Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
1.692 views

Tu(h)an Obama dan Tuan SBY

Oleh: Mulyanto

Indonesia super sibuk menyambut kedatangan Obama. Lebih sibuk dari evakuasi korban Merapi dan tsunami Mentawai. Sebagai Tuan rumah, kedatangan Tuan dari negara adidaya harus disambut dengan sempurna. Apalagi, kunjungan kali ini adalah yang ketiga kalinya setelah rencana pertama dan kedua gagal.

Obama tentu mempunyai kesan tersendiri dengan Indonesia. Masa kecil yang pernah dihabiskan di Jakarta membuat Obama tak mampu melepaskan Indonesia dari sejarah hidupnya. Makanan bakso kesukaannya menjadi diplomasi kultural bahwa Obama tidak bisa melepaskan aroma Indonesia. Belum lagi adiknya –Maya Suntoro- juga keturunan Indonesia. Obama juga pernah mempunyai ayah tiri dari Indonesia.

Kedatangan Obama tidak sekedar nostalgia dengan Indonesia. Sebagai penduduk Muslim terbesar, Indonesia menjadi lahan strategis untuk mengkampanyekan barat yang ’damai’ dan ’bersahabat’ terhadap Islam. Sikap Indonesia akan menjadi kiblat negara-negara Muslim lainnya. Cap memusuhi Islam dengan agresinya di Afghanistan, Irak dan dukungannya terhadap Israel di Palestina serta berbagai kejahatan atas nama perang melawan terorisme perlahan-lahan harus dihapus dari memori kaum Muslimin.

Obama ingin menunjukkan bahwa ia berbeda dengan pendahulunya George Bush. Jika kebijakan Bush di bangun atas pondasi superioritas dan kebencian. Obama ingin menegaskan bahwa kebijakannya terhadap Islam dibangun atas dasar kasih sayang dan kedamaian. Jika Bush membangun kebijakan dengan menjadikan Islam sebagai ancaman terbesar setelah runtuhnya komunisme di antara empat peradaban besar –Islam, Barat, India dan Cina-, Obama ingin meneguhkan bahwa Islam sebagai ‘mitra’ bukan musuh.

Begitu pula, jika Bush menghayati ungkapan penasehatnya, Samuel Hutington tentang benturan antar peradaban (the clash of civilizations). Juga usulannya untuk menghadapi apa yang ia sebut dengan militan Islam dengan preemptive strike (serangan dini) dan defensive intervention (intervensi defensif). Obama ingin membawa pesan bahwa barat, khususnya Amerika tidak memusuhi Islam.

Obama, Israel dan Terorisme

Benarkah Obama datang dengan membawa kedamaian dan kasih sayang? Ada baiknya, kita melihat berbagai ungkapan yang pernah disampaikannya. Saat mengunjungi Afghanistan pada bulan Juli 2008 Obama menyatakan akan tetap menjalankan perang melawan terorisme. Melalui juru bicaranya, Humayun Hamidzada, ia mengatakan, “ Bahwa Mr Obama berkomitmen mendukung Afghanistan dan melanjutkan perang melawan terorisme”. Setelah menjadi presiden, Obama membuktikan janjinya. Peperangan di Afghanistan diperluas memasuki wilayah Pakistan, pengiriman pasukan tetap dilakukan bahkan ditambah. Begitu pula perang terhadap terorisme di berbagai negara lainnya, termasuk di Indonesia.

Sebelum menjadi presiden, pada bulan Pebruari 2007 Obama berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council-NJDC) sebagai bentuk dukungan penuh Amerika terhadap Israel. Obama mengatakan, “Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel.” “Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kepasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.”

Dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang merupakan tempat pertemuan tokoh politik dan bisnis pro Israel Pada bulan Juni 2008, Obama menegaskan dukungannya terhadap Israel, menempatkan Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, seraya meminta AS meningkatkan bantuan militernya pada negara zionis tersebut. “Jerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel dan harus tetap tak dibagi.”, ungkapnya.

Dalam kunjungan ke Israel bulan Juli 2008 Obama mengulang kembali dukungan penuhnya untuk Israel. Ia berkomitmen dalam menjaga keamanan Israel khususnya dari ancaman Iran. Obama memandang nuklir Iran sebagai ancaman dan Iran harus dicegah dalam kepemilikan senjata nuklir. Padahal bukan rahasia umum lagi Israel-lah yang memiliki ratusan senjata nuklir dan Israel pula yang menjadi sumber ancaman dunia khususnya di Timur Tengah.

Padangan Obama terhadap Palestina dan Hamas juga begitu jelas. Ia sama seperti pendahulunya Bush yang menyatakan Hamas sebagai teroris, walaupun secara sah terpilih oleh rakyat Palestina. Obama mengatakan; “Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel.”

Setelah menjadi presiden, Obama tidak jauh dengan pendahulunya Bush. Dalam masalah Israel, Obama tidak memberikan respon atas berbagai pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk Palestina. Begitupula dalam masalah terorisme, Obama memastikan semua negara berirama dengan Amerika dalam memberantas terorisme.

Kunjungan dan Kesetiaan

Kunjungan Obama mengukuhkan kedekatannya dengan SBY. Sebagai super power yang mengatur dunia, Obama ingin memastikan bahwa SBY sebagai ‘mitra’ yang baik dan setia. Apalagi, menurutnya, Indonesia menjadi sarang ’militan Islam’ di Asia. Keberhasilan Indonesia dalam menumpas ’militan Islam’ menjadi isyarat ‘kesetiaan’ terhadap Obama. ’Militan Islam’ inilah yang menurutnya menjadi biang terjadinya terorisme global pasca runtuhnya WTC.

Kesetiaan ini dibuktikan SBY dengan keberhasilannya menumpas terorisme. Keberhasilan tersebut melebihi keberhasilan Obama dalam menumpas terorisme diberbagai tempat di dunia, termasuk di Irak dan Afghanistan. Di Irak pasukan Amerika perlahan-lahan berjatuhan, begitu pula yang terjadi di Afghanistan. Keberhasilan Indonesia dalam menumpas terorisme akan menjadi pilot project perang melawan terorisme global. Ditangkapnya Ust. Abu Bakar Ba’asyir yang dituduh sebagai dalang terorisme menjadi kado teristimewa atas kedatangan Obama. Ya Tuan SBY bisa melupakan hiruk pikuk bencana dengan kedatangan Tu(h)an Obama!. [muslimdaily.net]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslim Daily lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Jubir Taliban: Mujahidin Tidak Terlibat dalam Serangan Bom di Jalalabad

Jubir Taliban: Mujahidin Tidak Terlibat dalam Serangan Bom di Jalalabad

Sabtu, 18 Apr 2015 16:45

Pemerintah Lebay, Lambang Komunis Dibiarkan, Kalimat Tauhid Ditindak

Pemerintah Lebay, Lambang Komunis Dibiarkan, Kalimat Tauhid Ditindak

Sabtu, 18 Apr 2015 11:59

Al-Qaidah Yaman Rebut Tank dan Artileri dari Kamp Militer Utama di Al-Mukalla

Al-Qaidah Yaman Rebut Tank dan Artileri dari Kamp Militer Utama di Al-Mukalla

Sabtu, 18 Apr 2015 09:30

Malaysia Tidak Akan Menerima Lagi Pengungsi Rohingya & Akan Pulangkan Mereka

Malaysia Tidak Akan Menerima Lagi Pengungsi Rohingya & Akan Pulangkan Mereka

Sabtu, 18 Apr 2015 09:14

Dalam 24 Jam, Koalisi Pimpinan Saudi Luncurkan 100 Serangan Mendadak Terhadap Syi'ah Houtsi di Yaman

Dalam 24 Jam, Koalisi Pimpinan Saudi Luncurkan 100 Serangan Mendadak Terhadap Syi'ah Houtsi di Yaman

Sabtu, 18 Apr 2015 09:05

Daulah Islam (IS) Kepung Kota Ramadi di Irak Tengah dari Segala Penjuru

Daulah Islam (IS) Kepung Kota Ramadi di Irak Tengah dari Segala Penjuru

Sabtu, 18 Apr 2015 08:05

Kota Istambul Tempat Wisata Paling Terkemuka di Dunia

Kota Istambul Tempat Wisata Paling Terkemuka di Dunia

Sabtu, 18 Apr 2015 07:20

Kematian Jenderal Izzat Ibrahimi dan Masa Depan ISIS di Irak?

Kematian Jenderal Izzat Ibrahimi dan Masa Depan ISIS di Irak?

Sabtu, 18 Apr 2015 06:44

Banyak Melanggar Hukum, Pengamat Politik: Pemerintah Seharusnya Berhentikan Ahok

Banyak Melanggar Hukum, Pengamat Politik: Pemerintah Seharusnya Berhentikan Ahok

Sabtu, 18 Apr 2015 01:57

Bashar Al-Assad Tuduh Dukungan Turki Sebagai Faktor Utama Jatuhnya Idlib ke Tangan Mujahidin

Bashar Al-Assad Tuduh Dukungan Turki Sebagai Faktor Utama Jatuhnya Idlib ke Tangan Mujahidin

Jum'at, 17 Apr 2015 19:21

Aksi Islamophobia Meningkat 500% di Prancis Sejak Serangan Charlie Hebdo

Aksi Islamophobia Meningkat 500% di Prancis Sejak Serangan Charlie Hebdo

Jum'at, 17 Apr 2015 18:30

Koalisi Pimpinan Saudi Serukan Para Komandan Militer Pendukung Ali Abdullah Saleh Untuk Menyerah

Koalisi Pimpinan Saudi Serukan Para Komandan Militer Pendukung Ali Abdullah Saleh Untuk Menyerah

Jum'at, 17 Apr 2015 17:15

Yaman : Ramai-Ramai Meninggalkan Syi'ah Houthi dan Mendukung Hadi

Yaman : Ramai-Ramai Meninggalkan Syi'ah Houthi dan Mendukung Hadi

Jum'at, 17 Apr 2015 16:11

Ahok Ciderai Konstitusi, DPRD DKI: Berharap Hingga HMP

Ahok Ciderai Konstitusi, DPRD DKI: Berharap Hingga HMP

Jum'at, 17 Apr 2015 13:43

NSEAS Meminta DPRD DKI Jakarta Lanjutkan Haknya Hingga Pemakzulan Ahok

NSEAS Meminta DPRD DKI Jakarta Lanjutkan Haknya Hingga Pemakzulan Ahok

Jum'at, 17 Apr 2015 13:31

Marwan Batubara : Ada Begal di Istana Mempertahankan Kepentingan Asing

Marwan Batubara : Ada Begal di Istana Mempertahankan Kepentingan Asing

Jum'at, 17 Apr 2015 10:57

MUI :  Hanya Orang Komunis dan PKI Tidak Beragama

MUI : Hanya Orang Komunis dan PKI Tidak Beragama

Jum'at, 17 Apr 2015 10:30

Antara Petugas Partai dan Kemelaratan Rakyat Indonesia?

Antara Petugas Partai dan Kemelaratan Rakyat Indonesia?

Jum'at, 17 Apr 2015 09:55

Hamas Serukan Tangkap Warga Israel untuk Pertukaran Tawanan

Hamas Serukan Tangkap Warga Israel untuk Pertukaran Tawanan

Jum'at, 17 Apr 2015 09:18

Petisi Rakyat Tuntut DPR Membongkar Sedot Data KPU

Petisi Rakyat Tuntut DPR Membongkar Sedot Data KPU

Jum'at, 17 Apr 2015 08:09



Must Read!
X