Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
40.728 views

Siapakah Ulama yang Pertama Kali Membukukan Hadist Rasululloh SAW? Ini Jawabannya

Sahabat VOA-Islam...

Hisyam bin Abdul Malik, Khalifah kesepuluh Daulah Umayyah, ingin menguji seberapa kuat hapalan Imam az-Zuhri, seorang ahli hadits di masa­nya. Sang Khalifah ingin az-Zuhri mendik­te­kan hadits kepada anaknya dengan dibantu seorang juru tulis tanpa melihat catatan.

Dengan lancarnya Imam az-Zuhri mendikte­kan empat ratus hadits Rasulullah saw. Be­berapa bulan kemudian, Khalifah Hisyam kem­bali memanggil Imam az-Zuhri. Kepada­nya Khalifah berpura-pura menya­takan keke­cewaannya lantaran hilangnya catatan em­pat ratus hadits beberapa waktu lalu yang di­diktekan sang Imam. Menanggapi keluhan itu, Imam az-Zuhri menjawab.

“Anda tidak usah khawatir, saya masih cukup segar meng­hapalnya. Yang penting siapkan saja juru tulis untuk saya diktekan lagi!”

Setelah segalanya siap, Imam az-Zuhri mulai mendiktekan empat ratus hadits Rasu­lullah SAW yang kata sang Khalifah hilang. Si juru tulis mencatatnya dengan cermat setiap kata yang keluar dari lisan sang Imam. Se­telah selesai, diserahkanlah catatan itu ke­pada Khalifah Hisyam. Kha­lifah mengecek dan meng­kon­frontasikan dokumen ba­ru itu dengan catatan lamanya. Ternyata hasil­nya luar biasa. Tak ada satu kata pun yang berbeda antara catatan lama dengan catatan baru. Kedua catatan yang berisi empat ratus hadits itu persis sama! Atas dasar itulah Khalifah Hisyam menyuruh sang Imam mengajarkan hadits pada anaknya.

Imam az-Zuhri adalah orang pertama yang membukukan hadits. Langkahnya di­ikuti pakar-pakar hadits sesudahnya sehing­ga lahirlah kitab-kitab hadits mu’tabar. Di antaranya, al-Muwaththa’ susunan Imam Ma­lik; Shahih Bukhari oleh Imam Bukhari, Sha­hih Muslim oleh Imam Muslim dan kitab-kitab hadits lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Sebagian besar hadits yang diriwayat­kannya jarang diriwayatkan orang lain. De­ngan demikian, haditsnya akan melengkapi dan memperkaya hadits lain. Imam az-Zuhri amat cermat menilai sanad hadits. Dialah yang mendorong agar perawi menyebutkan sanad ketika meriwayatkan hadits. Sebab, tanpa sanad siapa pun bisa berbicara apa saja yang dimaui tanpa diketahui apakah itu hadits shahih atau bukan.

Banyak hal yang bisa kita teladani dari sosok perawi hadits ini. Di antaranya, keta­jaman otaknya dan kekuatan hapalannya yang tak tertandingi. Dengan kekuatan hapal­an yang luar biasa itu, Imam az-Zuhri berhasil menghapal al-Qur’an hanya dalam waktu yang amat pendek: delapan puluh hari! Sung­guh luar biasa!

Selain itu, Imam az-Zuhri merupakan sosok pengab­di hadits sejati. Ia mempunyai kumpulan hadits yang jumlah­nya mencapai dua ribu lebih. Ia juga mengkader murid-murid­nya dengan jalan mengajar, mem­biayai dan memfasilitasi segala keperluan yang mereka butuhkan. Dalam hal ini Imam Malik menuturkan, Imam az-Zuhri mengumpulkan orang-orang yang belajar hadits dan memberikan makanan dan perlengkapan lainnya dalam musim dingin atau musim panas.

Imam Malik sendiri pernah memberikan kesaksian akan kewibawaan Imam az-Zuhri, gurunya ini.

“Jika Imam az-Zuhri memasuki Madinah, tak seorang pun ahli hadits yang berani menyampaikan hadits di depannya sampai ia beranjak keluar dari kota itu,” papar Imam Malik.

Masih menurut Imam Malik, jika sejumlah ulama senior datang ke Madinah, orang-o­rang tidak begitu antusias menyambut me­reka dibandingkan dengan kedatangan Imam az-Zuhri. Jika Imam besar ini datang, maka penduduk pun beramai-ramai berdesak-de­sak­an memohon fatwanya.

Pakar hadits yang bernama asli Muham­mad bin Syihab az-Zuhri ini lahir pada 50 H pada periode akhir masa sahabat. Meskipun demikian ia masih sempat bertemu dengan beberapa sahabat ternama. Di antara mere­ka adalah Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah dan Sahal bin Saad. Mere­ka adalah ahli di bidang hadits. Di samping itu, ia juga masih mendapatkan rujukan lain dari para tabi’in senior, seperti Abu Idris al-Khaulani, Salim bin Abdullah bin Umar, Said bin Musayyab dan tokoh-tokoh tabi’in senior lainnya. Imam az-Zuhri wafat pada 124 H.

Sangat disayangkan, buah koleksi ha­ditsnya hilang tak tentu rimba. Kita kehilangan perbendaharaan ilmu yang berharga mele­bihi nilai emas dan perak.

Dalam keadaan situasi seperti sekarang, mengharap lahirnya Imam az-Zuhri baru, tentu bagai bermimpi. Apalagi, di tengah carut marutnya bangsa, kita juga sedang meng­alami kelangkaan ulama sejati. Merekalah para ulama yang tak hanya mampu mengua­sai ilmu, tapi juga bisa menjaganya. Tentu, menjadi penjaga ilmu jauh lebih sulit ketim­bang menjadi pencarinya. Menjaga hapalan al-Qur’an, tentu jauh lebih sulit ketimbang menghapalnya.

Karenanya, tak heran kalau kita saat ini menemukan banyak orang yang pernah meng­hapal al-Qur’an, tapi berapa banyak yang mampu menjaga hapalannya. Apalagi hadits yang jika dibandingkan dengan al-Qur’an menempati urutan kedua. Tentu ke­pedulian para ulama akan lebih berkurang.

Hal ini terkait langsung dengan watak dan moral para ulama. Bagaimana mungkin mereka yang mengaku ulama akan mampu menjaga ilmunya, kalau watak mereka jauh dari nilai-nilai Islam. Seperti dinasihatkan Imam Waqi’ pada muridnya, Imam Syafii, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah takkan diberi­kan pada ahli maksiat.

Sepertinya, dalam keadaan negeri yang carut-marut ini berharap lahirnya sosok se­perti Imam az-Zuhri dan empat imam madz­hab lainnya, benar-benar seperti mimpi. Mustahil akan terwujud.

Kita dapat bayangkan bagaimana nasib sebuah bangsa yang kekeringan ulama. Ulama ibarat suluh. Mereka bagai lampu. Penduduk negeri yang kekurangan ulama laksana mereka yang berjalan di tengah ke­gelapan. Tak tahu arah ke mana yang harus dituju. Beginilah nasih negeri ini. Pendu­duknya gamang, bingung, dan linglung. Jika demikian keadaan penduduknya, begitu juga keadaan pemimpinnya.

Untuk bangkit dari keterpurukan, para wanita di negeri ini harus rajin melahirkan sosok ulama sejati seperti Imam az-Zuhri. Merekalah yang akan membimbing para pe­mimpin bangsa untuk mengakhiri pen­de­ritaan. Itu, tak bisa terwujud dalam hi­tungan hari. Tapi, melalui tarbiyah (pendi­dikan) pan­jang dan berketerusan yang ka­dang dipe­nuhi beragam rintangan. Wallahu a’lam.[syahid/protonema/voa-islam.com]

*Disadur dari instagram Ustadz Hapy Andi Bustoni

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Sabtu, 25 Sep 2021 12:49

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Sabtu, 25 Sep 2021 08:16

Hubungan Ilmu dan Amal

Hubungan Ilmu dan Amal

Jum'at, 24 Sep 2021 23:00

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Jum'at, 24 Sep 2021 21:25

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Jum'at, 24 Sep 2021 21:15

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Jum'at, 24 Sep 2021 20:45

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Jum'at, 24 Sep 2021 20:15

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Jum'at, 24 Sep 2021 19:55

TNI-Polri Harus Mawas Diri

TNI-Polri Harus Mawas Diri

Jum'at, 24 Sep 2021 19:52

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Jum'at, 24 Sep 2021 19:04

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11


MUI

Must Read!
X