Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.457 views

Moderasi atau Liberalisasi?

Oleh: Zaqy Dafa (Pemerhati Pemikiran Islam)

Entah bagaimana, akhir-akhir ini jika ada Muslim yang ingin memperjuangkan pengamalan Syari’ah Islam sesuai kemampuan masing-masing selalu saja mendapat cap buruk dari orang-orang yang dikenal sebagai “kaum kepala dingin.”

Mereka dengan sikap “moderat”, “elegan”, dan “paling NKRI”-nya selalu mengajak orang untuk menyebarkan yang adem-adem saja, meski di lain pihak mereka juga sangat tekun mengumbar cap intoleransi, radikal, anti nasionalis, bahkan cap makar secara gebyah uyah. Pokoknya orang yang tidak mengucapkan kata “NKRI harga mati” sudah pasti dia radikal dan anti-NKRI.

Padahal, yang ngomong begitu belum tentu ketika peringatan 17 Agustus mau mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya dan malas melihat upacara bendera di tivi maupun di dekat rumahnya. Mental “paling NKRI” macam apa itu?

Belum lagi orang yang karena kepentingannya menggembosi Syari’ah, dia begitu suka berdalil ini itu sesuai dengan keinginan mereka. Sampai-sampai ada seorang “intelektual” yang menulis bahwa suhu panas perpolitikan Indonesia sekarang ini disamakan dengan suhu politik Khalifah Ali-Muawiyah zaman dahulu. Padahal, faktanya di Indonesia tidak ada perang fisik apalagi pengerahan massa secara massif untuk menggulingkan pemerintah. Bukankah ini berlebihan, atau memang tujuan mereka agar umat Islam mau melemas?

Yang paling menyakitkan dia menulis, “Kubu ‘Ali memainkan high politics dengan berusaha mempertahankan idealisme dan nilai luhur Islam dengan tidak terjebak pada politisasi agama, meski pada akhirnya mereka menyerah pada desakan sebagian pendukungnya yang kemudian membelot, sehingga mereka dikalahkan oleh kecerdikan ‘Amru ibn al-‘Ash, juru runding kubu Mu’awiyah. Kubu Mu’awiyah lihai memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya, sehingga mudah meraih simpati masyarakat dengan segudang prestasi dan kebobrokannya sekaligus.”

Padahal, bagi mayoritas umat Indonesia yang ngakunya paling Ahlussunnah wal Jama’ah itu termasuk akidah paling mendasar bagi Aswaja adalah hormat terhadap seluruh Shahabat Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama. Meski mereka bukanlah manusia yang maksum, Aswaja meyakini bahwa mereka selalu bertaubat sebelum ajal menjemput mereka. Lha ini ada orang pintar malah menuduh Muawiyah “memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”? Tulisan yang seperti ini dia awali dengan menulis judul tentang “moderasi”. Moderasi model apa ini? Mana akidah Aswaja yang katanya Anda junjung-junjung tinggi itu?

Muawiyah tidak ada niatan untuk menggulingkan pemerintahan sah pada waktu perang Shiffin. Jika memang Muawiyah berniat begitu, padahal beliau baru diangkat khalifah setelah dilantik oleh Sayyidina Hasan yang menjadi khalifah pengganti ayah beliau Sayyidina Ali. Akan tetapi dukungannya terhadap kelompok kudeta yang akhirnya menjadi Khawarij merupakan kebijakan yang keliru, karena perang tersebut telah menimbulkan instabilitas negara dan banyaknya umat Islam yang terbunuh karena alasan yang sebenarnya dapat ditempuh penyelesaiannya melalui jalur diplomasi dan kerjasama. Memang diakui, propaganda para pemberontak yang didalangi Yahudi ini berhasil mempengaruhi pikiran banyak shahabat.

Perlu diketahui, setelah peristiwa Tahkim antara Abu Musa al-Asy’ari dan Amr bin Ash Sayyidina Ali tetap menjabat sebagai khalifah hingga beliau syahid dibunuh oleh kaum pemberontak yang akhirnya menjadi Khawarij.

Jadi jangan karena Shahabat tidak maksum, lalu Anda dengan seenaknya mengatakan bahwa Muawiyah itu “memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”. Kalau Anda mau bicara soal moderasi, mestinya gunakan pandangan-pandangan yang moderat pula sesuai akidah Aswaja. Kalau Anda begini, bukan moderasi yang Anda tawarkan tapi geraman umat Islam melihat tingkah Anda.

Tentang sikap Ibnu Umar yang Anda tawarkan, tentu hal ini baik dan patut ditiru agar umat Islam tidak melulu bertikai dalam hal politik. Hal ini kita dapatkan contoh dari beberapa ulama sepuh kita yang memilih tidak berkomentar apapun dengan kondisi politik, karena bagaimanapun juga pangkat adalah amanah. Tanggung jawabnya dunia akhirat. Tidak mendapat pangkat itu mestinya lebih baik dan patut disyukuri.

Akan tetapi, Anda tidak dapat menyalahkan orang-orang yang berjuang dalam politik untuk menegakkan Syari’ah Islam sesuai konstitusi yang ada. Memang harus ada orang-orang seperti mereka. Jika semuanya ikut mengucilkan diri dari politik kemudian negara dikuasai oleh orang-orang yang tak paham agama, lalu bagaimana solusi Anda sebagai umat Islam?

Mari kita semua ngaji yang benar dan serius, agar masalah-masalah seperti ini dapat dipahami secara jernih. Meluruskan niat adalah yang utama, segala hal yang kita lakukan diusahakan semata-mata karena ikut aturan Allah dan mengabdi kepada Allah.

Tujuannya agar kita selamat dunia akhirat dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Ta’ala. Hidup ini hanya sebentar, tingkah laku kita semua akan dihisab kelak di akhirat. Kita selalu sadar tiap hari selalu melakukan dosa besar maupun kecil, sengaja maupun tidak.

Jika orientasi berpikir dan bersikap kita sebagai umat Islam sudah seperti ini, maka tidak akan ada lagi orang yang bertindak anarkis-teroris maupun liberal-sekularis, apalagi sampai berkata “Muawiyah memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”. WaLlahu A’lam[syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12


MUI

Must Read!
X