BANDUNG (voa-islam.com) - Siapa sangka, Eko Prasetyo Murdi Utomo, mahasiswa Unisba Bandung yang duduk di semester 7 ini memiliki hafalan sampai 2.500 hadits. Kemampuannya inilah yang mengantarkan, pemuda kelahiran Pontianak, 23 tahun lalu itu, berhasil menjuarai lomba hafalan hadits se-ASEAN.
Dalam lomba yang digelar 27-29 Desember lalu di Jakarta itu, Eko berhasil menyisihkan 110 orang kompetitor dari Indonesia dan negara-negara ASEAN. Atas kemenangannya, Eko mendapatkan hadiah uang tunai Rp 25 juta dan naik haji gratis di tahun ini. Dalam lomba tersebut, Eko dituntut hafal 500 hadits yang saat lomba akan dipilih lima hadits secara acak untuk dibacakan.

Sebelumnya, Juni 2009 lalu, Eko juga berhasil menyabet juara 3 untuk lomba hafalan hadits tingkat nasional. Selain itu juga pernah mengikuti beberapa lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Eko mengaku senang dirinya berhasil menjadi juara pertama. Meski sebelumnya dia bisa menduga kemenangannya itu. Mengingat beberapa pesaingnya memiliki sedikit kesalahan, sementara saat perlombaan Eko berjalan lancar.
Padahal, diakui Eko, saat SMP dirinya sama sekali tidak bisa mengaji. Bahkan, kalau shalat pun Eko hanya melakukan gerakan saja tanpa disertai bacaannya. Namun atas inisiatif ayahnya, Eddy Susilo, Eko dimasukkan ke Pondok Pesantren Gontor selama empat tahun. Di sanalah Eko mulai mendalami pengetahuannya tentang Islam termasuk hadits.
”Saya sebenarnya saat SMP enggak bisa ngaji sama sekali. Cuma saat itu diajak jalan-jalan sama ayah kemudian dimasukan ke Gontor,” ujarnya.
Diakui Eko, menghapal hadits adalah keinginannya sendiri dan dilakukan secara otodidak. Sebab di Gontor, santri lebih ditekankan untuk fasih dalam berbahasa Arab dan Inggris serta hafalan Al-Quran. Untuk hadits, meski ada pelajarannya, tidak dituntut lebih untuk dihapalkan.
..saat ini sedang berkonsentrasi untuk menambah hafalan Al-Quran yang saat ini baru dikuasainya secara fasih sebanyak 15 juz. Tapi Eko mengaku dirinya enggak neko-neko. Apa yang bisa dia kejar sekarang maka akan dikerjakannya.
Pemuda yang pernah bercita-cita jadi pemain basket ini tidak henti menghapal hadits meski sudah masuk ke bangku kuliah di jurusan Perbankan Syariah Unisba. Bagi Eko, hadits dan Al-Quran adalah pedoman umat Islam. Seiring dengan makin meningkat hafalan hadits, diakui Eko seiring itu pula muncul kewajiban-kewajiban beribadah lainnya. Dengan kemampuannya, Eko juga bisa berbagi pada kawan-kawan sekitar untuk mengingatkan.
Tapi tentu saja tidak secara gamblang. Metode dakwah yang ingin diusung Eko bukan dengan cara teriak-teriak di atas mimbar. Cukup komunikasi persuasif person to person. ”Menurut saya metode itu lebih efektif,” ungkap Eko.
Eko pun tidak bercita-cita menjadi mubaligh. Sesuai jurusannya, dia ingin menjadi bankir Islam yang baik tanpa melupakan untuk menghapal terus hadits-haditsnya.
Tapi saat ini diakui Eko, dirinya belum berniat menambah hafalan haditsnya. Dia sedang berkonsentrasi untuk menambah hafalan Al-Quran yang saat ini baru dikuasainya secara fasih sebanyak 15 juz.
Tapi Eko mengaku dirinya enggak neko-neko. Apa yang bisa dia kejar sekarang maka akan dikerjakannya. Dia meyakini, apapun yang bisa dilakukan, pasti akan ada jalannya.
Termasuk ketika masuk kuliah di Unisba yang agak ragu dengan pembiayaannya. Namun akhirnya banyak pertolongan yang datang. Salah satunya, dengan kemenangannya dalam lomba hafalan hadits, Eko mendapat beasiswa bebas biaya kuliah. [taz/dtk]

Yayasan Al Mustadh'afiin adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, da'wah, dan sosial. Berdirinya lembaga ini dilatar-belakangi oleh keprihatinan mendalam atas nasib kaum Muslimin perkotaan yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Mereka tinggal di perkampungan kumuh dan padat, di pinggiran rel kereta api, kolong jembatan, dan emperan pertokoan. Mata pencaharian mereka umumnya adalah pemulung, pengemis, buruh, pengamen, pengojek, dan lain-lain.

Kondisi kehidupan yang demikian itu menyebabkan timbulnya berbagai penyakit
sosial dan rentan terhadap pemurtadan. Yayasan Al Mustadh'afiin hadir ke tengah-
tengah mereka dengan berbagai program pembinaan dan penyantunan.
Hingga saat ini Yayasan Al Mustadh'afiin yang didirikan sejak tahun 1987 sudah membina 18 perkampungan atau lokasi. Untuk wilayah Jakarta saja ada 10 wilayah binaan seperti Kampung Muka Ancol (belakang Pusat Perbelanjaan Mangga Dua), Bongkaran Tanah Abang, Cilincing, Pela-pela Tanjung Priok, Cipinang Besar Selatan (CBS) Lapangan, CBS Samsat, cipinang Besar Utara, Prumpung, Bantaran Sungai Ciliwung Condet, dan Pedati.
Di lokasi tersebut dibangun musholla yang juga digunakan untuk majlis ta'lim, TK, dan TPA. Disamping itu yayasan ini juga memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, SMA, Pesantren, dan Perguruan Tinggi khusus untuk para calon guru.
Pada masa liburan, yayasan menyelenggarakan Pesantren Kilat, Khitanan Massal, Bazar/Pasar Murah, dan Kursus-kursus ketrampilan.
Untuk terpeliharanya keberlangsungan program pembinaan tersebut, maka
diperlukan partisipasi anda baik secara moril maupun materiil.
Bantuan bisa disampaikan ke Bank Muamalat Indonesia No. 301.00432.10 atas nama Yayasan Al Mustadh'afiin.
Jazakumullah khairan katsiiran.