Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.835 views

Menoropong Indonesia, Benarkah dalam Pengaruh Cina?

 
Oleh: AB Latif (Direktur Indopolitik Watch)
 
Meski akan memperingati kemerdekaan ke-72, sepatutnya kita meneropong jauh ke depan Indonesia. Benarkah Indonesia sudah merdeka secara hakiki? Ataukah dalam incaran asing, baik kepentingan Barat atau Timur. Tampaknya, ekspansi China melalui beragam cara ingin turut serta menikmati Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari trend pembanguna infrastruktur yang melibatkan Cina. Begitu pun simbol-simbol Tiongkok dan WNI keturunan cina dibangun di Indonesia.
 
Diberbagai daerah, terutama dikawasan wisata sudah dan sedang dibangun banyak sekali Klenteng, Vihara, tempat-tempat pemujaan, serta patung-patung simbol kekaisaran Cina. Di TMII dibangun patung POH An tui, di Tuban dibangun patung panglima perang cina Kwan Sing Tee Koen. Padahal sudah jelas POH An tui menjadi musuh pejuang kemerdekaan RI, adapun Kwan Sing Tee Koen adalah salah satu jendral dari Republik Rayat Tiongkok.
 
Selain itu juga dibangun Masjid-Masjid yang berarsitektur Tiongkok yang beraroma Naga yang merah menyala. Masyarakat dapat menerima karena memakai lebel Masjid Panglima Cheng Ho. Biasanya masjid arsitektur cina ini dilengkapai dengan patung Cheng Ho dalam ukura besar. Sekarang sudah berdiri sekitar 20 masjid Ceng ho diseluruh Indonesia mulai dari Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pelembang dan lain-lain.
 
Pada umumnya Pemerintah Daerah memberikan ijin pembangunan dikarenakan dengan maksud untuk memperindah kawasan wisata dalam rangka untuk menarik wisatawan khususnya dari Cina. Apalagi bangunan itu dibangun dengan dana mandiri, artinya pemerintah tidak mengeluarkan uang alias gratis sebagai sumbangan perusahaan cina dan pengusaha WNI keturunan tiongkok.
 
Hampir semua kawasan wisata dari Pacitan, Malang Raya, sampai Banyuwangi senantiasa ada klenteng kha Tiongkok. Di Tuban, Gresik, dan klenteng dilengkapi dengan patung pahlawan cina. Di pulau Kemaro Palembang, Pontianak, Singkawang, Sungailiat dan Pangkal pinang dibuat Klenteng dengan sebutan terbesar di Asia. Bahkan dipulau Bangka sudah ada 1.200 klenteng, di Kalbar kurang lebih 1.000 klenteng dalam 5 tahun terakhir. Sebuah pertumbuhan yang amat dahsyat….!
 
Apakah semua itu hanya semata-mata untuk agama ? jelas bukan. Apakah simbol kekuatan NKRI ? pastinya juga bukan. Tapi yang jelas semua itu atas ijin dari penguasa negeri ini. Karena Pemda merasa diuntungkan dengan ini semua. Pasalnya bangunan yang megah itu gratis dan tidak membebani APBD. 
 
Pembangunan berbagai insfastruktur dengan arsitektur Tiongkok di Indonesia adalah simbol pengaruh China. Inilah penjajahan dan pencaplokan kultural secara sistematis dan massif. NKRI pelan-pelan dan bertahap kehilangan jati diri sebagai bangsa merdeka dan berdaulat.
 
Ini masih dalam bentuk insfrastruktur, belum lagi jeratan hutang negeri ini terhadap Cina. Hutang Indonesia ke Cina meningkat drastis. Berdasarkan data yang dirilis di situs Bank Indonesia tercatat pada Juli, jumlah utang negeri tirai bamboo pada Mei 2017 sebesar 15,491 milliar dolar AS atau sekitar Rp. 2016 trilliun. Dan kini Tiongkok berada pada nomor urut ke 3 negara pemberi utang ke Indonesia dibawah jepang dan singapura. Jelas ini akan menjadi beban fiskal Negara, jika kita tidak dapat membayar utang tersebut tepat sebelum jatuh tempo. Menjadi tanda tanya besar, bagaimana bangsa ini akan terbebas dari jeratan utang luar negeri ?
 
Sejumlah pengamat mengingatkan Indonesia, tentang utang yang menjerat Sri Lanka. Akibat utang ke Cina, Sri Lanka terpakasa menjual pelabuhannya. Dan jerat utang inilah sebenarnya strategi penjajahan di era modern. Apakah nasib bangsa Indonesia akan sama dengan apa yang dialami Sri Lanka yang telah menggadaikan aset negaranya ? lantas apa yang menjadi jaminan bangsa ini ? apakah kita akan kembali kehilangan aset BUMN ?
 
Fakta ini akan memperlihatkan kepada kita, bahwa sebenarnya Indonesia telah terperangkap dalam jeratan hutang Cina. Artinya Indonesia kini dalam cengkraman Cina. Jangan jadikan rakyat Indonesia sebagai korban. Kalau kita menghadapi situasi seperti sekarang, pemerintah harus benar-benar mampu mencari solusi tuntasnya, jangan hanya berebut kepentingan. Segera sadari untuk kembali kepada jalan yang benar. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Senin, 29 Nov 2021 21:30

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Senin, 29 Nov 2021 19:45

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Senin, 29 Nov 2021 19:00

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

Senin, 29 Nov 2021 17:53

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Senin, 29 Nov 2021 17:36

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Senin, 29 Nov 2021 17:02

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Senin, 29 Nov 2021 15:23

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Senin, 29 Nov 2021 15:11

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54


MUI

Must Read!
X