Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.190 views

Jejak Kekhalifahan di Nusantara: Surat Menyurat hingga Militer

 

Oleh: Alga Biru

Sesuatu yang tidak dilihat bukan berarti tidak ada. Bahkan yang tadinya eksis dalam satu kurun waktu tertentu, sirna di waktu yang lain. Begitu pun berdirinya wilayah dan kekuasaan, ia berjaya di suatu masa, dan terpuruk di masa yang lain. Di masa kekuasaannya, seluruh mata seolah tertuju padanya. Lantas sebaliknya, ketika ia tidak lagi memiliki taring, orang-orang seakan terhina meski sekadar bersaksi bahwa mereka mengenal keberadaannya. Sesungguhnya, kejayaan dan keterpurukan itu adalah sebuah pergiliran yang mengikuti sunnatullah. Realitas ini persis sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur’an yang berbunyi :

“ …  Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” (QS.Ali Imran (3): 140-141)

Kekhilafahan ala manhaj nubuwaah tegak di tangan khalifah-khalifah (pengganti) selaku pemimpin di tengah umat manusia, terkhusus kaum muslimin. Ia tegak sejak era kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga secara resmi runtuh di masa pemerintahan Mustafa Kemal Pasha tahun 1924 di Turki. Selama kurun waktu yang tak sebentar tersebut, banyak kisah dan sejarah yang tertoreh. Sebagaimana halnya mercusuar dunia, sinar kuat khilafah menerangi yang dekat hingga celah-celah negeri nun jauh di sana. Indonesia, sebagai negara kepulauan yang secara teritorial jauh dari hingar bingar pembicaraan internasional, tak luput dari pengaruh oleh sang negara adidaya tersebut.

Jika kita berbicara jejak islam di Nusantara, rasanya wilayah Aceh selalu disebut-sebut. Pada tahun 1566, secara gamblang digambarkan bagaimana eratnya jalinan Aceh dengan Turki Utsmani yakni tampilnya nama yang tersohor Sultan Alauddin Riayat Syah Al-Kahhar. Melalui surat itu dapat diketahui bahwa pada tahun yang sama beliau mengutus delegasi, Umar dan Husain untuk pergi ke Istanbul guna menghadap Sultan Suleiman I. Tak tanggung-tanggung, sebagai hasil dari kontak tersebut, sang sultan mengirimkan ahli artileri agar mengajari para prajurit Aceh berlatih strategi perang dan membuat senjata.

Disebutkan bahwa sang ahli artileri ini bernama Lutfi, dan setelah dia menuntaskan tugasnya, Husain kembali menemani kepulangannya ke Istanbul. Mereka berangkat menuju Instanbul dengan menaiki kapal yang bernama Samadi. Dalam perjalanan ini, Husain pun dititahkan sebuah amanat penting yakni menyampaikan surat berikutnya kepada Sultan Suleiman I untuk menjalin hubungan yang lebih erat lagi antara Aceh-Utsmani.

Satu hal yang menarik dari korespondensi para diplomat ini, surat menyurat tersebut ditulis bukan dengan bahasa Melayu melainkan ditulis dengan menggunakan bahasa Osmanlica (bahasa Turki Utsmani). Disinyalir bahwa Lutfi dimintai tolong untuk menuliskan surat penting ini dengan bahasa sang sultan, yang tentunya lebih mendunia di masa itu, mengingat kedudukan Turki Utsmani yang disegani dunia. Surat ini tiba di Istanbul pada tanggal 7 Januari 1566. Keadaan perpolitikan Turki rupanya sedang memanas.

Pertempuran melawan Hungaria lewat Perang Szigetwar (Eropa Timur) tengah gegap gempita dan membutuhkan konsentrasi penuh. Butuh waktu lama bagi Husain untuk menyampaikan amanatnya, yang akhirnya dia pun dijamu di tempat khusus yang sudah disiapkan di distrik Fatih Instanbul. Sayang seribu sayang, Husain rupanya tak berjodoh. Pasalnya sang sultan wafat di Hungaria, lalu terpilihlah sultan berikutnya, yakni Selim II sebagai khalifah. Butuh waktu selama 2 tahun bagi Husain untuk bertemu langsung dengan pemimpin kaum muslimin tersebut lalu mengutarakan maksudnya.

Waktu terus bergulir, peristiwa-peristiwa politik meletus di berbagai negeri. Turki Utsmani meninggalkan banyak jejak di bumi Aceh. Baik aspek budaya sampai urusan militer. Teknik dan artileri warisan Turki terus dipakai di Aceh setidaknya sampai masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pola perekrutan dan gaya pengajaran pasukan Jannisary ala Turki Utsmani sangat menginspirasi beliau. Maka, sempat pula dibentuk akademi militer di Aceh, yang disebut Ma’had Baitul Maqdis. Akademi ini melahirkan nama-nama heroik yang sampai hari ini masih elok dalam ingatan. Sebut saja Laksamana Keumalahayati selaku angkatan laut Inong Balee. Keberadaan Meriam Lada Secupak sebagai bukti fisik tentulah menjadi kebanggan masyarakat Aceh sampai hari ini.

Kendati demikian, ada masa di mana Aceh pun mengalami kekosongan hubungan karena satu dan lain hal. Selama hampir 2 abad lamanya, hubungan yang sempat erat tersebut tak terdengar kabarnya. Salah satu penyebabnya, konon Aceh tersibukkan dengan situasi internal yang menghabiskan energi dan potensinya. Bahkan Raden Hoesein Djajadiningrat menyebut kekuasaan akhir abad 17 sampai 19 sebagai masa bellum omnium contra omnes (masa saling berselisih antar sesamanya). Ada upaya-upaya tertentu untuk menghidupkan kembali jalinan Aceh dengan khilafah, lewat surat menyurat antar pemimpinnya lewat pengiriman delegasi semacam ini. Surat-surat itu ada yang direspon, ada yang tidak.

Upaya kita dalam mencari jejak-jejak masa lalu tidaklah sempurna dan berlangsung mudah. Sebagian tidak terdokumentasi dengan baik, dan tentu bergantung pula pada situasi politik ketika sejarah itu ditulis. Kadang kita berhasil menemukan jejak dan menarik benang merahnya, sebagian lagi seolah terputus tanpa kabar berita. Di sinilah pentingnya pendalaman fakta dan pemikiran Islam sebagai landasan. Pemikiran bahwa catatan-catatan sejarah adalah rekam jejak untuk dipelajari dari generasi ke generasi. Bagaimanapun, idelogi Islam pernah dan akan menjadi alat pemersatu umat manusia, terutama bagi insan beriman yang meyakini  kekuatannnya. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Sumber pustaka : Jejak Kekhalifahan Turki Utsmani di Nusantara/ Deden A. Herdiansyah/Pro-U Media

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Jum'at, 03 Dec 2021 21:15

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26


MUI

Must Read!
X