Brunei Darussalam (Voa-Islam.com) - Sebanyak 370 pemuda-pemuda Islam dari kawasan Asia Tenggara akan berpartisipasi dalam Konferensi Pemuda Islam Asia Tenggara yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Brunei Darussalam pada 12-14 Januari.
Konferensi membawa tema "Perpaduan Belia Islam Menjana Kecermerlangan" atau "Persatuan Generasi Muda Islam Menuju Keunggulan" dan diselenggarakan atas kerjasama dengan Departemen Agama dan Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dalam hubungannya dengan perayaan Hari Nasional Silver Jubilee.
Hal ini diungkapkan oleh Haji Md Mandi bin Pehin Dato Haji Abdul Rahman, Sekretaris Tetap di Kementerian Agama yang juga menjadi ketua acara, selama konferensi pers di gedung kementerian di Berakas.
Di antara tujuan yang diuraikan Haji Md Mandi adalah untuk menanamkan kemajuan dan pengalaman dalam pengembangan Islam di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Di antara tujuan yang diuraikan Haji Md Mandi adalah untuk menanamkan kemajuan dan pengalaman dalam pengembangan Islam di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, konferensi tersebut merupakan kesempatan bagi peserta untuk bertukar pikiran dan membahas cara-cara untuk menyebarkan ajaran Islam di antara pemuda sesuai dengan Al-Quran suci.
Haji Md Mandi menekankan pentingnya tema peran pemuda Islam adalah untuk membina hubungan yang lebih erat serta semangat tim, meskipun mereka memiliki perbedaan pendapat atau persepsi, untuk memperkuat persekutuan dan menyatukan wilayah-wilayah Asia Tenggara.
Sebanyak 19 makalah konferensi akan dipresentasikan, termasuk satu makalah kerja utama, delapan makalah kerja induk dan 10 makalah di dalam berbagai bidang, termasuk budaya, peradaban, pendidikan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan mendatangkan Pemuda Islam Asia Tenggara pada Konferensi Pemuda, Haji Md Mandi berharap bahwa itu akan meningkatkan citra negara di arena internasional terhadap kebesaran Islam. Negara-negara asal para peserta antara lain adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Filipina, Vietnam dan Laos. (nbfm)

Yayasan Al Mustadh'afiin adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, da'wah, dan sosial. Berdirinya lembaga ini dilatar-belakangi oleh keprihatinan mendalam atas nasib kaum Muslimin perkotaan yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Mereka tinggal di perkampungan kumuh dan padat, di pinggiran rel kereta api, kolong jembatan, dan emperan pertokoan. Mata pencaharian mereka umumnya adalah pemulung, pengemis, buruh, pengamen, pengojek, dan lain-lain.

Kondisi kehidupan yang demikian itu menyebabkan timbulnya berbagai penyakit
sosial dan rentan terhadap pemurtadan. Yayasan Al Mustadh'afiin hadir ke tengah-
tengah mereka dengan berbagai program pembinaan dan penyantunan.
Hingga saat ini Yayasan Al Mustadh'afiin yang didirikan sejak tahun 1987 sudah membina 18 perkampungan atau lokasi. Untuk wilayah Jakarta saja ada 10 wilayah binaan seperti Kampung Muka Ancol (belakang Pusat Perbelanjaan Mangga Dua), Bongkaran Tanah Abang, Cilincing, Pela-pela Tanjung Priok, Cipinang Besar Selatan (CBS) Lapangan, CBS Samsat, cipinang Besar Utara, Prumpung, Bantaran Sungai Ciliwung Condet, dan Pedati.
Di lokasi tersebut dibangun musholla yang juga digunakan untuk majlis ta'lim, TK, dan TPA. Disamping itu yayasan ini juga memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, SMA, Pesantren, dan Perguruan Tinggi khusus untuk para calon guru.
Pada masa liburan, yayasan menyelenggarakan Pesantren Kilat, Khitanan Massal, Bazar/Pasar Murah, dan Kursus-kursus ketrampilan.
Untuk terpeliharanya keberlangsungan program pembinaan tersebut, maka
diperlukan partisipasi anda baik secara moril maupun materiil.
Bantuan bisa disampaikan ke Bank Muamalat Indonesia No. 301.00432.10 atas nama Yayasan Al Mustadh'afiin.
Jazakumullah khairan katsiiran.