Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
70.928 views

Benarkah Jokowi Sosok Tokoh Jujur, Bersih, Sederhana dan Merakyat?

JAKARTA (voa-islam.com) - Jokowi selalu diidentikan tokoh yang jujur. Di mana-mana poster, spanduk, iklan di telivisi, radio, surat kabar, majalah, atau media sosial, Jokowi adalah sosok pribadi yang jujur.Kata yang identik dengan sifat Nabi Shallahu'alaihi wasssalam, yaitu 'sidik', kemudian ditambah dengan sederhana, dan merakyat. Tiga kata : 'jujur, sederhana, dan merakyat, sungguh menjadi sihir bagi rakyat.

Dalam pagelaran kampanye yang masif menjelang pilpres 2019 ini, secara masif pula, rakyat mendapatkan visualisasi (gambaran) tokoh Jokowi, sebagai tokoh yang jujur, merakyat dan sederhana. Sampai-sampai pergi ke Gedung Juang, saat akan mendeklarasikan pencapresan itu, naik sepeda 'ontel' berdua bersama JK.

Ditambah pergi ke KPU naik bajaj. Di berbagai tempat menggunakan becak, dan bahkan dibuat film tentang Jokowi-JK makan lesehan dengan seorang ibu yang miskin. Meskipun, disebuah gambar, nampak Jokowi dan Anis Baswedan berada dalam pesawat pribadi yang mewah, saat pergi ke kampanye.

Saat debat kedua capres 15 Juni lalu, Jokowi menggunakan 'engel' bicara dimulai dari : "Seorang ibu tukang cuci di Menado, buruh tani Abdullah yang di Aceh, Siti ibu rumah tangga di Jawa Tengah, menitipkan amanah kepada saya", tukasnya dalam menyampaikan visi-misi, terkait dengan demokrasi dan kesejahteraan. Jokowi ingin mencitrakan dirinya sebagai 'nabinya' orang yang miskin, papa, dan lemah. Jokowilah yang akan mengangkat kaum jembel di Indonesia. Itulah citra dibangun.

Slogan Jokowi-JK yang jujur, bersih, sederhana dan merakyat sebagai antitesa (lawan) dari keadaan atau kondisi kehidupan sekarang yang korup, borjuis, hedonis, dan permisive. Jokowi-JK benar-benar sedang membangun citra baru, sebagai tokoh jujur, bersih, sederhana dan merakyat. Gambaran ini terus dicekokan kepada rakyat oleh media massa pendukungnya seperti MetroTV, tanpa henti-hentinya, dan sambil menghancurkan Prabowo yang borju, dan pelanggar HAM.

Tetapi, apa lacur model pencitraan Jokowi itu, hanyalah sebuah sandiwara politik, dan penuh kepalsuan. Menipu. Tidak faktual. Manipulatif. Pembodohan terhadap rakyat Indonesia. Pencitraan yang sangat absurd alias 'norak' itu, kemudian digugat kader PDIP. Alasannya, Jokowi meninggalkan jejak hitam pekat saat meninggalkan Solo. Kader PDIP asal Jawa Tengah, Pupung Suharis, protes atas slogan politik Jokowi yang mengklaim jujur dan bersih.

"Tentang slogan politik Jokowi bersih dan jujur, apa benar begitu. Saya kok belum percaya karena ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di hati saya," ungkap Pupung kepada wartawan, Senin yang lalu.

Menurut Pupung, justru tokoh jadi-jadian Jokowi itu, yang nampak kehadirannya sangat misterius itu, banyak menimbulkan tanda-tanya. Semua itu hanyalah sebuah konspirasi dan rekayasa yang sistematis, kelompok-kelompok yang berkepentingan ingin menguasai dan menjajah Indonesia.

Selanjutnya, mantan anggota DPR asal PDIP peri 2004-2009 itu, mempertanyakan beberapa kasus yang diduga kuat ada pelanggaran aturan perundang-undangan yang terjadi saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo 2005-2011.

Diantaranya, pelepasan aset Pemkot Solo berupa bangunan Hotel Maliyawan yang dilakukan tanpa persetujuan DPRD Solo. "Selain pelanggaran aturan, ada dugaan suap dalam prosesnya. Kita minta KPK menelusuri dugaan ini," ungkap Pupung.

Beberapa aturan yang ditabrak, menurut Pupung, terkait PP 38/2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Negara, UU No 22/1999 tentang Pemda, UU No 32/2004 tentang Otda yang diubah UU Nomor 12 Tahun 2008, PP No 6/2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Perda No 8/2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Padahal, menurut Pupung, DPRD Solo telah menyetujui anggaran Rp4 miliar untuk membeli tanah yang ditempati Hotel Maliyawan. Tanah tersebut adalah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Dugaan pelanggaran lainnya adalah nota kesepakatan antara Pemkot Solo dengan DPRD Kota, No 910/3.314 dan No 910/1/617 tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD Solo," paparnya.

Soal dana hibah KONI Solo, lanjut Pupung, juga mengandung keganjilan. Pada 2008, DPRD Solo dan Pemkot Solo menyetujui bantuan anggaran pembinaan dan bonus atlet berprestasi dari alokasi dana hibah sebesar Rp 11,3 miliar, dimasukkan dalam APBD 2009.

Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo (Persis) pernah mengajukan dana batuan ke Pemkot, namun ditolak karena menyalahi undang-undang.

Masalah muncul karena KONI Solo hanya menerima dana hibah Rp6,3 miliar. Artinya ada Rp5 miliar yang tak jelas larinya. Pihak KONI Solo, pernah menanyakan kekurangan Rp 5 miliar kepada wali kota Solo Jokowi.

"Kemana larinya uang Rp5 miliar itu. Apa benar dialokasikan untuk Persis Solo. Kalau benar, itu melanggar undang-undang karena tanpa persetujuan DPRD dan Mendagri. Dan, APBD tidak boleh dihibahkan untuk cabang olah raga termasuk sepak bola," ungkapnya.

Anehnya lagi, lanjut Pupung, laporan keuangan Persis Solo 2009, tidak menyebutkan adanya penerimaan dana Rp5 miliar. "Ini kan lucu, dana Rp5 miliar kan besar, mosok nggak ada yang tahu. Saya pikir, KPK perlu bergerak," tuturnya.

Selain itu, Pupung juga mempertanyakan sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di era wali kota Jokowi. Mulai soal dugaan mark up dana bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) Rp23 miliar, proyek videotron Manahan Solo, sampai korupsi pengadaan Bus Trans Jakarta reguler dan non reguler yang ditangani Kejaksaan Agung.

"Sebagai Gubernur DKI, Jokowi harus dimintai keterangan oleh kejagung, terkait korupsi Trans Jakarta. Apalagi ada nama Michael Bimo Putranto, bekas anggota DPRD Solo dari PDIP. Kita tahulah sepak terjangnya," tambahnya. Tetapi, semuanya tidak berjalan, karena menurut bocoran transkrip pembicaraan antara Mega dengan Jaksa Agung Basrif Arief, ternyata Mega melakukan intervensi melarang Basrif Arief memeriksa Jokowi.

Selebihnya, BPK sudah menghadiahkan kepada pemerintahan DKI Jakarta, yang dipimpin Jokowi, tentang adanya berbagai hal, terkait APBD yang amboradul, dan merugikan negara senilai Rp 1,5 triliun. Ini semua di masa pemerintahan DKI dipimpin Gubernur Jokowi. Jadi benarkah jargon Jokowi sebagai tokoh yang jujur? Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55


MUI

Must Read!
X