JAKARTA (voa-islam.com) - Sikap Presiden SBY yang hingga kini melindungi aliran sesat Ahmadiyah merupakan bukti nyata bahwa SBY menganut paradigm HAM barat hingga akhirnya ia dianugerahi gelar Knight Grand Cross atau Ksatria Salib Agung.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab saat memberikan sambutan dalam deklarasi Pusat HAM Islam Indonesia (PusHAMI) di Masjid Al-Ishlah, Petamburan III, Jakarta Pusat.
Habib Riziq Shihab mengingatkan bahwa lembaga HAM Islam memiliki tugas berat, sebab pemerintah Indonesia meski sudah memiliki Undang-undang HAM dan lembaga KomnasHAM namun masih menggunakan paradigm HAM barat.
“Kepada teman-teman di Pusat Hak Asasi Manusia Islam Indonesia, tantangan ke depan berat. Musuh sudah siap untuk menghadang jalan kita semua, kenapa? Sebab pemerintah Republik Indonesia, Walaupun sudah membuat pasal-pasal Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945, walaupun sudah membuat undang-undang HAM, walaupun sudah membentuk KomnasHAM, tapi paradigmanya masih menggunakan paradigma HAM barat,” ungkapnya di hadapan ribuan hadirin, Rabu (14/11/2012).
Bukti nyata bahwa pemerintah masih menggunakan paradigma HAM barat menurut Habib Rizieq adalah sikap SBY yang masih melindungi aliran sesat Ahmadiyah.
“Ahmadiyah kita izinkan hidup, Ahmadiyah kita berikan perlindungan kerena itu merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Jadi artinya, menurut bapak Presiden, Ahmadiyah itu Hak Asasi Manusia. Saya mau tanya; Ahmadiyah itu sesat tidak? Menodai Islam tidak? Apakah kesesatan itu merupakan HAM? Dengan demikian jelas bahwa HAM dalam benak bapak Presiden kita adalah HAM barat, bukan HAM Islam,” paparnya.
Pola pikir dan sikap demikianlah yang ternyata membuat SBY mendapat penghargaan Knight Grand Cross atau Ksatria Salib Agung dari ratu Elizabeth II.
“Dengan pola pikir Presiden semacam itu, dengan paradigma Presiden semacam itu, Presiden kita mendapatkan penghargaan dari Ratu Elizabeth, penghargaan Knight Grand Cross (Ksatria Salib Agung),” jelasnya.
Lebih lanjut kata Habib Rizieq, SBY harusnya tahu diri bahwa dirinya pemimpin negara berpenduduk Muslim terbesar dunia.
“Presiden mesti tahu diri, dia beragama Islam, dia pimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar sedunia, mestinya dia tidak gegabah, mestinya dia tidak ceroboh menerima penghargaan sebagai Ksatria Salib,” ucapnya.
Habib Rizieq juga memperingatkan bahwa keputusan Presiden tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. “Jadi kalau Presiden tidak menyadari, hati-hati! Nanti di hari kiamat dikumpulkan di padang mahsyar yang Presiden cari adalah bendera salib,” tegasnya. [Ahmed Widad]
Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com
Solusi bau mulut, gangguan pencernaan, reproduksi, kurus, penyakit komplikasi & penyakit bandel, klik
http://www.wartasolusi.com/
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com
1000 khasiat MUTIA VCO utk kesehatan anda.
http://www.mutiavco.com
Propolis Melia, Diamond, Nano iTech, Nano Brazilian, herbal terkenal untuk kesehatan dan ikhtiar pengobatan banyak penyakit.
http://propolispropolis.blogspot.com
Peluang usaha islami terbaik 2012, menerima grosir dan eceran
http://www.indoislamicstore.com
Akibat kanker ganas (retinoblastoma), mata balita Syauqi Syahid terdapat daging tumbuh sebesar buah mangga dan harus dioperasi. Anak guru agama ini butuh uluran tangan kita semua. ...
more
Alhamdulillah, biaya pengobatan bayi Aisyah Mumtazah Rp 6 juta rupiah telah terpenuhi lebih dari cukup. Dana Rp 9.013.000 diserahkan untuk melunasi biaya rumah sakit dan cadangan dana untuk biaya...
more
Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...
more
Amanah para donatur IDC untuk membantu permodalan keluarga mujahid telah disampaikan kepada Ummu Abdurrahman. Dari usaha home industri menjahit ini, ia berobsesi untuk bisa berinfaq terhadap...
more
Beratnya beban yang dipikul IDC untuk membantu yatim, dhuafa, para mujahidin di penjara hingga mahasiswa berprestasi di negeri jiran. Alhamdulillah terpenuhi tingginya amanah umat....
more