Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.908 views

Ideologi Terpimpin dan Sengketa Ideologis

 

Oleh:

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.

Direktur HRS Center


KEPENTINGAN negara harus didahulukan dalam hubungan negara dan masyarakat, sebagaimana dikatakan oleh Hegel. Dikatakan pula bahwa negara memegang monopoli dalam menentukan apa yang benar dan yang salah mengenai hakikat negara, menentukan apa yang moral dan yang bukan moral dan apa yang baik dan yang destruktif.

Perihal monopoli sebagaimana diajarkan Hegel berhubungan dengan monopoli penafsiran atas ideologi Pancasila dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Kehadirannya sebagai kerangka landasan berpikir dan bertindak bagi penyelenggara negara pada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Selain itu, juga berperan sebagai arah bagi seluruh warga negara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk kepentingan tersebut disebutkan, Presiden merupakan pemegang kekuasaan dalam pembinaan Haluan Ideologi Pancasila.

Hal ini menunjukkan absolutisme negara melalui penafsiran sepihak terhadap Pancasila dan dengannya menjadikan Pancasila - yang sejatinya sebagai sumber segala sumber hukum (norma dasar) - diturunkan dalam bentuk undang-undang. Alasannya pun tidak masuk akal. Disebutkan bahwa Haluan Ideologi Pancasila sebagai “pedoman instrumentalistik yang efektif” dimaksudkan untuk menghindarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dari kemungkinan terjadi sengketa ideologis berkepanjangan yang bagi banyak negara lain dapat menimbulkan perpecahan dan terjadinya tragedi kemanusiaan. Di sisi lain, kandungan inti RUU HIP hanya mengambil pendapat Bung Karno pada saat sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Terlihat adanya upaya sistemik menegasikan Piagam Jakarta dan Dekrit Presiden.

Sengketa ideologis berkepanjangan dengan menunjuk negara lain dan timbulnya perpecahan dan terjadinya tragedi kemanusiaan adalah sebagai alasan belaka. Rumusan tersebut lebih mengarah pada dua kubu saat berlangsungnya sidang perumusan dasar negara yakni kubu Nasionalis dan Islamis. Tokoh umat Islam pada akhirnya menerima dihapuskannya tujuh kata Piagam Jakarta “dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, sehingga tidak dimasukkan dalam Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Patut untuk dicatat melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 dinyatakan, “bahwa piagam djakarta tertanggal 22 djuni 1945 mendjiwai undang-undang dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut”. Dekrit Presiden telah menghubungkan Piagam Jakarta dengan Pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Walaupun pada Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 tidak ada tambahan kalimat “dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, namun berdasarkan Dekrit Presiden rumusan Piagam Jakarta tersebut tetap menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dengan Pasal 29 ayat 1 UUD 1945.

Penjelasan Haluan ideologi Pancasila sebagai sebagai pedoman instrumentalistik, telah memberi peluang penerimaan atas paham Sosialisme-Komunisme/Marxisme guna menghindari sengketa ideologis sebagaimana alasan dimaksud. Dengan demikian, tidak ada lagi sengketa ideologi antara Nasionalis, Agama dan Komunis. Pada saat yang bersamaan, penerapan Syariat Islam secara legal-konstitusional akan terhadang. Menjadi pantas, RUU HIP tidak memasukkan Tap MPRS No.XXV/MPRS/1966 Tentang Pembubaran PKI, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang PKI Dan Larangan Komunis/Marxisme-Leninisme sebagai konsiderannya.

Absolutisme negara dalam penafsiran terhadap ideologi Pancasila sebagaimana diuraikan di atas menjustifikasi kepemimpinan yang totaliter. Ini sesuai dengan bentuk ideal negara yang dicita-citakan Hegel, sebagai sebuah monarki. Totalitarianisme yang dimaksudkan oleh filsafat negara Hegel dapat menggiring pemerintahan menjadi fasis. Tidak dapat dipungkiri rasisme memiliki hubungan erat dengan nasionalisme, sepanjang kebanggaan terhadap bangsa diungkapkan secara berlebihan (chauvinisme), salah satunya adalah kebanggaan terhadap budaya. Dalam konteks Haluan Ideologi Pancasila, kedudukan budaya demikian siqnifikan, sementara peranan agama termarginalisasi. Pembinaan agama disebutkan sebagai pembentuk mental dan karakter bangsa dengan menjamin syarat-syarat spiritual dan material untuk kepentingan kepribadian dan kebudayaan nasional Indonesia.

Penting disampaikan, apabila RUU HIP terus dilakukan pembahasan dengan diakomodirnya pencantuman Tap MPRS No.XXV/MPRS/1966. Kemudian disahkan menjadi undang-undang, maka itu sama saja membenarkan dalil penyelesaian sengketa ideologis, antara Nasionalis dan Islamis di satu sisi dengan Komunis di sisi lain. Seiring dengan itu Ideologi Terpimpin berada pada Presiden. Melalui tata Masyarakat Pancasila guna membentuk Manusia Pancasila berpotensi menjadikan Pancasila sebagai ideologi tunggal. Sebagai ideologi tunggal, maka sendi pokok Pancasila bukan lagi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Disebutkan dalam RUU HIP bahwa sendi pokok Pancasila adalah Keadilan Pancasila. Di sini telah terjadi mutasi atas sila pertama Pancasila. Keadilan Sosial menempati derajat paling atas, sementara sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” di posisi paling bawah. Keadilan Sosial dilepaskan dari nilai-nilai ajaran agama berdasarkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, Ketuhanan Yang Maha Esa tidak lagi mengikat, mendasari dan menjiwai sila-sila lainnya, termasuk Keadilan Sosial. Konsekuensinya menunjuk pada sistem ekonomi yang akan dianut. Sistem ekonomi Islam tentu tidak lagi menjadi rujukan. Oleh karena itu, hanya tinggal dua pilihan, yakni “Sosialis-Komunis/Marxis” atau “Liberalis-Kapitalis”. Sebagai catatan, Komunis kini 'berwajah' Liberalis, dan bahkan lebih Kapitalis. Kesemuanya itu terhubung dengan 'negara penerima manfaat' yakni Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini telah sering penulis katakan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Kamis, 06 May 2021 13:59

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31


MUI

Must Read!
X