Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.106 views

Ijtima' Ulama 3, Makarkah?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Kecurangan itu nyata selama pertama, tak ada bantahan. Tentu, bantahan yang ber-bukti dan punya rasionalitas argumentasi. Kedua, tak ada kontra-bukti. Maksudnya, bukti lain yang berbeda dan melemahkan bukti yang ada. Ketiga, tak ada tersangka. Sebab, salah memberitakan, bahkan mengapresiasi berita, bisa jadi tersangka. Kasus Ratna Sarumpaet sudah terlanjur menelan korban.

Dalam kasus kecurangan pemilu 2019, tiga unsur itu tak ada. Setidaknya hingga saat ini. Artinya tak keliru jika publik meyakini bahwa sejumlah video dan foto yang selama ini beredar terkait dengan kecurangan adalah fakta dan nyata.

Mahfudz MD, seorang profesor hukum tata negara yang mencoba berusaha keras untuk menganulir pengaruh kecurangan terhadap hasil pemilu, tak begitu berhasil. Kalah dengan masifnya video-video yang beredar tentang kecurangan itu. Sebaliknya, mantan ketua MK ini malah terjebak dalam narasi "Islam Garis Keras". Narasi Mahfudz menuai banyak kecaman, terutama dari masyarakat yang ia sebut sebagai "kaum garis keras". Diantaranya Jawa Barat, Aceh, Sumatera Barat, Palembang, dan lain-lain.

Akibat narasi ini, Mahfudz dicap banyak pihak sebagai "juru bicara" KPU dan paslon 01. Pria asal Madura ini dikesankan publik telah mati-matian membela KPU dan 01. Tak terlalu serius menganggap adanya kecurangan yang sedemikian masif.

Fakta kecurangan seperti tak terbantah. Kalau itu hoak, pasti segera terklarifikasi. Karena, tak mungkin puluhan hingga ratusan juta rakyat Indonesia bersepakat terhadap adanya kecurangan jika tak ada bukti.

Kecurangan di pilpres kali ini tak wajar. Terjadi sebelum, saat dan pasca pencoblosan. Intimidasi lurah, pencoblosan sisa surat suara oleh KPPS, perampokan surat/kotak suara, itu sekedar sedikit contoh yang jadi tontonan di berbagai media sosial. Bukti-bukti video bisa diakses oleh siapa saja. Sulit dibantah oleh siapapun.

Akibat kecurangan yang dianggap melampaui batas wajar, maka rakyat yang diwakili oleh para tokoh dan para ulama merasa perlu secara serius untuk membahasnya. Ijtima' Ulama 3 yang dihadiri 1000 (seribu) ulama dan tokoh masyarakat pada hari ini (1/5) di Sentul, jadi pilihan sarana untuk membahas masalah kecurangan pemilu ini. Terutama pilpres.

Itu tindakan makar! Membahayakan negara! Menganggu NKRI! Yang ngomong begitu pasti ngawur. Justru yang berbahaya itu "pihak yang melakukan dan membiarkan kecurangan". Bukan orang yang membahas kecurangan.

Ada maling, lalu anda membahas maling itu. Kemudian anda dituduh melanggar hukum. Kan ngawur. Yang melanggar hukum itu si maling. Bukan pihak yang mendiskusikan bagaimana menangkap maling dan bagaimana cara mencegah agar tak kemalingan lagi. Kok malah dianggap melanggar hukum. Piye to...

Kecurangan pemilu itu tindak pidana kejahatan. Makanya, ada pasal dan hukumannya. Tapi kok gak ditindak? Disinilah para ulama kumpul. Membahas kenapa kecurangan terjadi. Apa bahayanya terhadap demokrasi. Kenapa tak ada tindakan hukum terhadap pelaku kecurangan. Kalau terus dibiarkan, bangsa ini akan kehilangan jati dirinya. Jati diri sebagai bangsa yang beragama, bermartabat, pancasilais dan taat konstitusi.

Ijtima' Ulama 3 adalah sarana para tokoh-tokoh agama menjaga bangsa dari upaya pihak-pihak tertentu yang berniat merusak negara Pancasila ini. Merawat demokrasi agar berjalan sesuai konstitusi. Bukan makar!

Kalau keputusan Ijtima' Ulama 3 adalah mengerahkan people power? Selama tidak anarki, maka dilindungi oleh undang-undang. Bukan makar. Yang makar itu kecurangan. Karena itu, perlu tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku kecurangan. Jika kecurangan itu dilakukan secara sistemik dan melibatkan salah satu paslon, ya harus ditindak. Termasuk tindakan mendiskualifikasi paslon jika memenuhi persyaratan. Emang KPU berani?

Jangan khawatir, apalagi takut, terhadap Ijtima' Ulama 3. Itu tindakan konstitusional. Dijamin undang-undang. Tujuan Ijtima' Ulama 3?, Mendorong tegaknya hukum dan konstitusi. Khususnya terkait Kecurangan dalam pilpres. Hanya dengan hukum dan konstitusi inilah negara bisa tegak berdiri dan punya kekuatan untuk tetap mampu merawat demokrasi di masa depan. Caranya? Kita tunggu keputusan Ijtima' Ulama 3 sore ini. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 1/5/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Sabtu, 25 Jan 2020 18:13

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Sabtu, 25 Jan 2020 18:00

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

Sabtu, 25 Jan 2020 17:59

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

Sabtu, 25 Jan 2020 17:41

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

Sabtu, 25 Jan 2020 07:01

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Sabtu, 25 Jan 2020 06:49

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Sabtu, 25 Jan 2020 05:48

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Sabtu, 25 Jan 2020 00:26

Bukan Penghargaan Membanggakan

Bukan Penghargaan Membanggakan

Jum'at, 24 Jan 2020 23:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X