Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.657 views

Siapa Penegak Ideologi Pancasila Sejati di Indonesia?

Jakarta (voa-islam.com) Sesudah meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas,siapa yang akan melanjutkan cita-cita menegakkan ideologi Panasila? Suami Megawati ini seperti menjadi "milestone" (tonggak) bagi penegakkan ideologi Pancasila di Indonesia.

Meninggalnya Taufiq Kiemas membuat Indonesia kehilangan sosok yang sangat kuat "obsesinya" menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Taufiq tak pernah lelah, selalu mengemukakan pandangannya tentang pentingnya "empat pilar" negara yaitu, Pancasila,UUD '445, Kebinekhaan, dan NKRI.

Tetapi, sejatinya sepanjang sejarah, sejak Pancasila lahir 1 Juni 1945, Pancasila yang akhirnya menjadi ideologi negara, kenyataannya tak pernah ada yang mempraktekan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Justru mereka yang selalu berbicara tentang perlunya penegakkan ideologi Pancasila, mereka lah yang mengkhianati Pancasila.

Soekarno yang menjadi "founding fathers" Pancasila,menyimpangkan Pancasila. Soekarno lebih condong kepada sosialisme atau komunisme. Paham yang diajarkan oleh Soekarno tentang Marhaeinisme (Kerakyatan), hakikatnya adalah paham sosialisme dan komunisme.

Dalam praktek politiknya Soekarno terus bergeser, dan semakin mendekat kepada PKI. Soekarno lah yang merumuskan doktrin Pancasila menjadi ekasila yaitu "Gotong Royong". Ujung dari politik Soekarno itu, Indonesia berkiblat ke negara raksasa komunis Soviet dan RRT (China).

Kemudian, ujung dari politik Soekarno yang sudah mengkhianati Pancasila itu, kemudian terjadinya pemberontakan PKI, di tahun l965, karena Soekarno memberikan keleluasaan kepada PKI di Indonesia menguasai infrastruktur negara, termasuk jaringan militer, dan PKI berani melakukan makar. Semua itu tidak dapat dipisahkan andil dari Soekarno.

Bagi kaum Muslim di Indonesia tindakan Soekarno yang patut di ingat, yaitu mengelurakan dekrit yang mengembalikan UUD'45 dan Pancasila sebagai dasar negara, dan membubarkan Partai Masyumi, yang berjuang keras di konstituante (parlemen) menjadikan Islam sebagai dasar negara. Sesudah membubarkan Masyumi, Soekarno memenjarakan tokoh-tokoh Masyumi.

Pemimpin Partai Masyumi, Mohamad Natsir yang menyampaikan pidatonya di konstituante dengan sangat gamblang, ketika membela Islam sebagai dasar negara, mengatakan, bahwa Pancasila itu, tak  lain ideologi "la diniyah" (ideologi sekuler).

Jadi Islam dan Pancasila itu, sebuah paradok, yang tak mungkin dapat bersatu. Islam diciptakan oleh Allah Rabbul Alamin,sedangkan Pancasila sebagai doktrin dan ideologi diciptakan oleh manusia.

Di era Soeharto tak berbeda dengan Soekarno. Soeharto yang ingin menjadikan Pancasila sebagai "way of life", sejatinya tak  pernah mempraktekkan Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Pancasila hanya digunakan alat menghantam dan menghancurkan lawan-lawan politik Soeharto. Terutama umat Islam.

Selama pemerintahan Soeharto fihak yang paling menjadi korban kekejaman Soeharto adalah umat Islam. Umat Islam dan Islam menjadi sasaran yang tanpa henti  di masa pemerintahan Soeharto. Soeharto menggunakan operator tokoh-tokoh militer dari Kristen dan Katolik menghancurkan Umat Islam dan Islam. Seperti Jenderal Maraden Panggabean, Jenderal Benny Murdani, dan Laksamana Soedomo.

Dengan menggunakan alat Kopkamtib  (KomandoOperasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), umat Islam selalu dipojokkan diberikan stigma oleh Soeharto sebagai kelompok yang melakukan makar, termasuk lahirnya gerakan Komando Jihad (Komji).

Di era Soeharto Pancasila hanyalah kedok, dan praktek politik, ekonomi, dan keamanan, Seoharto sejatinya hanyalah "pio" bagi Barat di Indonesia. Soeharto hanyalah alat bagi kepentingan Barat di Indonesia. Soeharto bukanlah seorang nasionalis tulen, tetapi hanya kaki tangan Barat yang sedang menancapkan kukunya di Indoensia.

Semua terbukti bagaimana Indonesia dalam menjalankan kebijakan ekonomi, lebih cenderung kepada sistem  kapitalis. Indonesia masuk perangkap IMF, dan berakhir dengan bencana dan meninggalkan utang luar negeri yang mendapai $ 150 miliar dolar. Kemudian, pemerintahan Soeharto berakhir dengan bencana dan kehancuran.

Di  era SBY yang menjalankan roda pemerintahannya, masuk lebih jauh lagi, terutama  kepentingan kapitalis dalam segala aspek kehidupan. Tak yang bersisa. Semua sudah benar-benar masuk dalam jebakan sistem kufur demokrasi liberal yang sangat menghancurkan.

Ekonomi, politik, budaya, dan sosial, serta agama, semuanya sudah masuk dalam perangkap jebakan demokrasi liberal. Kehidupan rakyat, terutma dalam aspek agama (Islam) luluh lantak, akibat dampak sistem dajjal demokrasi liberal itu.

Jadi tidak ada satupun di Indonesia yang benar-benar mempraktekkan Pancasila. Pancasila hanyalah alat yang digunakan mengebiri dan menghancurkan Islam dan Umat Islam oleh kalangan sekuler dan nasionalis. Sampai hari ini. Mereka yang selalu berteriak ingin menegakkan ideologi Pancasila, tak  sekumpulan gerakan yang bertujuan ingin menghancurkan Islam di Indonesia.

Maka, ditengah banyak kritikan soal konsep Empat Pilar Kebangsaan, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra justru sama sekali tidak mempersoalkan konsep yang pernah digagas oleh Ketua MPR, almarhum Taufiq Kiemas.

"Itu bukan suatu teori. Itu suatu pemahaman, bagaimana seorang pemimpin berusaha meyakinkan untuk bangsanya, rakyatnya, bahwa ada prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dan di masa depan," papar Yusril, Minggu (9/6/2013) malam.

Menurutnya, konsep yang dimaksud oleh almarhum Taufiq Kiemas, bukan merupakan istilah dalam teori akademik Ilmu Hukum Tata Negara, melainkan suatu pemahaman politik belaka, yang bertujuan untuk mengingat dasar dan pedoman yang dijadikan acuan bagi masyarakat.

"Hal semacam itu, sebenarnya sudah sering terjadi sepanjang sejarah. Pada masa lalu, misalnya ada, UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Kerakyatan, Kepribadian Indonesia, (Manipol Usdek). Zaman Pak Harto juga Pancasila dan UUD 45," beber Yusril.

Jadi tidak ada yang sungguh-sungguh menegakkan Pancasila. Siapapun mereka. Mereka yang ingin menegakkan Pancasila itu, tak lain, mereka yang sangat menolak dan paranoid terhadap Islam di Indonesia. Mereka ingin menghapus, mengeleminir, dan melemahkan Islam dan umat Islam dari bumi Indonesia.

Mereka para minoritas dan anak tiri Yahudi yang sekarang ini terus menggunakan kedok Pancasila, dan menjadi pahlawan atau berlagak Pancasialis, sejatinya mereka itu para pengkhianat. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jum'at, 17 Sep 2021 23:55

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 23:45

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Jum'at, 17 Sep 2021 22:55

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:48

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Jum'at, 17 Sep 2021 22:39

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:02

Semua Agama Benar?

Semua Agama Benar?

Jum'at, 17 Sep 2021 21:50

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Jum'at, 17 Sep 2021 21:43

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Jum'at, 17 Sep 2021 21:39

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Jum'at, 17 Sep 2021 21:25

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Jum'at, 17 Sep 2021 21:17

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Jum'at, 17 Sep 2021 20:55

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Jum'at, 17 Sep 2021 20:36

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

Jum'at, 17 Sep 2021 20:31

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Jum'at, 17 Sep 2021 20:29

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Jum'at, 17 Sep 2021 20:20

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16


MUI

Must Read!
X