Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.026 views

Mantan Perdana Menteri Ahmet Dovutoglu Akui Turki Kirim Pengungsi Muslim Uighur Kembali ke Cina

ARDAHAN, TURKI (voa-islam.com) - Mantan perdana menteri Turki mengakui bahwa pemerintah mengirim pengungsi Muslim Uighur kembali ke Cina dalam pidatonya pada hari Selasa, menyusul laporan yang mengarah pada kritik terhadap Ankara karena memfasilitasi penganiayaan Beijing terhadap warga Uighur di Beijing.

Ahmet Davutoglu, yang sebelumnya merupakan bagian dari partai AKP Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang berkuasa, menyebutkan kebijakan tersebut dalam konteks politik domestik Turki selama pidato di kota Ardahan di timur.

Davutoglu mempertanyakan aliansi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) dengan pemerintah Erdogan, mengatakan bahwa MHP tidak dapat mendamaikan nasionalisme mereka dengan kebijakan mendeportasi warga Uighur, yang oleh banyak orang Turki dianggap sebagai saudara etnis dan agama.

“Pendukung MHP yang tulus ..., ketika dihadapkan dengan kekejaman Cina ini, tidak dapat menyetujui kebijakan ini yang mengirim orang Uighur ke Cina secara tidak langsung. Mereka seharusnya tidak menyetujuinya, "katanya.

Muslim Uighur di Turki beresiko dideportasi ke Cina

Pertama kali dilaporkan pada hari Ahad bahwa Turki mengirim pengungsi Uighur kembali ke Cina, di mana mereka menghadapi hukuman penjara dan penganiayaan, melalui negara ketiga seperti Tajikistan.

Erdogan "membantu Cina memulangkan para pembangkang Muslim dengan mengirim mereka ke negara ketiga sebelum mereka kembali [ke Cina]," Telegraph melaporkan.

Selama beberapa dekade, umat Muslim Uighur mencari perlindungan di Turki dari penindasan di Cina, yang telah menahan satu juta warga Uighur di “kamp pendidikan ulang” yang dilaporkan memaksa mereka untuk melepaskan identitas agama mereka.

Pemerintah Cina menunguh banyak orang Uighur sebagai ekstrimis dan mengklaim mereka berbahaya bagi keamanan nasional China.

Uighur di Turki

Dengan perkiraan 30.000 warga Uighur di Turki, setidaknya dua wanita dari komunitas tersebut, dan anak-anak mereka, telah dideportasi oleh pejabat Turki tahun lalu dan dikirim ke Cina melalui Tajikistan, Telegraph melaporkan.

Di masa lalu, Erdogan menyebut tindakan Cina terhadap Muslim Uighur di Cina sebagai "genosida."

Tetapi baru-baru ini pemerintahnya telah berhenti berbicara menentang perlakuan Cina terhadap Uighur, suatu langkah yang menurut Telegraph kemungkinan bermotivasi ekonomi dan berasal dari keinginan Ankara untuk investasi Cina di Turki.

Laporan bahwa pemerintah Turki mengirim pencari suaka Uighur ke Cina melalui negara ketiga "sesuai dengan pola keseluruhan yang kita lihat dengan kebijakan Cina Erdogan," menurut mantan anggota parlemen Turki Aykan Erdemir.

"Kepatuhan Erdogan terhadap tuntutan Beijing didorong oleh kebutuhannya yang meningkat akan modal Cina pada saat modal Barat melarikan diri dari pasar Turki," klaim Erdemir, yang sekarang adalah Direktur Senior Program Turki di Yayasan Pertahanan Demokrasi, dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya Berbahasa Arab.

"Cina telah menemukan bahwa relatif murah untuk membeli kebisuan Erdogan tentang masalah Uighur," tambahnya.

Erdogan vs Davutoglu

Pernyataan Davutoglu muncul setelah sebuah universitas yang ia bantu mendirikan ditutup oleh Erdogan bulan lalu.

Penutupan itu terjadi setelah Davutoglu menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan partai-partai oposisi untuk menentang AKP, menurut Al Arabiya.

Davutoglu dulunya adalah sekutu dekat Erdogan sebelum ia melepaskan diri dari AKP tahun lalu dan mendirikan partai politiknya sendiri, Partai Masa Depan, untuk menantang pemerintahan presiden Turki saat ini.

Dia menjabat sebagai perdana menteri dari 2014 hingga 2016. Sejak meninggalkan posisinya, dia menuduh AKP melanggar kebebasan berbicara dan kebebasan dasar lainnya. (Aby)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Sumpah Pemuda Lahir dari Para Pemuda Berjiwa Pendobrak

Sumpah Pemuda Lahir dari Para Pemuda Berjiwa Pendobrak

Kamis, 29 Oct 2020 07:57

Reses di Kota Tual, Legislator PKS Temukan Banyak Desa Belum Teraliri Listrik

Reses di Kota Tual, Legislator PKS Temukan Banyak Desa Belum Teraliri Listrik

Kamis, 29 Oct 2020 07:20

Survei IPO: Kekecewaan Terhadap Kinerja Presiden Meningkat dari 33,5% menjadi 51%

Survei IPO: Kekecewaan Terhadap Kinerja Presiden Meningkat dari 33,5% menjadi 51%

Kamis, 29 Oct 2020 07:06

Isi Masa Reses, Anis Sapa Struktur PKS Jakarta Timur

Isi Masa Reses, Anis Sapa Struktur PKS Jakarta Timur

Kamis, 29 Oct 2020 07:02

Walimah Nikah yang Inspiratif

Walimah Nikah yang Inspiratif

Kamis, 29 Oct 2020 06:47

Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Kamis, 29 Oct 2020 05:04

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 29 Oct 2020 04:22

Presiden Prancis Macron Dituntut Meminat Maaf Kepada Umat Islam Di Seluruh Dunia

Presiden Prancis Macron Dituntut Meminat Maaf Kepada Umat Islam Di Seluruh Dunia

Kamis, 29 Oct 2020 04:10

Penghinaan Macron terhadap Islam dan Rosulullah SAW Lukai Nalar dan Hati Nurani Muslim Sedunia

Penghinaan Macron terhadap Islam dan Rosulullah SAW Lukai Nalar dan Hati Nurani Muslim Sedunia

Rabu, 28 Oct 2020 23:46

Mati Ketawa Ala Indonesia

Mati Ketawa Ala Indonesia

Rabu, 28 Oct 2020 23:00

Soal Vaksin Covid-19, Legislator: Utamakan Keselamatan Rakyat dan Harus Transparan Uji Klinisnya

Soal Vaksin Covid-19, Legislator: Utamakan Keselamatan Rakyat dan Harus Transparan Uji Klinisnya

Rabu, 28 Oct 2020 21:38

Netanyahu Doakan Sembuh Bloger Saudi Pro-Israel yang Terinfeksi Virus Corona

Netanyahu Doakan Sembuh Bloger Saudi Pro-Israel yang Terinfeksi Virus Corona

Rabu, 28 Oct 2020 21:20

Jokowi Akan Dikudeta?

Jokowi Akan Dikudeta?

Rabu, 28 Oct 2020 20:33

Majelis Mujahidin Indonesia Mengutuk Islamofobia Presiden Perancis Emmanuel Macron

Majelis Mujahidin Indonesia Mengutuk Islamofobia Presiden Perancis Emmanuel Macron

Rabu, 28 Oct 2020 20:28

Munas V Hidayatullah Teguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat

Munas V Hidayatullah Teguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat

Rabu, 28 Oct 2020 20:10

Peran Herbal dalam Pencegahan Covid-19

Peran Herbal dalam Pencegahan Covid-19

Rabu, 28 Oct 2020 19:55

Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Rabu, 28 Oct 2020 15:30

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

Rabu, 28 Oct 2020 13:45

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Rabu, 28 Oct 2020 12:00

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Rabu, 28 Oct 2020 11:54


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 26/10/2020 17:56

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!