Pemerintah harus membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus itu. Apalagi, hal itu sudah menjadi sorotan publik internasional. Jika kasus itu tak diungkap, Indonesia terancam bahaya, karena negara dikuasai gerombolan bersenjata". (Kompas, 26/3).

Lebih lanjut media nasional itu, melakukan wawancara sejumlah tokoh, sebagai langkah membentuk opini dengan mewawancarai Rektor Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya Franz Magnis Suseno dan Mudji Sutrisno, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar, dan Direktur Ekskutif Imparsial Poengky Indarti.

Diantara pernyataan yang dikutif harian Kompas itu, "Yang bahaya, kalau pencarian keadilan itu kemudian menggunakan senjata. Dampak negatifnya sangat besar, karena masyarakat seakan mendapat pembenaran untuk melakukank kekerasan. Ini juga menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia (HAM), pembunuhan, dan penculikan, tetapi aktornya tidak ditemukan", ungkap Komaruddin.

"Sangat perlu Presiden membentuk tim pencari fakta. Kalau (fakta) tidak dibuka dan pelaku tidak dihukum, negara dalam keadaan bahaya, karena negara dikuasai kelompok preman dan penegakkan hukum tidak jalan", ucap Frans Magnis Suseno.

Kebetulan yang mati dalam penyerbuan di Lapas Cebongan itu, berasal dari NTT, yaitu Yohanes Yan Manbait, Gameliel Yermiyanto Rohi Rewu, Adrianus Candra Galaya, dan Hendrik Angel Sahetapy.

Keempat warga NTT itu, terduga pelaku pembunuhan Anggota Kopassus, Karangmenjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso. Diantara empat terduga pembunuh Sersan Santoso, Juan anggaota Polrestabes Yogyakarta, yang konon sudah dipecat.

Betapa media massa di Jakarta yang begitu dahsyat dan mengangkat tinggi, peristiwa penyerbuan Lapas Cebongan yang menewaskan empat orang NTT, yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Anggota Kopassus Sersan Santoso.

Mereka membela habis keempat orang yang terduga pelaku pembunuhan Sersan Santoso. Media-media yang ada itu, juga mendorong kepada pemerintah dan Presiden SBY melakukan tindakan tegas, terhadap pelaku penyerbuan Lapas Cebongan.

Sesungguhnya apa artinya bagi media nasional yang terbit di Jakarta itu, kemudian seakan keempat orang yang telah tewas di Lapas Cebongan itu seperti "martyr", yang harus  dibela habis.

Mereka seperti orang-orang yang sangat berharga, hanya karena mereka tewas diserbu dengan menggunakan senjata oleh sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya.

Tetapi, bandingkan dengan mereka yang tewas oleh Densus 88, yang mereka hanya diberi lebel sebagai "teroris", yang sebagian besar adalah para  aktivis Islam, mereka yang memiliki cita-cita dan idealisme terhadap prinsip-prinsip Islam, kemudian tewas dengan sangat mengenaskan oleh Densus 88. Tanpa pernah dibuktikan secara hukum kejahatan yang mereka lakukan.

Menurut HAM sudah lebih 83 terduga teroris yang tewas di tangan Densus 88, belum mereka yang disiksa dan penjara. Seakan kalau mereka yang beragama Islam itu, dibunuh dan dibantai oleh aparat menjadi "given" (dimaklukmi).

Tidak ada satupun media yang membela dan bersifat adil terhadap mereka yang menjadi terduga teroris. Mereka yang sudah tewas akibat tindakan Densus itu, kemudian dibenarkan oleh  media-media yang ada, dan diberikan opini mereka sebagai manusia yang palihg jahat, dan berhak dihabisi. Tanpa mengenal belas kasihan lagi.

Padahal, Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila, menanggapi sikap yang dilakukan oleh Densus 88, sangat jelas terjadi penghilangan nyawa dengan sewenang-wenang. Seperti yang terjadi di Poso, dan berbagai penembakan lainnya yang dilakukan oleh Densus 88. Media-media nasional tidak pernah memberikan opini yang imbang dan objektif.

Tapi, sekarang dengan kematian empat warga NTT itu, mereka bangkti serentak dan mengangkat sebagai peristwa yang sangat besar. Bahkan, media seperti Kompas, mengatakan, seperti "Negara Dalam Bahaya". Tidak pernah mengatakan tindakan yang dilakukan oleh Densus 88, yang sangat eksessif (berlebihan) itu, sebagai membahayakan negara.

Media-media yang ada telah bertindak dengan sangat tidak adil, khususnya dalam memberikan opininya terhadap peristiwa yang menimpa umat Islam dengan perisitwa yang menimpa orang-orang Kristren, seperti yang terjadi sekarang ini, yang menimpa empat orang warga NTT,  yang menjadi terduga pembunuh anggota Kopassus Sersan Santoso.

Peristiwa yang menimpa umat Islam selalu diputar-balikkan dengan berbagai opini, yang kemudian membuat posisi umat Islam menjadi tertuduh, dan fihak yang salah dan layak dihukum. Bahkan, dihabisi dengan menggunakan kekerasan senjata, seperti yang terjadi di Poso.

Padahal, di Poso, yang menjadi korban adalah umat  Islam. Ratusan umat Islam di Pesantren Walisongo, tewas dibantai milisi kristen "kelelawar" yang dipimpin Tibo Cs,  yang berasal dari NTT. Tetapi, anehnya sekarang justeru umat Islam yang sekarang dituduh menjadi pelaku kejahatan, dan melakukan tindak terorisme di Poso.

Kasus kejahatan yang dilakukan milisi kristen tidak pernah diungkap dengan tuntas, dan justerus ditutupi, dan sekarang yang menjadi tertuduh umat Islam. Sungguh sangat tragis.

Begitu tidak adilnya media-media kristen dan sekuler menanggapi kasus yang terjadi terutama, kasus yang dialami  umat Islam dengan yang dialami oleh orang-orang kristen.

Bahkan, kasus yang sangat tidak penting, seperti kasus gereja Yasmin di Bogor pun, diadukan ke Komisi HAM internasional. Sungguh sangat tidak adil sikap media-media terhadap kasus Cebongan dibandingkan dengan terduga teroris. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Kamis, 06 May 2021 13:59

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31


MUI

Must Read!
X