Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
1.900 views

Tu(h)an Obama dan Tuan SBY

Oleh: Mulyanto

Indonesia super sibuk menyambut kedatangan Obama. Lebih sibuk dari evakuasi korban Merapi dan tsunami Mentawai. Sebagai Tuan rumah, kedatangan Tuan dari negara adidaya harus disambut dengan sempurna. Apalagi, kunjungan kali ini adalah yang ketiga kalinya setelah rencana pertama dan kedua gagal.

Obama tentu mempunyai kesan tersendiri dengan Indonesia. Masa kecil yang pernah dihabiskan di Jakarta membuat Obama tak mampu melepaskan Indonesia dari sejarah hidupnya. Makanan bakso kesukaannya menjadi diplomasi kultural bahwa Obama tidak bisa melepaskan aroma Indonesia. Belum lagi adiknya –Maya Suntoro- juga keturunan Indonesia. Obama juga pernah mempunyai ayah tiri dari Indonesia.

Kedatangan Obama tidak sekedar nostalgia dengan Indonesia. Sebagai penduduk Muslim terbesar, Indonesia menjadi lahan strategis untuk mengkampanyekan barat yang ’damai’ dan ’bersahabat’ terhadap Islam. Sikap Indonesia akan menjadi kiblat negara-negara Muslim lainnya. Cap memusuhi Islam dengan agresinya di Afghanistan, Irak dan dukungannya terhadap Israel di Palestina serta berbagai kejahatan atas nama perang melawan terorisme perlahan-lahan harus dihapus dari memori kaum Muslimin.

Obama ingin menunjukkan bahwa ia berbeda dengan pendahulunya George Bush. Jika kebijakan Bush di bangun atas pondasi superioritas dan kebencian. Obama ingin menegaskan bahwa kebijakannya terhadap Islam dibangun atas dasar kasih sayang dan kedamaian. Jika Bush membangun kebijakan dengan menjadikan Islam sebagai ancaman terbesar setelah runtuhnya komunisme di antara empat peradaban besar –Islam, Barat, India dan Cina-, Obama ingin meneguhkan bahwa Islam sebagai ‘mitra’ bukan musuh.

Begitu pula, jika Bush menghayati ungkapan penasehatnya, Samuel Hutington tentang benturan antar peradaban (the clash of civilizations). Juga usulannya untuk menghadapi apa yang ia sebut dengan militan Islam dengan preemptive strike (serangan dini) dan defensive intervention (intervensi defensif). Obama ingin membawa pesan bahwa barat, khususnya Amerika tidak memusuhi Islam.

Obama, Israel dan Terorisme

Benarkah Obama datang dengan membawa kedamaian dan kasih sayang? Ada baiknya, kita melihat berbagai ungkapan yang pernah disampaikannya. Saat mengunjungi Afghanistan pada bulan Juli 2008 Obama menyatakan akan tetap menjalankan perang melawan terorisme. Melalui juru bicaranya, Humayun Hamidzada, ia mengatakan, “ Bahwa Mr Obama berkomitmen mendukung Afghanistan dan melanjutkan perang melawan terorisme”. Setelah menjadi presiden, Obama membuktikan janjinya. Peperangan di Afghanistan diperluas memasuki wilayah Pakistan, pengiriman pasukan tetap dilakukan bahkan ditambah. Begitu pula perang terhadap terorisme di berbagai negara lainnya, termasuk di Indonesia.

Sebelum menjadi presiden, pada bulan Pebruari 2007 Obama berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council-NJDC) sebagai bentuk dukungan penuh Amerika terhadap Israel. Obama mengatakan, “Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel.” “Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kepasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.”

Dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang merupakan tempat pertemuan tokoh politik dan bisnis pro Israel Pada bulan Juni 2008, Obama menegaskan dukungannya terhadap Israel, menempatkan Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, seraya meminta AS meningkatkan bantuan militernya pada negara zionis tersebut. “Jerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel dan harus tetap tak dibagi.”, ungkapnya.

Dalam kunjungan ke Israel bulan Juli 2008 Obama mengulang kembali dukungan penuhnya untuk Israel. Ia berkomitmen dalam menjaga keamanan Israel khususnya dari ancaman Iran. Obama memandang nuklir Iran sebagai ancaman dan Iran harus dicegah dalam kepemilikan senjata nuklir. Padahal bukan rahasia umum lagi Israel-lah yang memiliki ratusan senjata nuklir dan Israel pula yang menjadi sumber ancaman dunia khususnya di Timur Tengah.

Padangan Obama terhadap Palestina dan Hamas juga begitu jelas. Ia sama seperti pendahulunya Bush yang menyatakan Hamas sebagai teroris, walaupun secara sah terpilih oleh rakyat Palestina. Obama mengatakan; “Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel.”

Setelah menjadi presiden, Obama tidak jauh dengan pendahulunya Bush. Dalam masalah Israel, Obama tidak memberikan respon atas berbagai pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk Palestina. Begitupula dalam masalah terorisme, Obama memastikan semua negara berirama dengan Amerika dalam memberantas terorisme.

Kunjungan dan Kesetiaan

Kunjungan Obama mengukuhkan kedekatannya dengan SBY. Sebagai super power yang mengatur dunia, Obama ingin memastikan bahwa SBY sebagai ‘mitra’ yang baik dan setia. Apalagi, menurutnya, Indonesia menjadi sarang ’militan Islam’ di Asia. Keberhasilan Indonesia dalam menumpas ’militan Islam’ menjadi isyarat ‘kesetiaan’ terhadap Obama. ’Militan Islam’ inilah yang menurutnya menjadi biang terjadinya terorisme global pasca runtuhnya WTC.

Kesetiaan ini dibuktikan SBY dengan keberhasilannya menumpas terorisme. Keberhasilan tersebut melebihi keberhasilan Obama dalam menumpas terorisme diberbagai tempat di dunia, termasuk di Irak dan Afghanistan. Di Irak pasukan Amerika perlahan-lahan berjatuhan, begitu pula yang terjadi di Afghanistan. Keberhasilan Indonesia dalam menumpas terorisme akan menjadi pilot project perang melawan terorisme global. Ditangkapnya Ust. Abu Bakar Ba’asyir yang dituduh sebagai dalang terorisme menjadi kado teristimewa atas kedatangan Obama. Ya Tuan SBY bisa melupakan hiruk pikuk bencana dengan kedatangan Tu(h)an Obama!. [muslimdaily.net]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslim Daily lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Musa Anak Mujahid Harus Segera Dioperasi. Ayo Bantu!!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Musa Anak Mujahid Harus Segera Dioperasi. Ayo Bantu!!!

Musa anak mujahid mendapat ujian Allah, menderita hernia sejak lahir. Setelah di-USG di RS Ummi Bogor, dokter menyatakan berusia 3,5 tahun ini harus segera dioperasi. Butuh biaya 8 juta rupiah....

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Latest News
YMN Kembali Gelar Training Manajemen Masjid

YMN Kembali Gelar Training Manajemen Masjid

Senin, 27 Feb 2017 18:00

Politisi Golkar: Ahok Punya Agenda Deskreditkan Islam

Politisi Golkar: Ahok Punya Agenda Deskreditkan Islam

Senin, 27 Feb 2017 17:45

Ini Harapan PKS kepada Raja Arab Saudi Saat Tiba di Indonesia

Ini Harapan PKS kepada Raja Arab Saudi Saat Tiba di Indonesia

Senin, 27 Feb 2017 16:43

Dewan Dakwah Rilis Fatwa Larangan Shalatkan Jenazah bagi Pendukung Ahok

Dewan Dakwah Rilis Fatwa Larangan Shalatkan Jenazah bagi Pendukung Ahok

Senin, 27 Feb 2017 16:29

Heppy Trenggono: Kekuatan Iman Cegah Iming-Iming Ekonomi Taipan

Heppy Trenggono: Kekuatan Iman Cegah Iming-Iming Ekonomi Taipan

Senin, 27 Feb 2017 15:27

Wapres Tekankan Penegakan Keadilan Sosial Saat Penutupan Tanwir  Muhammadiyah

Wapres Tekankan Penegakan Keadilan Sosial Saat Penutupan Tanwir Muhammadiyah

Senin, 27 Feb 2017 14:56

Hina Islam di Era Nabi, Ulama hingga Kuli Serentak Membela, jika Perlu Perang

Hina Islam di Era Nabi, Ulama hingga Kuli Serentak Membela, jika Perlu Perang

Senin, 27 Feb 2017 14:45

Raja Arab Saudi Datang ke Indonesia, Bawa Kebaikkan Lebih daripada Cina

Raja Arab Saudi Datang ke Indonesia, Bawa Kebaikkan Lebih daripada Cina

Senin, 27 Feb 2017 14:43

Perang Informasi, Parmusi Berharap Banyak pada Muslim Cyber Army

Perang Informasi, Parmusi Berharap Banyak pada Muslim Cyber Army

Senin, 27 Feb 2017 13:50

Spirit 212 Lawan Kapitalis, Umat Islam Sukoharjo Luncurkan Gentan Mart

Spirit 212 Lawan Kapitalis, Umat Islam Sukoharjo Luncurkan Gentan Mart

Senin, 27 Feb 2017 12:44

Wapres: ISIS Itu Organisasi Kaya Punya Sumber Minyak, Tak Logis GNPF MUI Bantu Mereka

Wapres: ISIS Itu Organisasi Kaya Punya Sumber Minyak, Tak Logis GNPF MUI Bantu Mereka

Senin, 27 Feb 2017 11:27

Romo Syafii: Mengajak Pilih Pemimpin Seiman Dilindung Konstitusi

Romo Syafii: Mengajak Pilih Pemimpin Seiman Dilindung Konstitusi

Senin, 27 Feb 2017 10:25

Ayah Anggota Pasukan Khusus AS yang Tewas di Yaman Tolak Berbicara dengan Trump

Ayah Anggota Pasukan Khusus AS yang Tewas di Yaman Tolak Berbicara dengan Trump

Senin, 27 Feb 2017 10:15

Menteri Urusan Agama Palestina: Israel Berusaha Hancurkan Masjid Al-Aqsa

Menteri Urusan Agama Palestina: Israel Berusaha Hancurkan Masjid Al-Aqsa

Senin, 27 Feb 2017 09:00

Besok, Habib Rizieq Dijadwalkan Jadi Saksi di Persidangan Ahok

Besok, Habib Rizieq Dijadwalkan Jadi Saksi di Persidangan Ahok

Senin, 27 Feb 2017 08:51

Pemuda, Pemimpin Perubahan

Pemuda, Pemimpin Perubahan

Senin, 27 Feb 2017 08:40

Para Pemikir Islam (Sengaja) Diganggu Konsentrasi Perjuangannya dengan Urusan Pidana

Para Pemikir Islam (Sengaja) Diganggu Konsentrasi Perjuangannya dengan Urusan Pidana

Senin, 27 Feb 2017 07:10

Dewan Dakwah Mendorong Penegakan Hukum yang Adil untuk Semua

Dewan Dakwah Mendorong Penegakan Hukum yang Adil untuk Semua

Ahad, 26 Feb 2017 23:49

Sertifikasi Ulama; Upaya Mencegah Amar Ma'ruf Nahyi Munkar

Sertifikasi Ulama; Upaya Mencegah Amar Ma'ruf Nahyi Munkar

Ahad, 26 Feb 2017 21:50

DKM Baitul Mu'min Gelar Kajian 'Pemuda Pilihan Islam'

DKM Baitul Mu'min Gelar Kajian 'Pemuda Pilihan Islam'

Ahad, 26 Feb 2017 20:50


Must Read!
X