Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.504 views

Jakarta Amburadul? Jangan Ngaco Ah!

 

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

AMBURADUL! Begitu kata Ketua Umum PDIP, Megawati dalam menilai Kota Jakarta. Satu alasannya, karena research Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak menempatkan Jakarta sebagai tiga besar city of intellectual.

Menurut research UNJ, ada tiga kota yang meraih nilai tertinggi dalam city of intellectual, yaitu Semarang, Solo dan Surabaya. Ketiga kota itu dipimpin oleh Wali Kota dari PDIP.

Kita mulai dari pertanyaan: pertama, apa indikator yang dijadikan dasar untuk merangking city of intellectual? Kedua, apakah indikator city of intelektual sama dengan indikator ketertiban kota? Lanjutan dari pertanyaan kedua ini adalah apakah setiap kota yang tidak masuk tiga besar city of intellectual itu amburadul? Maksudnya, selain kota Semarang, Solo dan Surabaya itu amburadul? Lebih tegas lagi, apakah setiap kota yang kepala daerahnya tidak dipimpin kader PDIP itu amburadul?

Pertanyaan-pertanyaan ini layak muncul. Kenapa? Pertama, masyarakat selama ini mengenal kota pelajar itu Jogjakarta, Bandung dan Malang. Sementara Semarang, Solo dan Surabaya lebih dikenal sebagai kota industri dan perdagangan. Bukan kota pelajar, atau kota pendidikan. Apalagi kota intelektual.

Kedua, ungkapan Megawati ini muncul setelah Jakarta dinobatkan sebagai kota terbaik dunia dalam Sustainable Transport Award (STA) oleh Institute For Transportation and Development Policy (ITDP). Ini yang pertama kali untuk kota di Asia Tenggara.

Satu dari enam anggota peneliti UNJ, Prof. Hafiz Abbas, kebetulan saya berteman baik dengan beliau, telah mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan antara city of intellectual dengan tertib atau amburadulnya sebuah kota. Indikatornya tidak sama. Apalagi kalau kemudian dibawa-bawa ke area politik.

Ada lima Indikator yang dipakai untuk menetapkan city of intellectual. Diantaranya soal biaya hidup yang lebih murah bagi mahasiswa seperti di Solo, lebih aman seperti di Semarang, dan mudah cari kerja seperti di Surabaya.

Meski indikator-indikator ini masih bisa diperdebatkan secara akademik, namun temuan research ini harus kita apresiasi. Yang pasti, indikator-indikator itu tak menunjukkan sama sekali keterkaitannya dengan tertib atau amburadulnya sebuah kota. Penduduk kota bukan hanya mahasiswa. Mahasiswa hanya kelompok kecil masyarakat dan umumnya perantau sementara. Anak kos kosan yang kebutuhannya berbeda dengan umumnya masyarakat. Bagaimana mungkin mereka dianggap mewakili situasi kota?

Dengan ini dapat disimpulkan pertama, mahasiswa tidak merepresentasikan seluruh kelompok sosial perkotaan. Kedua, intelektualitas tidak berbanding lurus dengan situasi dan dinamika sosial. Intinya, ukuran atau indikatornya berbeda.

Banyak kalangan yang melihat bahwa penilaian "amburadul" oleh Megawati atas Jakarta ini terkesan emosional dan politis. Diduga, ini buntut dari berbagai penghargaan yang diberikan oleh sejumlah lembaga, baik nasional maupun internasional kepada Pemprov DKI.

Publik paham, Anies punya kans untuk jadi capres terkuat di pilpres 2024. Bagi PDIP, ini ancaman. Ada nuansa ingin selalu menjatuhkan Anies, tapi gagal. Mengapa PDIP tidak melakukan evaluasi dan membuka kemungkinan untuk balik arah dan mendukung Anies? Berpolitik mesti realistis.

Kalau Jakarta amamburadul, berarti lembaga-lembaga itu gak kredibel, karena memberi penghargaan kepada kota yang amburadul. Termasuk BPK yang secara berturut-turut memberi WTP dan KPK yang memberi tiga penghargaan kepada Pemprov DKI. Begitu juga Tom Tom Indeks dan ITDP yang bermarkas di New York USA. Apakah lembaga-lembaga itu perlu disangsikan kredibelitasnya?

Sontak pernyataan nyinyir ketum PDIP mendapat reaksi negatif dari publik. Dipertanyakan, bahkan dibully. Sebab, apa yang diungkapkan ketum PDIP menurut publik dianggap berbanding terbalik dengan fakta yang ada.

Masyarakat perlu obyektif melihat Jakarta. Obyektifitas membutuhkan ukuran-ukuran logis yang diterima oleh rasionalitas yang netral, wajar dan terukur.

Tertib atau amburadulnya kota mesti dilihat dari semua sisi. Diantaranya pertama, soal regulasi. Dalam konteks daerah, ada perda, pergub, kepgub dan ingub. Adakah aturan-aturan tersebut yang tumpang tindih dan over laping? Sepertinya ini tidak terjadi di Pemprov DKI. Tapi, justru terjadi pada UU Omnibus Law Cipta Kerja. Anies tidak ada urusan dengan UU itu. Itu urusan DPR dan presiden, bukan urusan Anies.

Kedua, dari sisi administrasi Jakarta. Apakah amburadul, atau tertib? Bagaimana masyarakat mengurus perizinan, membuat KTP, urus surat kematian, dll. Mudah, atau berbit-belit? Ini bisa jadi ukuran.

Ketiga, lihat infrastrukturnya. Bagaimana pembangunan infrastruktur di Jakarta? Makin semerawut, atau makin rapi? Makin membuat masyarakat nyaman, atau makin menyebabkan hidup gak tenang? Taman berkurang, atau malah nambah? Jalan dan trotoar menyempit, atau makin lebar? Fasilitas umum makin banyak atau makin sedikit?

Keempat, soal transportasi. Apakah pengguna transportasi umum makin banyak, atau makin sedikit? kemacetan bertambah, atau berkurang? Faktanya, terjadi lonjakan jumlah pengguna transportasi umum. Dari 360 ribu penumpang per hari di tahun 2017, sekarang lebih dari satu juta. Kemacetan yang semula berada di peringkat 4 kota termacet di dunia, sekarang peringkat ke 10.

Kelima, terkait situasi sosial. Jakarta makin rusuh karena tawuran sosial dan pelajar, atau makin adem. Ini erat hubungannya dengan pola dan kemampuan komunikasi pemimpinnya. Kalau pemimpinnya suka marah-marah, gebrak meja dan senang memaki, Jakarta dipastikan akan terus gaduh dan makin amburadul. Tapi, kalau pemimpinnya tenang, warganya juga akan ikut tenang.

Keenam, terkait urusan hukum. Jika gubernur dan para pejabat Pemprov DKI suka laporkan para pengkritiknya ke polisi, pasti Jakarta akan gaduh. Tapi, jika gubernurnya tahan kritik, memberi ruang demokrasi dan lahan untuk demonstrasi, potensi kegaduhan bisa ditekan.

Nah, apa yang diungkapkan di atas adalah bagian dari indikator yang bisa anda jadikan dasar untuk menilai tingkat tertib atau amburadulnya kota Jakarta secara terukur, fair dan obyektif. Kecuali jika anda memang sengaja mencari-cari kesalahan. Kalau itu niatnya, suka-suka andalah.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 27 Feb 2021 10:30

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Sabtu, 27 Feb 2021 10:29

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Kamis, 25 Feb 2021 19:45

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Kamis, 25 Feb 2021 19:15


MUI

Must Read!
X