Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.686 views

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

KITA semua beduka. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan usai pertandingan Arema Malang lawan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 1 Oktober 2022 malam. Arema kalah 2-3 dari Persebaya.

Korban nyawa yang tidak perlu terjadi. Kerusuhan ini semata-mata disebabkan oleh para supporter hooliganis yang tidak siap menerima kekalahan klub mereka. Hampir pasti, inilah penyebab tunggal kerusuhan yang sangat memalukan itu.

Berbagai laporan dan rekaman video menunjukan sejumlah supporter Arema, yang dikenal dengan julukan Aremania, langsung melompat ke lapangan seusai pertandingan. Mereka mengejar para pemain Persebaya. Ini jelas memperlihatkan bahwa mereka tidak terima kekalahan.

Arogansi supporter Arema. Tidak ada lain. Aremania merasa Arema tidak boleh kalah. Dunia sepakbola, atau dunia olahraga pada umumnya, adalah ajang kontestasi yang tidak mungkin didominasi secara permanen. Rekor juara bisa saja dipegang bertahun-tahun, tetapi tidak mungkin melawan kodrat alami bahwa kehebatan akan berpindah ke individu atau tim lain.

Seperti disebut terdahulu, penyebab kerusuhan Kanjuruhan adalah sejumlah supporter yang tak rela menerima kekalahan. Bagaimana dengan penyebab kematian yang begitu banyak?

Aspek ini perlu didalami dengan serius. Besar kemungkinan tindakan pihak keamanan dalam mengendalikan kerusuhan itu menyebabkan banyak korban nyawa. Sejumlah pihak meyakini penggunaan gas air mata oleh Polisi menyebabkan situasi sangat kacau.

Bukti-bukti foto dan video menunjukkan gas air mata disemprotkan di dalam stadion. Tindakan ini memicu kepanikan. Kepanikan memicu “movement” (hamburan) orang yang tak beraturan. Pada gilirannya, “movement” yang kacau itu menyebabkan banyak orang yang terinjak-injak. Sebagian mereka diduga meninggal akibat terinjak-injak (stampede) itu.

Gas air mata membuat penonton pertandingan mengalami pedih mata dan sesak napas. Kondisi ini membuat hamburan mereka untuk menyelamatkan diri tak terkendali.

Di lain sisi, banyak penonton yang tidak sigap menyelamatkan diri. Khususnya mereka yang menonton bersama keluarga. Bahkan bersama anak yang masih kecil. Stadion Kanjuruhan disebut sebagai arena bagi keluarga untuk menikmati hiburan sepakbola.

Diperkirakan, keluarga-keluarga yang berada di stadion tidak mungkin melakukan gerak cepat. Ada laporan, suami-istri tewas terinjak-injak sementara anaknya yang masih kelas 5 SD selamat.

Penggunaan gas air mata sebetulnya dilarang oleh Asosiasi Federasi Sepaknola Internasional (FIFA). Juga penggunaan senjata api, tidak diperbolehkan.

Khairul Fahmi dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) meminta agar dilakukan investigasi penggunaan gas air mata.

"Perlu diinvestigasi seksama, dugaan bahwa aparat kepolisian mengabaikan ketentuan FIFA yang melarang penggunaan senjata api dan gas air mata. Apalagi penggunaan gas air mata untuk penghalauan saat itu kurang mempertimbangkan keadaan," ujar Fahmi kepada tvOne, hari ini (02/10/2022).

Seorang analis masalah keamanan, Dr Anton Permana Simioni, mengatakan Polisi yang bertugas di stadion tidak mengikuti prosedur operasi baku (SOP). “SOP yang salah itu mulai dari upaya cegah dini dan tangkal dini yang tidak berjalan,” kata Anton.

Menurut pakar masalah keamanan dan pertahanan ini, Polisi menyamaratakan supporter bola dengan pengunjuk rasa. “Akibat salah doktirn, salah SOP. Menggeneralisasikan pola ancaman dengan penindakan yang sama,” ujar Anton menambahkan.

Kalau dilihat pengalaman operasi kepolisian selama ini dalam menghadapi massa yang dianggap mengancam, memang wajar disimpulkan bahwa Polisi lebih suka menerapkan tindakan represif. Inilah yang terjadi dalam demo pasca Pilpers 2019, demo Omnibus Law, dan demo-demo yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Polisi kelihatannya menomorsatukan cara-cara keras dan berdarah-darah ketika mereka menghadapi rakyat. Ini harus diperbaiki.

Selain itu, untuk urusan sepakbola, edukasi kepada supporter perlu diperhatikan dengan serius. Mentalitas “tak boleh kalah” tidak boleh dibiarkan merasuki benak mereka.

Banyak pelajaran dari tragedi suram dan seram di stadion Kanjuruhan. Pelajaran untuk PSSI, pengurus klub sepakbola, kepolisian, dan juga penggemar. Semoga tidak terulang lagi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Dulu Bermusuhan Dengan Doha, Kini Dubai Kelimpahan Berkah Dari Piala Dunia 2022 Di Qatar

Dulu Bermusuhan Dengan Doha, Kini Dubai Kelimpahan Berkah Dari Piala Dunia 2022 Di Qatar

Jum'at, 09 Dec 2022 21:07

Membaik, Ustadz Anung Al-Hamat Ikuti Sidang Pembacaan Replik JPU

Membaik, Ustadz Anung Al-Hamat Ikuti Sidang Pembacaan Replik JPU

Jum'at, 09 Dec 2022 20:30

Tukar Tahanan, Rusia Bebaskan Pebasket AS Brittany Griner Sebagai Ganti Pedagang Senjata Victor Bout

Tukar Tahanan, Rusia Bebaskan Pebasket AS Brittany Griner Sebagai Ganti Pedagang Senjata Victor Bout

Jum'at, 09 Dec 2022 16:19

Hamas Kecam Larangan Israel Terhadap 200 Kristen Gaza Yang Akan Rayakan Natal Di Yerusalem

Hamas Kecam Larangan Israel Terhadap 200 Kristen Gaza Yang Akan Rayakan Natal Di Yerusalem

Jum'at, 09 Dec 2022 15:44

Pasukan Israel Hancurkan Kantor Kementerian Kebudayaan Palestina Di Kota Jenin

Pasukan Israel Hancurkan Kantor Kementerian Kebudayaan Palestina Di Kota Jenin

Jum'at, 09 Dec 2022 14:00

Milisi Biksu Sebut Para Pemimpin Budha di Myanmar Dukung Junta Militer

Milisi Biksu Sebut Para Pemimpin Budha di Myanmar Dukung Junta Militer

Jum'at, 09 Dec 2022 11:45

Umar Abduh: Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyer Suruhan Oknum Tertentu

Umar Abduh: Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyer Suruhan Oknum Tertentu

Kamis, 08 Dec 2022 22:05

IHATEC Dukung Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024

IHATEC Dukung Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024

Kamis, 08 Dec 2022 20:10

BMKG sarankan 1.800 rumah di Cianjur direlokasi Dari Patahan Cugenang

BMKG sarankan 1.800 rumah di Cianjur direlokasi Dari Patahan Cugenang

Kamis, 08 Dec 2022 19:10

Taliban Afghanistan Lakukan Eksekusi Publik Pertama Sejak Kembali Berkuasa

Taliban Afghanistan Lakukan Eksekusi Publik Pertama Sejak Kembali Berkuasa

Kamis, 08 Dec 2022 15:00

Hamas Luncurkan Logo Baru Di HUT Ke-35

Hamas Luncurkan Logo Baru Di HUT Ke-35

Kamis, 08 Dec 2022 13:45

AS Tidak Setuju Turki Luncurkan Operasi Militer Ke Pemberontak Komunis Kurdi Suriah

AS Tidak Setuju Turki Luncurkan Operasi Militer Ke Pemberontak Komunis Kurdi Suriah

Kamis, 08 Dec 2022 11:35

Tahan Menguap Saat Shalat!

Tahan Menguap Saat Shalat!

Kamis, 08 Dec 2022 11:28

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Rabu, 07 Dec 2022 18:31

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

Rabu, 07 Dec 2022 17:05

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Rabu, 07 Dec 2022 16:15

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Rabu, 07 Dec 2022 13:37

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Rabu, 07 Dec 2022 12:35

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Rabu, 07 Dec 2022 11:06


MUI

Must Read!
X