
DAMSKUS, SURIAH (voa-islam.com) - Suriah telah menggagalkan dua rencana terpisah oleh kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS), untuk membunuh Presiden Ahmed al-Sharaa, kata dua pejabat tinggi, menambahkan dimensi pribadi pada upaya sang presiden untuk bergabung dengan koalisi pimpinan AS dalam memerangi kelompok militan yang telah lama ia lawan.
Menurut dua sumber tersebut—seorang pejabat tinggi keamanan Suriah dan seorang pejabat senior Timur Tengah—rencana pembunuhan terhadap al-Sharaa berhasil digagalkan dalam beberapa bulan terakhir, menegaskan ancaman langsung yang dihadapinya ketika ia berusaha mengonsolidasikan kekuasaan di negara yang telah hancur akibat perang saudara selama 14 tahun.
Salah satu sumber mengatakan bahwa dalam salah satu kasus, rencana ISIS berpusat pada kegiatan resmi yang telah diumumkan sebelumnya dan melibatkan al-Sharaa, namun mereka menolak memberikan rincian lebih lanjut karena sensitifnya situasi tersebut.
Kementerian Informasi Suriah menolak mengomentari rencana spesifik itu dengan alasan keamanan, namun menyatakan bahwa ISIS, yang sekarang telah berubah menjadi Islamic State (IS), masih menjadi “ancaman nyata bagi keamanan Suriah dan kawasan.” Kementerian menambahkan bahwa dalam 10 bulan terakhir, pihak berwenang telah menggagalkan sejumlah serangan ISIS di berbagai lokasi, termasuk tempat ibadah.
“Suriah menegaskan komitmennya untuk melindungi rakyatnya dan terus memerangi terorisme dalam segala bentuknya,” kata kementerian itu dalam pernyataannya kepada Reuters.
Laporan mengenai rencana pembunuhan ini muncul ketika Suriah bersiap untuk bergabung dengan koalisi global anti-ISIS yang dipimpin AS. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menjamu al-Sharaa pada Senin (11/11/2025) waktu AS, dalam pertemuan bersejarah di Gedung Putih—yang akan menjadi kunjungan pertama kalinya oleh seorang kepala negara Suriah.
Al-Sharaa naik ke tampuk kekuasaan pada Desember lalu setelah pasukan oposisi yang ia pimpin berhasil menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Ia berharap pertemuan dengan Trump dapat membuka dukungan internasional bagi rehabilitasi dan pembangunan kembali jangka panjang Suriah.
Langkah untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS ini menandai pergeseran besar Suriah sejak kejatuhan al-Assad—dari sekutu utama Rusia dan Iran menuju hubungan yang lebih dekat dengan blok Barat dan Arab.
Akhir pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Suriah meluncurkan operasi nasional untuk menargetkan sel-sel ISIS di seluruh negeri, dan berhasil menangkap lebih dari 70 tersangka, menurut media pemerintah.
Pejabat keamanan senior Suriah mengatakan operasi itu didasarkan pada informasi intelijen bahwa kelompok tersebut sedang merencanakan serangan terhadap pemerintah dan kelompok minoritas di Suriah.
Langkah itu juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa intelijen Suriah telah berhasil menyusup dalam ke kelompok tersebut, dan bahwa bergabungnya Suriah ke dalam koalisi global akan menjadi aset penting dalam operasi melawan militan itu.
Sebelum mengambil alih kekuasaan melalui ofensif kilat selama 11 hari tahun lalu, al-Sharaa kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), faksi gabungan dari beberapa kelompok jihadis termasuk yang sebelumnya pernah berafiliasi dengan Al-Qaidah di Suriah.
Al-Sharaa memutus hubungan dengan Al-Qaidah pada tahun 2016 dan sejak itu memerangi ISIS selama lebih dari satu dekade, melakukan operasi penangkapan dan serangan militer terhadap sel-selnya di benteng HTS di Idlib.
ISIS telah mencoba bangkit kembali di Suriah setelah kejatuhan al-Assad. Kelompok itu berusaha menggambarkan upaya al-Sharaa menjalin hubungan dengan Barat dan janjinya untuk memerintah seluruh kelompok agama di Suriah sebagai sesuatu yang “bertentangan dengan Islam.”
Pada Juni lalu, 25 orang tewas dalam serangan bom jibaku di sebuah gereja di Damaskus—serangan yang oleh pemerintah dikaitkan dengan ISIS, meskipun kelompok itu tidak mengklaim tanggung jawab.
Pemerintah al-Sharaa dilaporkan telah berkoordinasi dengan militer AS selama beberapa bulan terakhir dalam memerangi ISIS, namun bergabung secara resmi diharapkan akan meningkatkan kerja sama secara signifikan. Langkah itu juga dilihat sebagai sinyal membangun kepercayaan dari al-Sharaa untuk meyakinkan anggota parlemen AS agar mencabut sanksi yang tersisa terhadap Suriah sebelum akhir tahun ini.
Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa militer AS sedang mempersiapkan pembentukan pangkalan di sebuah bandara di Damaskus untuk pertama kalinya. Seorang pejabat pemerintahan AS meminta agar lokasi dan nama pangkalan tersebut tidak dipublikasikan karena alasan keamanan operasional.
Media pemerintah Suriah membantah laporan Reuters itu tanpa menjelaskan bagian mana yang dianggap tidak benar. (Aby)
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
