Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.370 views

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

 

Oleh: Ria Fariana

Sekian tahun yang lalu, saya bertemu dengan anak SMA yang bersiap mau melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah ngobrol beberapa lama, meluncurlah beberapa pengakuan darinya. Ternyata ia akan melanjutkan kuliah kedokteran umum di Jerman.

“Kenapa harus ke Jerman? Universitas *** di dalam negeri kan bereputasi internasional.”

“Iya Mbak, tapi daya saingnya ketat banget. Gak yakin saya bisa lolos.”

“Kalau gak yakin lolos di dalam negeri, kenapa malah yakin bisa lolos di luar negeri?”

“Sistem ujian penerimaannya beda. Berkas SMA saya kirimkan ke sana, wawancara dikit dan jauh lebih mudah dan gak ribet sistem penerimaan di sana.”

“Tapi pasti mahal kan?”

“Nah itu, free kuliah di Jerman. Saya cuma harus memikirkan biaya hidup sehari-hari saja. Dan papa ada saudara di sana, jadi bisa tinggal bareng saudara papa.”

Beberapa bulan setelahnya, dia betul-betul terbang ke Jerman menempuh kuliah kedokteran dengan gratis.

Saya pun teringat pada seorang teman dekat yang sejak awal mengenal cita-cita utamanya adalah menjadi dokter. Dia pun cerdas, ya lebih cerdas lah daripada saya yang dodol di matematika, fisika dan kimia. Sebagai teman yang baik, saya dukung cita-citanya. Sayang,menjelang lulus SMA dia tak mendaftar fakultas kedokteran. Apa alasannya?

“Ortuku gak mampu buat membiayai aku kuliah kedokteran.”

“Negeri kan bisa cari beasiswa. Trus pasti ada cara supaya kamu tetap bisa kuliah di sana.”

“Ya, kan masuk awal itu tetap butuh duit. Darimana duitnya? Udahlah, realistis saja. Terlalu muluk aku mau masuk kedokteran.”

Dia yang gagal masuk fakultas kedokteran, saya yang merasa nyeri bahkan hingga saat ini. Sementara itu, seorang teman yang lain masuk fakultas kedokteran universitas swasta. Uang dana pembangunan kena setengah milyar. Belum uang SPP dan biaya per sks, serta uang jaket, iuran jurusan dan sebagainya. Mudah, bila ada uang. Masalahnya, haruskah fakultas kedokteran ini hanya boleh dimasuki  mereka yang berduit saja?

Topik ini bahasan lama sebetulnya, tapi layak diangkat seiring dengan merebaknya wabah covid19. Korban yang terus bertambah setiap hari, tenaga medis kelelahan dan tumbang terutama dari kalangan dokter. Hingga artikel ini ditulis, tak kurang 45 dokter meninggal akibat covid19. Belum tenaga kesehatan lain semisal perawat, bidan, dan tenaga laboratorium. Padahal ujung wabah ini masih belum terlihat kapan berakhir. Itu masih di kota besar. Bagaimana dengan kondisi para dokter di kota kecil atau bahkan wilayah terpencil?

Masih banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tersentuh medis beserta dengan tenaga kesehatannya. Apakah sebegitu langkanya mencari bibit calon dokter di antara para anak negeri? Atau mungkin, ada yang salah dengan sistem pendidikan selama ini?

Profesor Johanes Surya rela bersusah-susah mencari bibit unggul ke pelosok-pelosok untuk demi kepentingan olimpiade matematika dan sains. Berhasil? Tentu. Bibit itu sering ditemukan di pelosok Irian Jaya dan Madura ujung Sumenep yang bahkan listrik pun masih langka. Permata-permata seperti ini perlu digosok oleh orang yang tepat. Bila seorang Johanes Surya beserta yayasannya bisa melakukan hal ini, negara dengan segenap kepentingan demi melindungi kesehatan rakyat tentunya harus lebih bisa dari ini.

Selain berpikir menekan angka bertambahnya korban setiap hari dengan berbagai kebijakan, sudah waktunya pemerintah terutama Kementerian Nasional bekerjasama dengan Pendidikan Tinggi memikirkan hal ini. Kita berharap wabah ini bisa segera berlalu akhir tahun. Setelahnya, segeralah disusun kebijakan tentang sistem kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah ketersediaan tenaga dokter yang menjadi ujung tombak saat wabah datang.

Kita telah kehilangan sekian puluh tenaga medis cemerlang. Beberapa di antaranya adalah guru besar yang telah besar pula jasanya dalam dunia kesehatan. Butuh waktu berapa puluh tahun lagi untuk memiliki orang-orang sekualitas mereka? Indonesia telah mengalami darurat medis. Kondisi ini harus segera disikapi dengan baik. Salah satunya adalah membuka pintu yang lebih lebar agar fakultas kedokteran tidak lagi milik ‘the haves’ saja. Mereka yang bercita-cita menjadi dokter dan didukung potensi serta kemampuan yang ada, seharusnya tidak lagi kesulitan mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran. Apalagi bila alasannya cuma masalah duit.

Sekolah tinggi untuk perawat juga harus lebih diperbanyak dan dipermudah prosesnya. Tentu saja dengan tidak mengabaikan kualitas dan fasilitas yang harus disediakan oleh negara. Begitu juga dengan sekolah tenaga kesehatan lainnya. Kebutuhan ini tidak bisa nanti-nanti lagi. Pemimpin negara harus sigap untuk segera membicarakan masalah ini dengan menteri dan pihak terkait. 

Mungkin Indonesia masih belum bisa seideal Jerman dalam hal memberi pendidikan tinggi gratis pada mahasiswanya. Tapi paling tidak, pengalaman menghadapi wabah covid19 ini seharusnya cukup membuat banyak pihak yang memegang kebijakan untuk mau menelaah ulang sistem pendidikan negeri ini. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Senin, 20 Sep 2021 15:52

Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Senin, 20 Sep 2021 12:27

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Senin, 20 Sep 2021 11:58


MUI

Must Read!
X