Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.979 views

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

PHOM PHEN, KAMBOJA (voa-islam.com) - Pengadilan Khmer Merah yang didukung PBB pada hari Jum'at (16/11/2018) mendakwa dua pemimpin tertinggi rezim Pol Pot Kamboja bersalah melakukan genosida, dalam sebuah peristiwa penting dari pemerintahan yang berkuasa hampir 40 tahun setelah jatuhnya rezim brutal yang membawa kematian seperempat penduduknya.

Nuon Chea, 92 tahun, adalah wakil Pol Pot, dan Khieu Samphan, 87 tahun, adalah kepala negara rezim Kamboja.

Mereka diadili karena menargetkan penghapusan dua etnis minoritas di Kamboja: Muslim Cham dan etnis Vietnam.

Pemerintahan teror yang dipimpin oleh "Saudara Nomor 1" Pol Pot menewaskan sekitar dua juta orang Kamboja yang mati karena terlalu banyak kerja, kelaparan dan eksekusi massal di bawah rezim Khmer Merah yang singkat namun brutal antara 1975 hingga 1979.

Putusan itu adalah pengakuan resmi pertama bahwa apa yang dilakukan rezim Khmer Merah sebenarnya adalah genosida sebagaimana didefinisikan di bawah hukum internasional.

Namun wartawan BBC Jonathan Head mengatakan pembunuhan skala besar warga Kamboja itu tidak masuk ke dalam definisi international yang terlalu sempit akan genosida, dan telah didakwa sebagai kejahatan atas kemanusiaan.

Kedua pria yang diadili tersebut - telah menjalani hukuman seumur hidup setelah mereka dinyatakan bersalah atas beberapa kejahatan terhadap kemanusiaan pada tahun 2014 - kembali didakwa penjara seumur hidup.

Mereka adalah dua dari tiga orang yang pernah dijatuhi hukuman oleh pengadilan.

Hakim Nil Nonn membacakan putusan yang panjang dan banyak ditunggu di ruang sidang di Phnom Penh oleh kalangan penyintas yang menderita di bawah Khmer Merah.

Mereka dinyatakan bersalah atas daftar panjang kejahatan yang mereka lakukan termasuk diantaranya kawin paksa, pemerkosaan dan persekusi terkait agama.

Namun momen penting terjadi saat Nuon Chea dinyatakan bersalah melakukan genosida karena upaya menghapus Muslim Cham dan etnis Kamboja, dan Khieu Samphan dinyatakan bersalah melakukan genosida terhadap etnis Vietnam.
Mengapa vonis genosida itu penting?

Kejahatan Khmer Merah telah lama disebut sebagai "genosida Kamboja", namun para akademisi dan jurnalis berdebat soal ini selama bertahun-tahun tentang apakah mereka benar melakukan kejahatan sebanyak itu.

Meski banyak Muslim Cham dan etnis Vietnam yang tewas, Konvensi PBB tentang Genosida berbicara tentang "niat untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras atau agama".

Jadi para jaksa di pengadilan mencoba membuktikan bahwa Khmer Merah secara khusus mencoba melakukan itu kepada kelompok-kelompok ini - sesuatu yang menurut para ahli termasuk penulis biografi Pol Pot, Philip Short katakan mereka tidak melakukannya.

Selama persidangan, pengadilan mengutip pidato Pol Pot pada tahun 1978 yang mengatakan bahwa "tidak ada satu pun bibit" orang Vietnam dapat ditemukan di Kamboja. Dan sejarawan mengatakan bahwa memang komunitas yang terdiri atas beberapa ratus ribu orang lantas dihilangkan menjadi nol dengan cara deportasi atau pembunuhan.

Selain menjadi sasaran dalam pembunuhan besar-besaran, para penyintas Muslim Cham mengatakan mereka dilarang menjalankan ibadah dan dipaksa untuk makan daging babi di bawah rezim tersebut.

Mungkin putusan yang dijatuhkan saat ini tidak akan sepenuhnya mengakhiri perdebatan, namun beberapa kelompok penyintas sudah lama menantikan vonis ini sebagai simbol keadilan.

"Mereka membuat anggota keluarga saya menderita", kata Los Sat, orang Muslim Cham berusia 82 tahun, yang kehilangan banyak anggota keluarga, kepada kantor berita AFP di pengadilan. "Saya sangat puas dengan hasil dakwaan."

Siapa Khmer Merah itu?

Dipimpin oleh Saloth Sar, yang lebih dikenal dengan nama Pol Pot, Khmer Merah adalah gerakan Mao radikal yang didirikan oleh para intelektual yang mendapat pendidikan di Prancis.

Mereka berusaha menciptakan masyarakat yang mandiri dan agraris: kota-kota dikosongkan dan rakyat dipaksa bekerja di koperasi pedesaan. Banyak diantaranya yang dipaksa bekerja hingga tewas, sementara yang lainnya menderita kelaparan saat ekonomi runtuh.

Selama empat tahun berkuasa dari tahun 1975 hingga 1979, Khmer Merah menyiksa dan membunuh semua yang dianggap musuh - mulai dari kalangan intelektual, minoritas, mantan pejabat pemerintah - bahkan anggota keluarga mereka.

Skala dan kebrutalan pembunuhan - didokumentasikan secara cermat oleh para petugas - menunjukkan rezim ini tetap menjadi salah satu yang paling berdarah di abad ke-20.

Rezim ini ditumbangkan dalam sebuah invasi Vietnam pada tahun 1979. Pol Pot melarikan diri dan tetap bebas sampai tahun 1997, dan setahun kemudian meninggal dalam statusnya sebagai tahanan rumah.
Mengapa pengadilan ini kontroversial?

Ini bisa menjadi keputusan akhir pengadilan, yang secara resmi disebut Pengadilan Luar Biasa di Pengadilan Kamboja (Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia, ECCC).

Dibentuk pada tahun 2006 dengan pendanaan sebesar $300 juta. sejauh ini pengadilan yang di dalamnya terdiri dari para hakim Kamboja dan internasional, telah mengadili tiga orang terkait kekejaman rezim Khmer Merah.

Pada tahun 2010, pengadilan tersebut menjatuhkan vonis terhadap Kaing Guek Eav, yang juga dikenal dengan nama Duch, ia bertanggung jawab di pusat penyiksaan Tuol Sleng dan penjara di Phnom Penh.

Mantan menteri luar negeri Khmer Merah, Ieng Sary awalnya menyandang status terdakwa bersama Khieu Samphan dan Nuon Chea, namun meninggal sebelum hakim mengeluarkan putusan dalam persidangan pertama pada tahun 2014.

Istrinya, Thirith, yang merupakan menteri urusan sosial dalam negeri rezim tersebut beserta keempat rekan terdakwa, dinyatakan mengalami masalah mental sehingga tidak diadili dan meninggal pada tahun 2015.

Meski ada beberapa dakwaan yang dijatuhkan pada empat anggota Khmer Merah lainnya, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bersuara lantang menentang dilakukannya persidangan baru dan kecil kemungkinan hal ini akan terjadi.

Sebagai mantan anggota tingkat menengah rezim Khmer Merah sendiri, ia mengatakan rakyatnya ingin melanjutkan hidup dan bahwa penuntutan lebih lanjut bisa mengarah pada kekerasan.

Khmer Merah melancarkan pemberontakan setelah mereka digulingkan dari kekuasaan, meskipun ribuan orang membelot ke pemerintah pada tahun 1990-an sebelum kelompok itu dibubarkan sepenuhnya pada tahun 1999.

Di beberapa tempat di negara ini, para penyintas dan pelaku bahkan tinggal berdampingan di wilayah-wilayah pedesaan.

Namun banyak orang Kamboja yang tidak terlalu memperhatikan proses pengadilan ini, dan anak-anak muda khususnya lebih ingin agar negara mereka dikenal karena sesuatu, selain "Ladang Pembantaian". (st/BBC, AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Ahad, 17 Feb 2019 22:15

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Ahad, 17 Feb 2019 21:35

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Ahad, 17 Feb 2019 19:21

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

Ahad, 17 Feb 2019 12:25

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Ahad, 17 Feb 2019 12:12

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Ahad, 17 Feb 2019 11:48

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Ahad, 17 Feb 2019 11:35

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Ahad, 17 Feb 2019 11:01

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Ahad, 17 Feb 2019 10:45

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

Ahad, 17 Feb 2019 09:52

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Ahad, 17 Feb 2019 09:01

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 17 Feb 2019 08:36

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ahad, 17 Feb 2019 07:01

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Ahad, 17 Feb 2019 05:01

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Ahad, 17 Feb 2019 01:17

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Ahad, 17 Feb 2019 00:59

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X