Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.693 views

Mampukah Demokrasi Menghidupkan Potensi Generasi?

 

Oleh: Tari Ummu Hamzah

Potensi sebuah peradaban para era selanjutnya, ditentukan oleh kondisi generasi pemuda saat ini. Jika para pemudanya sebagian besar memiliki potensi besar, ada andil dalam perubahan, mau terjun ke masyarakat, paham kebutuhan ummat, serta mampu mengarahkan masyarakat, maka dipastikan peradaban tersebut memiliki potensi besar untuk maju.

Bicara soal generasi, maka kita pasti akan menengok kondisi pemuda di era generasi Z saat ini. Jelas potret generasi masa kini berbeda dengan generasi sebelumnya. Aktivitas sosial para pemudanya lebih banyak dilakukan di dunia maya. Ini memang karena pengaruh digitalisasi yang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Dari era digitalisasi ini masyarakat menemukan cara untuk mengekspresikan diri, menciptakan eksistensi diri, dan menemukan hal-hal baru. Dari sini terlihat bahwa masyarakat telah menemukan cara baru dalam menggali potensi. Tapi pertanyaannya, mampukan generasi masa kini memaksimalkan potensi dalam sistem Demokrasi? Akankah kegagalan sistem akan membuahkan kegagalan dalam menggali potensi para pemuda? Apa yang harus dilakukan oleh pemuda untuk terus menggali potensi?

Sayyid Quthb pernah berkata, “Mereka adalah pemuda gagah dan pemilik badan kuat perkasa. Hati mereka teguh dengan iman tulus membaja, berpendidikan, dan bersikap tegas dalam menghadapi kemungkaran.”

Perkataan Sayyid Quthb seolah memberikan gambaran kepada kita bahwa, para pemuda bukan hanya mereka yang pandai dalam hal sains dan teknologi tapi mereka yang memiliki keimanan yang teguh dan kuat.

Bagaimana memperoleh pemuda yang demikian? Tentu dengan pendidikan yang terbaik, dimana di dalamnya ditanamkan aqidah, akhlak, dan juga adab. Tapi sayangnya kondisi pendidikan dalam sistem saat ini sudah dikomersilkan. Siapa yang memiliki uang, dia yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Sistem saat ini tidak mampu memberikan kelayakan dalam setiap aspek. Layak di sini maksudnya rakyat mendapat porsi yang pantas dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Disamping itu pemeliharaan akidah juga patut dilakukan negara. Tapi sayangnya demokrasi tak memberikan perlindungan bagi kaum muslimin. Justru sebaliknya, demokrasi malah melahirkan sekulerisme yang menghancurkan sendi-sendi keimanan.

Sistem ini juga menciptakan hedonisme, termasuk di dunia maya. Saat ini sosial media berpesta hedonisme. Influencer bertebaran. Tapi apakah mereka benar-benar mampu mempengaruhi kondisi ummat hingga pada level gerakan perjuangan dan perubahan? Sayangnya jumlahnya sedikit sekali. Mereka para influencer, rata-rata telah masuk dalam arus kapitalis, dimana materi dan besarnya manfaat yang mereka cari.

Kondisi ini seolah paket komplit. Sudahlah para pemuda mendapatkan pendidikan sekuler, lingkungan yang bebas dan hedon, serta gaya hidup kapitalis yang mereka kejar. Sehingga kenyamanan hidup, ketenaran, serta berlimpahnya materi yang menjadi ukuran kesuksesan seseorang. Padahal hal tersebut justru membuat mereka masuk ke dalam jeratan kapitalis, yang sesungguhnya akan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan.

Sungguh! Potensi pemuda saat ini lebih diarahkan kepada materi. Bukan sebagai manfaat besar bagi ummat. Jika timbul pertanyaan apakah demokrasi mampu menghidupkan potensi para generasi masa kini? Sebenarnya mampu, tapi tidak hakiki. Bagaimana menghidupkan potensi pemuda secara hakiki?

Tidak lain dan tidak bukan hanya dengan Islam. Islam tidak hanya sebagai agama ritual belaka, tapi Islam hadir di tengah manusia untuk mengatur segala urusan mereka dalam bingkai negara. Islam mampu menjadi negara visioner, yang mampu melahirkan generasi berkualitas. Salah satu cara untuk melahirkan generasi berkualitas adalah dengan pendidikan berbasis agama. Tak lupa juga memberikan apresiasi begitu tinggi terhadap potensi ummatnya. Ini dibuktikan di masa Bani Abbasiyah, dimana jika seseorang berhasil menulis sebuah buku hasil karyanya sendiri, maka buku tersebut mendapatkan imbalan emas, seberat buku tersebut.

Disamping itu Islam menjadikan para pemudanya tidak hanya mahir dalam sains dan teknologi, tapi juga memiliki ketakwaan individu yang kuat. Sehingga potensi pemuda tidak hanya diarahkan untuk kemanfaatan diri mereka sendiri, tapi negara menggiring potensi pemuda untuk melakukan perubahan demi kemajuan peradaban.

Sehingga profil pemuda berkualitas yang sesungguhnya adalah dengan mentaati syariat Allah, memahami arah kemajuan dan kebangkitan ummat, memahami peran dia dalam masyarakat, mampu berinteraksi dengan ummat, serta mampu mengarahkan Ummat untuk senantiasa dalam syariat Allah. Sehingga Islam tidak hanya melahirkan generasi yang berpotensi tinggi, tapi juga mampu melahirkan pemimpin sejati. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Kamis, 29 Jul 2021 23:53

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Kamis, 29 Jul 2021 23:36

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

Kamis, 29 Jul 2021 22:19

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Kamis, 29 Jul 2021 21:42

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Kamis, 29 Jul 2021 21:10

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Kamis, 29 Jul 2021 21:00

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Kamis, 29 Jul 2021 19:35

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

Kamis, 29 Jul 2021 19:06

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Kamis, 29 Jul 2021 18:35

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00


MUI

Must Read!
X