Selasa, 28 Zulqaidah 1447 H / 5 Mei 2015 08:12 wib
5.386 views
Kunjungan Presiden Hollande ke Saudi, dan Ancaman Syi'ah di Teluk
RIYADH (voa-islam.com) - Ditengah-tengah krisis yang menghebat di Yaman, antara Arab Saudi dengan pemberontak Syi'ah Houthi, tiba-tiba Presiden Perancis, Hollande mengunjungi Arab Saudi. Hollande bertemu dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, Senin, 4/5/2015.
Dalam pertemuan antara Hollnade dan Salman, kemudian kedua pemimpin itu, mengeluarkan pernyataan bersama yang dirilis setelah kedatangan Hollande, Arab Saudi dan Perancis bersepakat menjaga stabilitas negara-negara Teluk. Perancis yang mewakili Barat menjamin, bahwa perjanjian antara Iran dengan Barat, tidak akan mengguncang wilayah Teluk, dan dapat mengancam negara tetangga Iran.
"Perancis dan Arab Saudi) menegaskan perlunya untuk mencapai kesepakatan yang kuat, dan akan mengikat kesepakatan dengan Iran," kata pernyataan itu.
"Perjanjian ini tidak harus mengacaukan keamanan dan stabilitas kawasan atau mengancam keamanan dan stabilitas tetangga Iran," tambahnya. Pada hari Selasa, Hollande akan menjadi tamu kehormatan pada pertemuan GCC di ibukota Saudi, menurut kantornya.
Hollande diperkirakan akan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin regional lainnya selama kunjungannya. Perancis yang mewakili negara-negara Barat, nampaknya ingin menenangkan negara-negar Teluk, dan memberikan jaminan kepada mereka, atas hasil perjanjian dengan Iran. Negara-negara Teluk merasa terancam dengan hasil perjanjian nuklir antara Barat dengan Iran.
Namun, negara-negara Teluk tidak seharusnya menggantungkan jaminan keamanannya kepada Perancis. Karena, tidak mungkin urusan negara-negara Islam dipercayakan kepada Perancis. Perancis bagian dari negara Eropa, dan pernah menjadi penjajah negara-negara Muslim. Terutama Arab dan Afrika. (dtta/aby/voa-islam.com)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!