Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.632 views

Pulang Haji, Wajib Menjaga Amal dari Penghapus Pahalanya!

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Setelah seseorang mengerjakan amal shalih dengan ikhlas dan benar, ia wajib menjauhkan diri dari perkara-perkara yang membatalkan pahalanya. Kemudian dia meningkatkan ketaatan hingga akhir hayat. Begitu juga yang berlaku atas orang yang selesai melaksanakan ibadah haji.

Haji adalah salah satu amal ibadah yang agung dalam Islam. Haji menempati rukun Islam ke lima. Selesai melaksanakan haji bukan berarti tugas beramal shalih dan ibadah selesai. Tetapi semakin bertambah, dia harus menjaga amal shalihnya dan menambah ketaatan kepada Rabb-nya. (baca: Haji Menghapuskan Dosa; Bermaksiat Dulu Sebelum Berangkat Haji?)

Syaikh Muhammad Al-Tamimi dalam kitabnya Waajibunaa Nahwa Maa Amaranallaahu Bih (kewajiban kita terhadap perintah Allah atas kita) menyebutkan 7 kewajiban orang terhadap perintah-perintah Allah. Pertama, Memahami perintah-perintah tersebut. Kedua, mencintainya. Ketiga, bertekad untuk melaksanakannya. Keempat, mengerjakannya. Kelima, melaksanakannya sesuai ketentuan syariat; ikhlas dan benar. keenam, meninggalkan perkara yang menghapuskannya. Ketujuh, kontinyu di atas ketaatan.

Point keenam ditujukan kepada orang yang selesai melaksanakan amal shalih; khususnya amal-amal besar dalam Islam, di antaranya haji. Maka dirinya wajib mewaspadai penghapus pahala dan pembatal-pembatal amal shalihnya; sebagaimana firman Allah Ta’ala,

أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

Supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al-Hujurat: 2)

Tsabit bin Qais bin Syammas Radhiyallahu ‘Anhu merasa takut saat turunnya ayat ini, dirinya merasa termasuk dari orang-orang yang terhapus amalnya dan akan menjadi penghuni neraka. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengutus seseorang untuk menemuinya dan menyampaikan kepadanya, “Kamu bukan termasuk penghuni neraka, tetapi kamu termasuk ahli surga.” (HR. Al-Bukhari)

Amal yang dikerjakan seseorang tidak ada jaminan akan tetap aman dan utuh sampai hari kiamat. Amal-amal tersebut masih mungkin dihapuskan pahalanya karena melakukan pembatal-pembatal amal dan penghapus pahalanya.

Penghapus amal yang paling besar adalah syirik dan kufur. Keduanya menghapuskan semua amal kebaikan yang pernah dikerjakan seseorang. Ini termasuk keyakinan dasar Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Zumar: 56)

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al-Maidah: 5)

. . . Amal yang dikerjakan seseorang tidak ada jaminan akan tetap aman dan utuh sampai hari kiamat. Amal-amal tersebut masih mungkin dihapuskan pahalanya . . .

Sebagian dosa yang tinkatannya di bawah syirik dan kufur, ternyata bisa menghapuskan sebagian pahala amal shalih yang sebanding dengannya. Ini pendapat jumhur ulama. (Lihat: Majmu’ Fatawa: 10/322)

Imam Ahmad pernah berkata,

ينبغي للعبد أن يتزوج إذا خاف على نفسه ، فيستدين ويتزوج ؛ لا يقع في محظور فيحبط عمله

Apabila seseorang merasa hawatir kepada dirinya (berbuat sesuatu yang mendekati zina,-pent) hendaknya ia segera menikah; dia berhutang dan menikah supaya tidak terjerumus ke dalam keharaman lalu amalnya terhapus.” (Madarijus Salikin: 1/278)

Imam Al-Bukhari menulis Bab di Kitab Al-Iman dalam Shahihnya,

بَاب خَوْفِ الْمُؤْمِنِ مِنْ أَنْ يَحْبَطَ عَمَلُهُ وَهُوَ لَا يَشْعُرُ

Bab takutnya seorang mukmin dari terhapus amalnya sementara dia tidak merasa.

Imam Muslim juga sama di shahihnya, “Bab takutnya mumin akan terhapus amalnya.”

Ibnu Rajab menyepakati kesimpulan ini, bahwa amal bisa terhapus karena sebab sebagian dosa, sebagaimana firman Allah Ta’ala QS. Al-Hujurat: 2.

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, “Mereka tidak memandang bahwa amal (maksiat) bisa menghapus amal (shalih), padahal Allah Azza wa Jalla berfirman (dalam QS. Al-Hujurat: 2).”

Al-Qur'an telah memperingatkan orang-orang beriman dari pembatal-pembatal amal ini. Di antaranya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 33)

Imam Ahmad meriwayatkan asbab nuzulnya ayat ini. dari Abul ‘Aliyah, ia berkata: Para sahabat Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyangka dosa yang menyertai Laa Ilaaha Illaallah tidak membahayakan, sebagaimana amal shalih yang menyertai kesyirikan tidak memberi manfaat. Kemudian diturunkan ayat ini. Setelah itu para sahabat takut dosa mereka akan menghapuskan amal mereka.

Keterangan lain dalam tafsir Ibnu Katsir, para sahabat meyakini bahwa setiap kebaikan mereka pasti diterima. Kemudian Allah turunkan ayat ini. Keterangan dari Ibnu Umar, perbuatan dosa besar dan perbuatan keji itulah yang bisa menghapuskan pahala amal. Sehingga mereka berhenti mengucapkan perkataan di atas.

Bukti lainnya, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS. Al-Baqarah: 264)

Ayat ini mengabarkan, sedekah bisa rusak dan pahalanya terhapus karena suka menyebut-nyebutnya (mengungkit-ngungkitnya) dengan perkataan atau perbuatan kepada seseorang. Sedekah juga bisa terhapus karena menyakiti atau berbuat buruk kepada orang yang telah diberi. Kebaikan-kebaikannya akan terhapus karena sebab itu. (Baca: Doa Istighfar Penghapus Doa Terbesar)

Maka dari sini, orang yang telah mengerjakan amal-amal shalih, khususnya amal besar dalam Islam, dia wajib menjaga amal tersebut dari pembatal-pembatalnya. Khususnya syirik dan kufur. Umumnya semua perbuatan malsiat dan keburukan. Karena keburukan bisa menghapuskan kebaikan sebagaimana kebaikan menghapuskan keburukan. Dan penentu amal seseorang adalah dipenghujungnya. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55


MUI

Must Read!
X