Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.906 views

Mahasiswa Peternakan Universitas PERSIS Berinovasi dalam Pupuk Organik

BANDUNG (voa-islam.com) - Mahasiswa Universitas Persatuan Islam (Unipi) kembali memberikan kebanggaan kepada jamiyyah PERSIS. Kali ini datang dari Program Studi (Prodi) Peternakan. 

Baru-baru ini, mahasiswa Prodi Peternakan mengembangkan pupuk organik kandang domba. Dengan bimbingan para dosen, mahasiswa tidak hanya bisa memahami proses pembuatan pupuk, tapi sekaligus bisa mengembangkan kreativitas dan jiwa entrepreneurship. 

Pupuk tersebut diolah dalam proses fermentasi, dikemas secara apik dengan kemasan yang menarik agar memiliki nilai jual yang tinggi. 

Pupuk karya mahasiswa Unipi ini kaya akan microba yang sangat baik untuk tanaman, juga memperbaiki struktur tanah, menjaga keseimbangan ekosistem sekitar akar, serta meningkatkan kemampuan tanah mengikat air yang dibutuhkan tanaman. 

Dalam uji coba yang pertama, mahasiswa dapat mengolah satu ton bahan pupuk yang menghasilkan 850 bungkus pupuk domba halus kemasan 1 kg. Hasilnya di luar dugaan, karena semua habis terjual hanya dalam waktu satu minggu. 

Berkat inovasi tersebut, respon pasar pupuk  sangat positif. Bahkan, banyak permintaan hingga kini yang belum bisa terlayani semua. Ini menimbulkan kesempatan yang dapat dimanfaatkan, karena dapat menjadi bisnis yang menjanjikan jika dikelola lebih serius. 

Ketua Prodi Peternakan Universitas Persis (Unipi), Ai Nurfaridah sangat mengapresiasi hal tersebut. Dirinya mengakui bahwa sampai saat ini dirinya bersama para dosen selalu memberikan motivasi dan bimbingan agar seluruh mahasiswa bisa mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan di ruang kuliah menjadi aksi nyata. 

"Kegiatan semacam ini harus terus dikembangkan, praktik pengolahan pupuk merupakan satu dari banyak program yang bisa dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Prodi sangat mendukung dan menyambut positif," tuturnya dikutip dari persis.or.id

Selama ini, kata dia, fokus dalam kajian di bidang peternakan dan berbagai hal tentang dunia ternak dipelajari secara serius. Tak hanya teori yang dipelajari, tetapi juga sering kali langsung praktik di lapangan. 

"Dengan begitu, para mahasiswa mendapatkan pengalaman empiris sebagai calon pakar peternakan," terangnya. 

Praktikum yang dilakukan mahasiswa Unipi ini bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang sudah berpengalaman di bidang peternakan, seperti Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Young Farmer Farm (YFF), Motekar Farm, dan yang lainnya. 

"Tak jarang juga para mahasiswa ini melakukan studi banding dan praktikum dengan kampus besar seperti Universitas Padjadjaran (UNPAD), komunitas ternak dan organisasi lainnya," tambahnya. 

Mahasiswa Prodi Peternakan sendiri telah merasakan dampak positif dari praktikum pembuatan pupuk ini, seperti yang disampaikan Fajar Sukma Arfian.

Menurutnya, dengan adanya program pembuatan pupuk ini menjadi pelajaran berharga, karena yang awalnya limbah dari peternakan itu dianggap masalah, dengan program ini justru menjadi solusi. 

"Pupuk ini jadi solusi yang baik bagi para pencinta tanaman hias ataupun buah. Saya selaku mahasiswa mempunyai keuntungan dalam program ini, yaitu belajar berbisnis serta ilmu pemanfaatan limbah yang nantinya bisa dipraktikkan di rumah atau di peternakan yang limbahnya mencemari lingkungan, serta bisa membantu para peternak kita," tandasnya. 

Sedangkan menurut mahasiswa lain, yakni Aqbil Hibban Muttaqin, manfaat adanya program ini adalah mahasiswa bisa berbagai manfaatnya dari mulai pembuatan hingga pemasaran. 

"Saya pribadi membangun dalam diri saya menjadi businessman, ternyata dalam pemasaran itu sulit, tapi kita tahu bagaimana sulitnya itu," jelasnya. 

Hingga saat ini, dirinya mengaku hanya bisa memasarkan dalam lingkup keluarga dan sekitar rumah, dan belum sampai ke ranah pemasaran luar. 

"Banyak sekali manfaat dalam program tersebut, berbagai manfaat saya rasakan dan adanya ini sangat berpengaruh dalam mendidik mental para mahasiswa." ujarnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Ahad, 25 Sep 2022 22:29

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Ahad, 25 Sep 2022 22:25

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Ahad, 25 Sep 2022 22:20

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Ahad, 25 Sep 2022 22:15

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

Ahad, 25 Sep 2022 21:45

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ahad, 25 Sep 2022 21:30

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Ahad, 25 Sep 2022 20:30

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

Ahad, 25 Sep 2022 16:31

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Ahad, 25 Sep 2022 14:15

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Ahad, 25 Sep 2022 13:48

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Ahad, 25 Sep 2022 11:13

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21


MUI

Must Read!
X

Ahad, 25/09/2022 22:20

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral