Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.030 views

Konflik Agraria di Tengah Pandemi, Miris!

 

Oleh: Kiki Zaskia

Tak dimungkiri wabah corona laiknya perang dunia ketiga, dengan tentara musuh yang tak terlihat. Roda kehidupan seketika hampir lumpuh sempurna. Memberikan kabar pada manusia terkhusus pada pemimpin setiap negeri sebagai panglima perang apabila diumpakan, untuk memiliki strategi yang berkali-kali lipat pada kondisi di luar kebiasaan untuk saat ini. Kemudian menjadi sebuah evaluasi akbar blue print selama kepemimpinan dengan ide-ide yang menjadi standar pengambilan kebijakan. Apakah negerinya telah mampu berdaulat atau hanya berjalan di tempat.

Wabah corona telah turut menguraikan kondisi real negeri ini, misalnya saja persoalan pangan di Indonesia. Pangan yang menjadi kebutuhan dasar rakyat pada kenyataannya negeri ini berada pada jalan ketahanan pangan bukan pada jalan kedaulatan pangan. Sebab impor pangan pada beberapa komoditas masih ada. Padahal siapa yang tak mengenal Indonesia dengan julukan gemah ripah loh jinawi yang artinya kekayaan alam yang melimpah? Hal yang wajar untuk disayangkan ketika negeri yang kekayaan alamnya melimpah namun belum produktif menuju swaswembada pangan.

Kepiluan Petani: Pemaksaan Alih Fungsi Lahan

Tatkala kondisi yang tak tentu arah di masa pandemi petani mengalami kepiluan. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat setidaknya ada sembilan peristiwa penggusuran dan kriminalisasi, “Penggusuran, penanganan represif, intimidasi, ancaman, dan kriminalisasi terhadap masyarakat di pedesaan masih berjalan di tengah situasi pandemi Covid-19” kata Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika melalui keterangan tertulis (tempo.com, 12/4/2020).

Nahasnya,  pemerintah belum mampu secara total melindungi hak-hak petani. Ada regulasi UU yang mendukung kawasan pertanian yakni UU No. 41 tahun 2009 namun penjabarannya belum mampu disinkronkan antara investasi dan lahan pertanian berkelanjutan. Berbagai konflik agraria dan kondisi pangan kini saling berkelindan satu sama lain. Jika tak ada lagi lahan untuk menanam tentu tak ada harapan bagi petani. Kalaupun ada pencetakan sawah baru, tentu membutuhkan lahan pertanian baru, infrastruktur pengairan, distribusi, pemukiman buruh, dan petani. Skema tersebut tentu menyedot budget yang tak sedikit. 

Alih fungsi lahan terjadi sebab rakyat ditekan oleh industri dan investasi. Investor lokal maupun asing hingga pemerintah yang ambisi destruktifnya tak bisa direm, semua ambil bagian. Selain itu, pemerintah yang gencar membangun infrastruktur transportasi memaksa petani untuk melakukan substitusi kegiatan penggarapan lahan produktif. Kondisi ini sangat menyusahkan rakyat kecil, apalagi petani penggarap. Sebab tak diikuti dengan alternatif-alternatif yang mumpuni skenarionya dalam hak petani agar mata pencariannya tak terganggu. Pada akhirnya kondisi sosial menjadi karut-marut. Masyarakat pun berorientasi menjadi buruh, minat menjadi petani menjadi berkurang. Di sisi lain, apabila mereka tidak mampu bersaing dalam dunia kerja berakibat menjadi pengangguran. Bukan tidak mungkin angka kriminalitas ikut meningkat.

Pada kondisi extraordinary kini dengan wabah corona, koreksi konflik agraria demi ketahanan pangan perlu menjadi perhatian yang seharusnya sejak awal perlu dimitigasi. Pemerintah seyogianya mengimbangi dengan kajian akademis teknokratis bersama ahli-ahli terkait yang pro-rakyat dan tidak memanjakan investor dengan pilih mana suka lahan. Jangan lupa mengangkat posisi petani dengan regulasi tuntas atas hak-hak petani.

Sayangnya, itu semua jauh panggang dari api. Saat kampanye politisi dengan wacana swasembada pangan dengan realitas konflik agraria yang tragis. Inilah buah kegagalan blue print dengan menjadikan sistem kapitalisme-neokolonialisme sebagai standar pengambilan kebijakan. Untung-rugi menjadi asas pertimbangan utama yang diistimewakan para kaum oligarki. Semakin memperlihatkan inkonsistensi dalam atmosfer demokrasi. Adagium  vox populy vox dei hanyalah sebatas bahasa komersial. Suara rakyat yang dirampas tanahnya tidak berlaku bagi mereka. Ya, semata-mata untuk segelintir kepentingan kaum konglomerat nakal saja adagium itu. Parahnya, tentu ini semua akan terus berlanjut apabila roda sistem yang rusak ini masih menjadi opsi segala kebijakan.

Lalu apabila kapitalisme tidak menjadi opsi, lantas opsi sistem apa yang menjadi penggantinya? Apakah komunisme yang juga tak jauh berbeda parahnya, yang membunuh kreatifitas untuk berinovasi? Tentu tidak keduanya. Syariah Islam mampu mengatasi permasalahan umat. Islam tidak hanya sebatas agama ritual semata.

Produktifitas Lahan dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang menghidupkan tanah mati, maka tanah tersebut adalah miliknya (HR. Imam Bukhari, dari Umar Bin Khattab)”

Dalam Islam, negara melarang ada tanah yang tak produktif. Islam mengancam bagi pemilik tanah yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, maka akan diambil oleh negara dan akan diberikan kepada orang yang mampu memanfaatkannya. Hal ini telah diwujudkan dalam masa kekhalifahan Umar Bin Khattab yang menjadi ijma’ shahabat.

Umar Bin Khattab berkata: “ Siapa saja yang mengabaikan tanah selama tiga tahun, tidak dia kelola, lalu ada orang lain yang mengelolanya, maka tanah tersebut menjadi miliknya.”

Oleh karena itu, dengan ijma’ shahabat ini yang mana menjadi salah satu sumber hukum Islam selain Al-Qur’an, As-Sunnah dan Qiyas juga diterapkan pada masa kekhilafahan berikutnya yakni dalam masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dalam kesuksesannya sebab swasembada pangan dalam 2 tahun kepemimpinannya, tak ada yang kelaparan dan tak ada penerima zakat. Kebijakan Umar Bin Abdul Aziz yaitu “tanamlah di tanah-tanah kalian. Setengahnya, sepertiganya, seperempatnya, atau bahkan sepersepuluhnya, yang terpenting jangan biarkan tanah kalian hancur."

Hal ini juga dideskripsikan oleh Dr. Ahmad Mukhtar Al Ibadi dalam buku Al Hayah Al Iqthishadiyah menggambarkan kejayaan kaum muslimin di era keemasannya, “Tanah-tanah di bumi muslimin tumbuh subur, ada kemakmuran dan kesejahteraan pangan sepanjang dunia Islam yang membentang dari Asia Tengah di timur, sampai samudra Atlantik di Barat; yang mana pandanganmu hanya akan melihat dua warna seluas mata memandang; biru langit dan hijaunya kebun-kebun."

Apabila masyarakat hingga pejabat di Indonesia mampu mengembalikan Indonesia menjadi negeri agraris dengan produktivitas lahan, kondisi ini tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat. Bukan tidak mungkin malah menjadi sumber pendapatan negara apabila negara berhasil mewujudkan swasembada pangan. Apatah lagi, kini resesi ekonomi sedang di depan mata sebab pandemi. Sayangnya, kini yang terjadi justru perampasan lahan pertanian yang sedang digarap. Ini menjadi sebuah kezaliman dalam pandangan Islam.

Dengan demikian menjadikan Syariat Islam sebagai sumber hukum segala kebijakan niscaya akan memberikan keberkahan rahmat bagi semesta dan seluruh alam. Wallahu ‘alam Bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Ahad, 16 May 2021 06:55

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Ahad, 16 May 2021 06:28

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Ahad, 16 May 2021 06:18

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Sabtu, 15 May 2021 23:33

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

Sabtu, 15 May 2021 23:22

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

Sabtu, 15 May 2021 23:20

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Sabtu, 15 May 2021 22:06

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Sabtu, 15 May 2021 21:05

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Sabtu, 15 May 2021 20:48

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Sabtu, 15 May 2021 15:55

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Sabtu, 15 May 2021 08:54

Istiqamah Setelah Ramadhan

Istiqamah Setelah Ramadhan

Sabtu, 15 May 2021 08:46

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Sabtu, 15 May 2021 08:27

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Jum'at, 14 May 2021 20:35

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Jum'at, 14 May 2021 19:05

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

Jum'at, 14 May 2021 18:35

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Jum'at, 14 May 2021 17:55

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Jum'at, 14 May 2021 17:25

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

Jum'at, 14 May 2021 10:19

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 14 May 2021 10:07


MUI

Must Read!
X